
Sandra dan Dewi seperti biasa berangkat bersama, karena ada klien besar yang akan datang ke kantor mereka. Di dalam mobil Sandra dan Dewi berbincang-bincang.
"Bagaimana dengan Bima, dek?" tanya Sandra memulai obrolannya.
"Baik mbak, kak Bima dia jauh lebih perhatian sekarang" ucap Dewi dengan penuh senyuman
"Syukurlah mbak senang mendengarnya" ucap Sandra membalas senyuman Dewi.
Lampu merah di depan mobil yang di kendarai Sandra pun terhenti. Dewi melihat sekeliling jalanan kota nya yang begitu ramai.
"Karena telat berangkat jadilah kita terjebak macet" ucap Dewi.
"Kalau tidak salah di dekat sini ada cafe favoritmu dek, apa kamu mau kita mampir? Sudah lama kan kita tidak makan disitu" ucap Sandra.
"Iya mbak, tinggal puter balik langsung sampai, itu di.." ucap Dewi tertahan saat ingin menunjukan cafe.
"Kenapa?" tanya Sandra melirik ke arah Dewi. Namun Dewi terus menatap ke arah cafe dan tidak menjawab pertanyaan dari Sandra.
"Kenapa si dek ko diam?" tanya Sandra lagi, karena rasa penasarannya dia pun mengikuti arah pandangan Dewi.
"Andika... Apa itu Andika?" ucap Sandra
"Sepertinya itu pacarnya kak Dika ya mbak?" tanya Dewi.
__ADS_1
"Cantik, sepertinya dia perawat" sambung nya, masih dengan pandangan yang sama.
"Perasaan apa ini mbak, aku sudah memilih kak Bima, dan kak Andika pun sudah menyerahkan aku pada kak Bima, aku Ikhals Mbak, tapi kenapa hati aku seperti tersengat listrik melihatnya" ucap Dewi menundukkan pandangannya. Karena lampu sudah berganti hijau dan Sandra pun melanjutkan mengemudi mobilnya.
"Mbak paham perasaan mu dek, karena untuk ikhlas itu gampang tapi cuma di mulut saja, beda kalau di hati, hati orang tidak ada yang tau, tidak apa pelan-pelan ya dek, jangan sampai rasa itu terus berselimut di dalam hati, jangan sampai membuat jembatan untuk menghambat hubungan kamu dengan Bima" ucap Sandra.
"Iya mbak, aku doa kan kak Andika mendapat kan wanita yang baik, karena dia juga laki-laki yang baik dan tulus hatinya" ucap Dewi tersenyum.
Beberapa puluh menit kemudian, Sandra dan Dewi tiba di kantor, Sandra langsung naik dan masuk ke dalam ruangannya. saat membuka pintu, terlihat ada Raya yang sedang menatap ke arah kaca balkon.
"Assalamualaikum, Raya" Panggil Sandra, namun raya tidak menjawab panggilan dari Sandra.
"Ray..." panggil Sandra lagi.
"Eh Sandra" ucap Raya yang baru saja tersadar.
"Kamu kenapa sih Ray? dari tadi aku panggilin loh" tanya Sandra.
"Engga apa-apa, aku cuma lagi bingung aja" ucap Raya.
"Bingung? kenapa?" tanya Sandra lagi.
"Aku bingung dengan hubungan ku dan bang Arka, mau dibawa kemana?" ucap Raya dengan pelan.
__ADS_1
"Bukannya tanggal pernikahan kalian sebentar lagi?" ucap Sandra .
"Iya, tapi.." ucap Raya tertahan.
"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi sebaiknya buang jauh-jauh pikiran negatif yang nantinya akan membuat hubungan mu malah makin renggang, kamu harus percaya kalau bang Arka sedang berusaha agar pernikahan kalian segera di langsungkan" ucap Sandra.
"Iya Sandra terimakasih" ucap Raya masih dengan wajah sedihnya.
"Sudah lah jangan masam gitu, nanti aku teraktir, kamu mau apa, mie ayam, bakso, atau seblak??" tanya Sandra
"Kau mau membuat ku gendut??" ucap Raya..
"Boleh tuh?" jawab Sandra.
"Tidak mau.. Nanti aku dikira sedang hamil, atau habis melahirkan seperti kamu, memang aku melahirkan anak apa" ucap Raya..
"Anak seblak dong" celetuk Sandra tertawa.
"Wah jahat ni anak" balas Raya.
**Bersambung..
Happy new year semua nya.. semangat baru, di tahun yang baru, mulai melangkah untuk membuka lembaran baru**..
__ADS_1