Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 77


__ADS_3

Sandra dan Satya sedang sibuk menyalami semua tamu yang hadir, sampai dia lupa untuk makan siang dan membuat tubuhnya gemetar, Satya yang menyadari itu langsung mengistirahatkan acara dan dilanjutkan dengan sesi hiburan.


"Sayang kamu engga apa-apa?" tanya Satya pada Sandra, sekarang Sandra dan Satya sedang berada di ruangan untuk istirahat.


"Aku engga apa-apa Mas, tadi cuma telat makan saja" ucap Sandra tersenyum tidak mau melihat suaminya khawatir.


"Yasudah kalau gitu kamu makan dulu ya, nanti aku suruh Meira dan Nayla menemanimu, sementara baby Satria titipkan pada Dewi dan Raya tidak apa kan sayang?" ucap Satya.


"Iya mas, baby Satria titipkan Dewi dulu saja, lagi pula baby Satria sudah biasa dengan Dewi jadi dia tidak akan rewel jika bersama Dewi" ucap Sandra.


"Baiklah, aku tinggal menyapa tamu boleh kah? Soalnya aku lihat tadi rekan kerjaku baru saja datang?" ucap Satya meminta izin dari Sandra.


"Boleh dong Mas, tapi jangan lupa kamu makan juga, biar tidak lemas" ucap Sandra.


"Siap Ibu bos, cium dulu dong?" ucap Satya


"muach (Mencium pipi Sandra). Aku tidak sabar untuk nanti malam sayang" bisik Satya pada Sandra


"Ish.. kamu ini, sudah cepat sana" ucap Sandra


"Kamu mengusir suami mu? " ucap Satya pura-pura ngambek


"Apaan deh Mas.." ucap Sandra jengah

__ADS_1


"Yasudah Mas pergi dulu.." ucap Satya.


"Kenapa aku merasa merinding ya.. dekat suamiku sendiri.. Apalagi kita sudah lama tidak bertemu.. Bagaimana nanti kami memulainya lagi.. Aaaaa.... aku gugup" Gumam Sandra sambil memegang kedua pipinya.


**


Disisi lain, Dewi dan Raya sedang bersama dengan baby Satria, beruntung baby Satria bukan bayi yang rewel, dia super anteng dan murah senyum, membuat semua orang jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Anak pintar, padahal di tempat ramai seperti ini tapi kamu malah senyum-senyum, jangan rewel ya nak, kamu sama Tante Dewi oke" ucap Dewi berbicara pada baby Satria yang sedang di gendongnya.


Dewi asik bercanda dan mengajak ngobrol baby Satria tanpa dia sadari ada seseorang yang sedang mengawasinya.


**


"Waalaikummusalam, masuk dek" ucap Sandra dari dalam


Meira dan Nayla pun masuk kedalam ruangan istirahat nya Sandra sambil membawa baki yang berisi makanan dan minuman.


"Kak ini aku bawakan makanan untuk kakak" ucap Meira


"Terimakasih ya dek, maaf aku merepotkan ?" ucap Sandra.


"Kak Sandra ini selalu saja tidak enakan, kita ini adik kakak, jangan menganggap orang lain dong" ucap Nayla

__ADS_1


"Iya sayang.. jangan ngambek dong" ucap Sandra


"Kak, kami sudah dengar semua kabar yang menimpah kakak kemarin, kenapa sih kakak tidak mau beritahu kita?" ucap Meira.


"Iya nih kakak, kakak engga anggap kami adik ya ?" ucap Nayla cemberut.


"Buka begitu sayang, kejadiannya begitu tiba-tiba, lagipula kakak tidak mau membuat konsentrasi kalian pecah dan kakak juga engga mau nanti kalian kasih tau umi dan Abi, " ucap Sandra.


"Yang sabar ya kak, semoga semuanya akan baik-baik saja, jika mengingat kejadian itu membuat aku ingin mencabik-cabik orang yang mencelakai kakak" ucap Meira


"Dari awal juga memang tidak suka dengan keluarga mereka, setiap kali dia datang ingin rasanya aku mengusirnya, biarin aja sekarang dia membekam di penjara, biar dia belajar bertanggung jawab, terlalu dimanja juga tidak akan membuat anak itu jadi pribadi yang baik!" ucap Nayla


"Jangan bicara begitu dek, bagaimanapun kalian kan pernah tumbuh bersama, sebenarnya aku ingin melepaskan Bella, biar dia belajar agama saja, tapi Raya tidak akan memperbolehkannya" ucap Sandra


"Apa sih kak, kakak mau lepasin orang yang mau celakai kakak? Kakak ini sadar engga sih, kalau memaafkan pasti kita memaafkan tapi jika dia juga harus belajar bertanggung jawab, udah ah kak , jangan terlalu baik jadi orang, kakak juga harus memikirkan keselamatan kakak, jangan terus memikirkan kehidupan orang lain" ucap Nayla


"Kaka hanya tidak tega, bagaimanapun kita juga kan perempuan." ucap Sandra.


"Sudah lah kak, biar hukum yang menentukan nantinya, kakak makan dulu saja." ucap Meira.


"Iya adik-adik ku yang cerewet" ucap Sandra.


Disaat makan siang, Sandra pun terus menjawab pertanyaan dari Meira dan Nayla, pengalaman melahirkan, diculik dll.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2