
Banyu menyesap secangkir kopi hitam yang tersaji di hadapannya. Setelah menceritakan semua yang terjadi diantara dirinya dengan Villia, kerongkongannya seakan kering kerontang. Dan dengan kopi ini, serasa mengembalikan sensasi rasa segar yang mengaliri tubuhnya.
"Jadi seperti itulah ceritanya Ling. Sama seperti feeling ku sejak pertama bertemu dengan Villia. Aku sungguh tidak merasakan getaran apapun. Oleh karenanya aku selalu menganggap bahwa aku memang tidak memiliki hubungan apapun dengan Villia. Dan itu semua terbukti di saat Anggi menceritakan semua."
Lingga nampak begitu saksama mendengar semua yang diceritakan oleh Banyu. Rasa bahagia dan rasa bersalah seakan menjadi satu. Bahagia karena ternyata pemuda ini memang tidak memiliki ikatan apapun dengan wanita yang ada di masa lalunya dan rasa bersalah karena sudah meragukan semua perasaan yang dimilikinya.
Lingga tersenyum kikuk. Saat ini perasaan bersalah teramat membelenggunya. Hingga membuatnya tidak tahu harus melakukan apa.
"Aku minta maaf Nyu, karena saat itu aku tidak mempercayaimu. Saat itu aku hanya..."
"Ssssttt..." Banyu meraih telapak tangan Lingga yang sukses memangkas ucapan wanita itu. "Kamu tidak perlu minta maaf Lingga. Sebuah kewajaran jika kamu tidak percaya padaku karena saat itu aku memang belum memiliki bukti yang kuat untuk membuktikannya."
Banyu menjeda sejenak ucapannya. Ia genggam erat telapak tangan sang pujaan hati yang terasa dingin ini. Entah dingin karena gugup atau dingin karena atmosfer yang menyelimuti. Ia sungguh tidak peduli. Yang ia pedulikan, saat ini wanita yang begitu ia cinta bisa kembali dalam dekapan.
__ADS_1
"Lagipula aku justru berterima kasih dengan kesalahpahaman yang pernah terjadi diantara kita. Kesalahpahaman itu ibarat spasi dalam sebuah kalimat sehingga kalimat yang terangkai bisa dibaca dengan indah. Sama dengan hubungan yang kita jalani. Mungkin dengan terpisahnya kita beberapa waktu ini bisa membuat kita sama-sama memahami apa yang sebenarnya kita rasakan."
Lingga menanggapi ucapan Banyu ini dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya. Ia benar-benar tidak menyangka jika Banyu yang ia kenal sebagai pemuda yang slengean, ternyata di balik itu Banyu memiliki pemikiran yang dewasa. Bahkan ia sangat malu karena pernah terjebak dalam prasangka buruk itu.
Lagi-lagi Lingga hanya terdiam dan terpaku. Lidahnya seakan kelu untuk berucap. Kata demi kata yang diucapkan oleh Banyu memang banyak benarnya. Di saat ia dan Banyu tersekat oleh jarak, ia semakin paham bahwa ada rasa kehilangan yang menggelayutinya.
"Sayang ...."
Lingga terhenyak. "Ya?"
Jemari Banyu menyelipkan anak-anak rambut milik Lingga di belakang telinga sehingga kecantikan wanita ini bertambah berkali-kali lipat.
Kernyitan dahi nampak terlukis di wajah Lingga. "Pengakuan? Pengakuan apa?"
"Apakah benar jika kamu tidak memiliki perasaan apapun kepadaku? Apakah ucapan yang pernah kamu lontarkan bahwa kamu tidak mencintaiku itu memang benar-benar keluar dari dalam hatimu?"
__ADS_1
Lingga sedikit terkesiap. Namun ia mencoba untuk tenang dalam menghadapi ini semua. "Ya, itu semua memang benar Nyu."
Kini giliran Banyu yang terperanjat. "Jadi apa yang kamu katakan saat itu memang benar? Benar bahwa kamu tidak memiliki perasaan apapun terhadapku?"
Lingga hanya membisu, namun anggukan kepala dari wanita itu yang cukup membuat hati Banyu seakan dipatahkan dan diremukkan dalam waktu bersamaan. Jemari yang sebelumnya ia gunakan untuk menggenggam erat jemari milik Lingga, perlahan mulai mengendur dan terlepas. Pemuda itupun bangkit dari posisi duduknya.
Perlahan, Banyu mengayunkan tungkai kaki. Kini posisinya memunggungi Lingga. Anggukan kepala Lingga sungguh membuat semangat hidupnya hilang seketika.
"Jadi bisa diartikan kedatanganku kemari hanyalah sebuah kesia-siaan? Sia-sia karena kamu benar-benar tidak memiliki perasaan terhadapku?"
Tanpa terasa setetes bulir bening itu meluncur bebas dari pelupuk matanya. Kali ini hatinya terasa jauh lebih remuk daripada saat ia melihat perselingkuhan yang dilakukan oleh Villia. Air mata itu seakan menjadi bukti bahwa cinta yang ia miliki untuk Lingga benar-benar luar biasa.
"Benar Nyu. Aku benar-benar akan membohongi diriku sendiri jika aku mengatakan bahwa aku tidak mencintaimu. Karena pada kenyataannya .... akupun juga sudah jatuh cinta kepadamu!"
.
__ADS_1
.
. bersambung...