
Sandra dan Satya masuk ke dalam kamar.
"Kamu istirahat lah lebih awal, pasti lelah kan? " Satya mengantarkan Sandra ke ruang tidur Satya
"Lumayan, tadi kerjaan ku banyak sekali" ucap Sandra
"Yasudah kamu tidur ya.. " ucap Satya membantu Sandra untuk merebahkan tubuhnya.
"Aku keluar dulu" ucap Satya beranjak keluar
"Kamu mau kemana? " Sandra menahan tangan Satya
"Keluar, kamu kan mau istirahat? " ucap Satya
"Istirahat disini saja? " ucap Sandra
"Serius?? " Satya duduk di pinggiran ranjang antusias
"Iya.. Ini kan ranjang mu juga" ucap Sandra
"Baiklah kalau begitu.. Dengan senang hati" ucap Satya ikut merebahkan tubuhnya di pinggir Sandra.
"Eh.. Eh.. Tapi tetep jaga jarak yaa.. Guling ini sebagai pembatasnya " ucap Sandra mengambil guling dan menyimpan di antara mereka
"Harus pakai jarak yaa? " ucap Satya
"Maaf yaa.. Aku masih belum siap" Sandra menundukkan kepalanya.
"Heii.. Iya gak apa-apa.. Aku tidak akan memaksakan mu" ucap Satya mengusap kepala Sandra yang masih tertutup kerudung.
"Kamu engga mau buka kerudungnya? " ucap Sandra.
"Nanti akan ada saatnya aku buka ini untuk kamu" ucap Sandra.
"Saat itu akan menjadi hal yang paling bahagia untuk aku" ucap Satya.
"Udah kamu tidur " menutupi tubuh Sandra dengan selimut.
"Kamu juga " Sandra tersenyum sambil menutup matanya
"Selamat istirahat sayang, aku mencintaimu" ucap Satya pelan lalu ikut menutup matanya juga.
Ini pertama kalinya untuk Sandra dan Satya tidur di Ranjang yang sama berdua, walaupun masih terhalang oleh guling sebagai pembatas mereka, tapi ini akan menjadi awal yang baru untuk mereka berdua bersama.
Perasaan Satya makin hari makin tumbuh merekah, baginya satu hari tidak bertemu dengan Sandra bagaikan satu tahun saja, begitu juga dengan yang Sandra rasakan, semenjak Satya memutuskan untuk mendekatinya, Setiap hari Sandra selalu mendapatkan perhatian dari Satya, Satya berubah 90% dari yang awal mereka menikah.
Adzan subuh berkumandang, Satya bangun lebih awal, dia membangunkan Sandra dengan mengusap kepalanya.
"Sayang... Bangun.. Sholat dulu yuk? " Satya mengusap-ngusap kepala Sandra lembut.
"Emmm, lima menit lagi Ray... " Sandra bergumam nama Raya, karena biasanya Raya yang membangunkannya sepagi ini.
"Sayang.. Ini aku Satya.. Bukan Raya?? " mencubit pipi Sandra lembut
"Emmm iya.. Iyaa.. " gumam Sandra lagi namun matanya masih terpejam
"Kalau ga mau bangun aku cium yaa?? " ucap Satya mendekatkan tubuhnya..
Sandra langsung membuka matanya..
__ADS_1
"Eh... Kamu mau apa?? " Sandra bangun dan mendorong tubuh Satya
"Abis kamu di bangunin susah.. Masa aku dikira Raya?? " ucap Satya
"Maaf, biasanya kan Raya yang membangunkan ku" ucap Sandra
"Yaudah sholat dulu yuk?? " ucap Satya mengajak Sandra Sholat berjama'ah
Selesai Sholat.. Sandra berdoa di dalam hatinya.
"Ya Allah terimakasih untuk semua ini, terimakasih telah membukakan mata hati suamiku, lindungi selalu hubungan kami ya Allah, aku mulai mencintainya." Batin Sandra di akhir doanya.
Sandra mencium tangan Satya, dan Satya mencium pucuk kepala Sandra.
--------------------
Sandra dan Satya keluar dari kamar nya, mereka menuju ruang makan.
"Haii... Bang Satya?? " ucap Bella
Ya.. Ternyata pagi-pagi sekali Bella sengaja datang kerumah Satya, karena dua hari ini dia mencoba menghubungi Satya namun tidak ada jawaban dari Satya dan sekarang dia sedang duduk di meja makan bersama Meira dan Nayla.
"Kamu mau apa pagi-pagi kesini? " ucap Satya pada Bella.
"Aku mau ketemu abang, abis abang tidak bisa di hubungi akhir-akhir ini" ucap Bella menghampiri Satya
"Hai kakak ipar " Bella beralih mendekati Sandra
"Kamu mau apa? " ucap Satya
"Aku mau menyapa kakak ipar ku, kenapa abang khawatir gitu sih" ucap Bella
"Kamu tidak menjawab sapaan ku loh kakak ipar?? " ucap Bella
"Pantas saja bang Satya menyukaimu, kamu begitu pemalu" ucap Bella
"Maksud mu? " ucap Satya
"Tidak.. Ah kakak ipar aku cuma mau bilang, aku mau minta maaf karena kemarin bersikap kurang sopan padamu, kemarin aku terlalu syok karena orang yang aku kagumi tiba-tiba menikah dengan orang lain " Bella menggenggam tangan Sandra
"Tidak apa aku mengerti Bella, aku sudah memaafkan mu " membalas genggaman tangan Bella.
**
"Lihat kak, apa kaka yakin kak Bella berubah secepat itu? " bisik Nayla pada Meira
"Aku sih tidak yakin, tapi kakak ipar kita memang terlalu baik, kalau aku jadi kakak ipar, belum tentu mau memaafkan perempuan yang jelas-jelas mencintai suamiku" bisik Meira.
"Aku yakin, kak Bella sedang merencanakan sesuatu" Nayla menatap Bella dengan teliti
"Kita doakan saja yang terbaik, untuk mereka" ucap Meira.
**
"Nah gitu dong, ini baru namanya adik abang" ucap Satya mengusap kepala Bella
"Iya bang, maafkan sikap Bella kemarin ya.. " ucap Bella.
"Iya.. Abang memaafkan mu, tapi jangan kau ulangi lagi ya? " ucap Satya
__ADS_1
"Pasti bang, abang tenang saja " ucap Bella
Bella pun menggandeng tangan Satya menuju tempat makan dan Sandra mengikutinya dari belakang.
"Kenapa perasaanku jadi tidak enak gini ya.. Jangan berburuk sangka Sandra" Batin Sandra.
Mereka duduk bersama, terlihat Bella masih mencuri-curi pandang pada Satya, walaupun Satya bersikap biasa saja.
"Sayang kamu makan yang banyak ya.. Biar bayi kita sehat" ucap Satya mengusap perut buncit Sandra
"Iya.. makasih" ucap Sandra
"Bang.. Abang mau nambah telor nya lagi engga? " Bella berdiri hendak mengambilkan telur untuk Satya
"Tidak usah Bella ini cukup" ucap Satya
Bella pun duduk kembali, dengan menatap Sandra sinis.
"Kakak ipar, perut mu sudah mulai besar, berapa usia calon keponakan ku? " tanya Meira
"Sudah 6 bulan dek" ucap Sandra tersenyum
"Wah.. Sebentar lagi lahir dong kak? Bagaimana kalau kita beli baju dan peralatan baby? " ucap Nayla
"Nanti ya.. Tunggu 7bulan" ucap Sandra.
"Kenapa harus 7 bulan aku kan sudah tidak sabar? Pasti lucu sekali.. " ucap Nayla
"Katanya pamali kalau belum 7bulan" ucap Sandra.
"Baiklah nanti kalau sudah 7bulan kakak harus ajak aku untuk belanja keperluan baby" ucap Meira.
"Aku juga ya kak? " ucap Nayla
"Baiklah kalian semua boleh ikut" ucap Sandra tersenyum.
Mereka pun kembali melanjutkan sarapannya.
**
"Aku sudah selesai, kita berangkat sekarang? " Satya berdiri mengulurkan tangannya pada Sandra.
"Iya.. " Menganggukkan kepalanya menerima uluran tangan Satya.
"Kalian ada yang mau bareng sama abang? Sepertinya bang Arka sudah berangkat duluan" ucap Satya
Bella merapihkan dirinya dan hendak berdiri namun langsung di tahan oleh Meira
"Tidak usah bang, biar kita sama supir saja, iyakan Bell?? " ucap Meira pada Bella
"Ah.. Iya.. Benar " ucap Bella.
"Baiklah kalau gitu kita duluan ya?? " ucap Satya..
"Assalammualaikum" Sandra memberi salam
"Waalaikumusalam, hati-hati Kak Sandra, bang Satya.. " ucap Meira
**
__ADS_1
"Bersenang-senanglah saja dulu, Aku akan merebutnya kembali.. " batin Bella tersenyum licik.
Beraambung..