Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 14


__ADS_3

Andika sedang berada di rumah Satya, dia langsung masuk kedalam ruangan kerja Satya.


"Andika Lo kenapa?" tanya Satya melihat wajah Andika yang tidak semangat seperti biasanya.


"Gue engga apa-apa" ucap Andika menghempaskan dirinya di Sofa


"Lo ga bisa bohongin gue, Lo lagi patah hati?" tanya Satya menghampiri Andika


"So tau, gue engga apa-apa ko" ucap Andika


"Gue kenal Lo udah lama, masih aja engga mau jujur sama gue?" ucap Satya.


"Gue bingung, gue harus gimana" ucap Andika.


"Bagaimana apanya?" tanya Satya


"Gue suka sama cewek yang sudah punya kekasih" ucap Andika menundukkan kepalanya, terlihat kesedihan yang sangat mendalam dari wajah Andika saat dia berbicara.


"Siapa? Dewi?" tanya Satya melirik kearah Andika yang sedang duduk di sofa menghadap kearah nya.


"Keliatan banget ya emangnya?" ucap Andika, membalas tatapan Satya


"Sangat terlihat Lo kan gak pernah Deket sama cewek sebelumnya" ucap Satya.


"Tapi gue salah, engga seharusnya gue berharap lebih" ucap Andika


"Cinta butuh pengorbanan semangat " ucap Satya menepuk pundak Andika.


Sedangkan Sandra sedang menggendong Baby Satria di taman belakang.


"Sandra?" Teriak Raya dari arah belakang, berlari menghampiri Sandra


"Raya??? Kamu sama siapa kesini?" tanya Sandra


"Sama bang Arka, Wah keponakan Aunty ganteng sekali" ucap Raya sambil mencium pipi gembul nya baby Satria.


"Sayang... Aku cari di dapur ternyata ada disini, tadi bilang nya mau ambil minum" ucap Arka menghampiri Raya.


"Maaf bang, tadi aku tidak sengaja ingin melihat taman, eh ternyata feeling ku kuat sekali, ada Sandra dan baby Satria disini, aku Rindu sekali sama kalian" ucap Raya


"Bang Arka" ucap Sandra sopan

__ADS_1


"Sandra.. Kamu sudah pulang? Maaf tadi tertutup oleh Raya, aku tidak melihatmu" ucap Arka.


"Satria sudah tidur ternyata" sambung Arka


"Abang mau ledekin Raya gendut gitu?" ucap Raya cemberut.


"Engga gitu, tadi posisinya kamu menutupi Sandra" ucap Arka.


"Terserah Abang saja, aku ngambek" ucap Raya memanyunkan bibirnya


"Makin gemes liatnya" ucap Arka.


"Sandra kamu bersama Satya?" tanya Arka


"Iya bang, Mas Satya sedang berada di ruang kerjanya" ucap Sandra.


"Ah baiklah" ucap Arka


"Kalau gitu Aku permisi ke kamar dulu ya, mau menidurkan Satria" ucap Sandra.


"Nanti aku susul ke kamar ya Sandra" ucap Raya


"Iya aku tunggu " ucap Sandra tersenyum dan melangkah meninggalkan Raya dan Arka


"Ekhem aku masih ada disini loh" Ucap Raya


"Iya sayang, udah jangan ngambek terus" ucap Arka mengusap kepala Raya yang tertutup Jilbab nya. Namun mata Arka masih fokus pada kepergian Sandra.


"Sandra Cantik ya bang" ucap Raya


"Ah.. Masih cantikan kamu" ucap Arka menatap ke arah Raya.


"Aku tau masih ada cinta untuk Sandra, semua terlihat jelas dari mata kamu" Batin Raya sambil melirik ke arah Arka.


Sandra sudah berada di dalam kamarnya, dia menidurkan Satria di Box bayinya.


"Lebih baik aku menghindar, aku takut Raya salah paham padaku, aku tidak mau jadi perusak hubungan mereka, bagaimana pun Raya sahabat ku dan bang Arka Abang ipar ku" Gumam Sandra.


"Dewi, Raya, aku sudah menganggap kalian sebagai saudara kandungku sendiri, bahagia kalian bahagia aku juga, semoga kalian bisa hidup bahagia bersama pasangan kalian, Tapi percayalah setiap hubungan pasti ada ujiannya, semoga kalian sama-sama kuat menerima Ujian nya" ucap Sandra .


...----------------...

__ADS_1


"Ka Bima ini obatnya diminum dulu" ucap Dewi memberikan obat dan segelas air untuk Bima.


Dewi dan Bima berada di Butik, di dalam ruangan Sandra.


"Ini tidak apa-apa kita berduaan di sini" tanya Bima?


"Tidak apa kak, yang penting pintu sudah kita buka dan tepat di depan pintu masuk ada CCTV jadi kita aman" ucap Dewi


"Baiklah, aku takut orang berfikiran aneh-aneh nanti, apalagi ini waktunya jam istirahat sepi orang" ucap Bima


"Iya bang Dewi juga takut nya seperti itu" ucap Dewi


"Dewi, kenapa kamu baik sekali, padahal aku sudah menyakiti kamu, menyakiti keluarga mu?" ucap Bima.


"Kakak tidak menyakitiku, itu memang kehendak Allah kita harus melewati ujian semua ini, dan untuk ka Sandra, kak Sandra dari awal malah menyuruhku untuk memaafkan kakak, Ka Sandra wanita yang sangat baik" ucap Dewi.


"Iya aku merasakan begitu juga, Kadang aku menjadi malu, karena kebaikannya, kalau saja dia marah padaku aku mungkin akan sedikit lega" ucap Bima.


"Kakak ini lucu, dimarahi ko lega" ucap Dewi Tersenyum.


"Senyum kamu membuat aku takut" ucap Bima


"Takut kenapa kak?" tanya Dewi


"Takut kehilangan kamu" ucap Bima


"Apa kakak tidak mau berjuang lebih lagi?" tanya Dewi


"Aku mau, dan selama ini aku pun berusaha, tapi belum ada yang cocok dengan jantungku" ucap Bima


"Kalau gitu kita harus lebih keras lagi usahanya, aku yakin setiap penyakit ada obatnya" ucap Dewi.


"Tapi aku tidak terlalu berharap, yang penting aku bisa melihat kamu Tersenyum saja sudah cukup" ucap Bima.


"Sudahlah bang, jangan bahas yang seperti itu lagi, Kakak membuatku sedih" ucap Dewi


"Maafkan aku" ucap Bima.


"Sekarang Kakak harus berusaha dan berdoa, agar semua nya baik-baik saja, aku akan selalu mendukung kakak" ucap Dewi.


"Terimakasih ya Dewi" ucap Bima Tersenyum.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2