
Lingga mematut tubuhnya di depan cermin. Menatap lekat sebuah bayangan yang terpantul di sana. Raut wajahnya masih dipenuhi oleh gurat-gurat tanda tanya tentang apa yang sebenarnya akan dilakukan oleh Ambar.
"Am, sebenarnya kita itu mau kemana? Mengapa kamu mendandani aku seperti ini? Layaknya orang yang mau ke kondangan?"
Ambar dengan telaten memoles beberapa amunisi make-up di wajah Lingga. Ternyata wanita itu memiliki bakat terpendam. Selain pandai meracik jamu, rupanya ia juga piawai dalam mendandani seseorang. Meskipun belum bisa menandingi para MUA terkenal, namun kemampuannya ini sudah sangat lumayan. Tak heran jika polesan wanita ini terlihat begitu natural dan cantik sekali.
"Nanti kamu akan tahu sendiri Ling. Aku di sini hanya menjalankan peranku sebagai penata rias. Untuk selebihnya kamu akan tahu sendiri."
Ambar memasukkan semua amunisinya ke dalam sebuah pouch berukuran sedang. Ternyata di dalam perbekalan yang dibawa oleh Ambar, tidak lupa ia memasukkan pouch make-up, dan ternyata apa yang ia bawa itu bermanfaat sekarang.
"Kamu memang cantik Ling ... pantas saja sampai diperebutkan oleh dua lelaki."
Ambar menatap takjub wajah ayu sahabatnya ini. Lingga memang cantik natural dan ketika didandani seperti ini aura kecantikan itu jauh lebih terpancar.
"Am, jangan berbicara tentang kecantikan dulu deh. Aku itu masih penasaran mau dibawa kemana aku ini? Padahal sebelumnya aku belum pernah berdandan seperti ini."
__ADS_1
Ambar tergelak lirih. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana terkejutnya Lingga bila melihat kejutan yang akan didapatkannya nanti.
"Sudah, sekarang kita keluar ya. Taxi online sudah menunggu, jadi kita harus segera ke sana."
Ambar beranjak diikuti dengan Lingga. Untuk kesekian kalinya ia menatap bayangan tubuhnya melalui pantulan cermin dan senyum itu lagi-lagi terbit di bibirnya. Sebuah midi dress kombinasi warna biru dongker dan silver seakan begitu sempurna membalut tubuhnya yang tinggi semampai. Rambutnya pun disanggul dengan aksen modern yang semakin menyempurnakan penampilannya.
"Ihhhhh ... kamu ini kayak gitu amat Am, masa iya tidak mau memberitahu."
"Sabar Ling, yang pasti apa yang sudah dipersiapkan ini akan kamu ingat seumur hidupmu."
***
Banyu benar-benar dibuat kesal oleh lelaki klimis plus necis ini. Sudah sejak tadi Sapto bertandang di rumah pak Kardi. Memaksa Banyu untuk mengikutinya. Sudah berulang kali ditolak oleh Banyu namun lelaki itu benar-benar pantang menyerah.
"Aku tidak akan pulang sebelum kamu ikut denganku Nyu."
"Ya ampun, ikut ke mana sih Sap? Kamu itu musuh bebuyutan sekaligus rivalku, masa iya aku harus pergi bersamamu? Ihh... merinding aku!"
__ADS_1
Banyu nampak bergidik ngeri. Bagaimana mungkin ia mengikuti kemana Sapto pergi, padahal tidak jelas mau kemana orang ini. Terlebih lagi malam ini penampilan Sapto terlihat berbeda. Ia memakai setelan jas formal yang lain dari biasanya.
"Kamu ingat bukan dengan apa yang aku ucapkan dua hari yang lalu? Aku tidak akan berhenti untuk mengejar dek Lingga sebelum aku melihat secara langsung kamu menikahi dek Lingga atau setidaknya melamarnya."
"Lalu? Apa hubungannya denganku?" Banyu bertanya dengan kernyitan yang di dahinya. Sebagai isyarat bahwa ia tidak mengerti maksud dan tujuan pria ini.
Sapto tersenyum simpul hingga menampakkan barisan giginya yang rapi. "Jelas ada hubungannya denganmu. Aku ingin agar kamu melihat secara langsung dimana aku melamar dek Lingga. Dengan seperti itu kamu bisa shock dan bisa jadi langsung mati mendadak. Karena aku yakin malam ini Lingga akan menerima lamaran ini!"
Banyu terhenyak dan terkejut setengah mati. Di balik drama pemaksaan Sapto ternyata menyimpan sebuah bencana yang cukup mencengangkan. Ia tidak menyangka jika Sapto akan bergerak cepat seperti ini.
Dasar Banyu bo*doh. Mengapa kamu bisa lengah seperti ini? Kalau begini kamu bakalan kalah start. Dan bisa saja Lingga akan berpaling setelah mendapatkan lamaran dari Sapto.
"Ayo cepetan ikut aku! Akan aku tunjukkan bahwa aku tidak bisa untuk kamu kalahkan. Dan aku pastikan malam ini akulah pemenangnya!"
"Eh, eh, eh .... " pekik Banyu saat tangannya ditarik paksa oleh Sapto.
.
__ADS_1
.
. bersambung...