
"Hahahaha .... oalaahhh buntelan kentut, buntelan kentut ... kasihan sekali hidup kamu!!"
Banyu tiada henti tertawa melihat raut wajah Sapto yang nampak menyedihkan ini. Setelah mengetahui kronologis cincin yang tertelan oleh murid TK beberapa saat yang lalu, pada akhirnya Sapto bertanggung jawab untuk membawa Indah ke rumah sakit terdekat. Beruntung, dengan bantuan tenaga medis, cincin itu bisa dikeluarkan. Dan kini mereka semua sudah kembali ke mess.
Sungguh miris. Niat romantis ternyata malah justru berujung tragis. Namun kejadian itu malah membuat Banyu tersenyum manis karena pada akhirnya lelaki yang ia anggap sebagai buntelan kentut itu tidak bisa merebut sang gadis. Sang gadis? Iya sang gadis. Jangan bingung ya pemirsah, Lingga belum pernah terjamah, jadi dimata Banyu wanita itu masih layak disebut dengan sang gadis 🤣🤣🤣
"Hah ....terlihat puas sekali kamu Nyu. Sungguh hilang empatimu. Aku ini sedang mengalami musibah, masa kamu tertawakan seperti itu."
Berkali-kali Sapto membuang napas dan mengacak rambutnya kasar. Ia benar-benar tidak menyangka jika rencananya yang sudah ia susun dengan matang justru gagal total. Ia mengira Lingga akan tersipu malu dan mendapatkan kejutan semanis itu tapi kenyataannya malah seperti ini. Lelaki klimis dan nyentrik itu sampai berpikir seribu kali, apa yang salah dengan rencananya ini.
"Hahahaha .... bagaimana aku tidak tertawa Sap? Kamu ini kurang berpengalaman dengan hal-hal seperti ini. Seharusnya kalau kamu berniat melamar Lingga dengan es krim seperti itu, kamu siapkan tempat khusus yang hanya ada kamu dan Lingga seorang, jangan di keramaian seperti itu."
Sapto nampak mencerna apa yang diucapkan oleh Banyu ini. "Benar juga ya. Baiklah, nanti biar aku membuat rencana untuk melamar dek Lingga dengan caramu itu. Akan aku ajak dek Lingga dinner romantis yang pastinya akan menyisakan kesan manis."
Banyu tersentak. Bisa-bisanya lelaki ini ingin memakai ide darinya. "Heh, jangan coba-coba melakukan hal itu ya. Lagipula Lingga itu tidak memilihmu. Jadi untuk apa kamu masih mengganggunya?"
"Hmmmmm .... aku tidak peduli Nyu. Yang jelas aku akan menggunakan cara seperti yang kamu ucapkan itu. Barangkali dek Lingga akan menerimaku!"
"Jangan main-main kamu Sap. Daripada nanti kamu malu sendiri lebih baik kamu mundur saja. Lingga itu sudah memilihku!"
"Hahahaha ... selama kamu belum melamar Lingga secara langsung, aku tidak akan berhenti mencoba untuk mendapatkan Lingga, Nyu!"
__ADS_1
"Dasar buntelan kentut!"
***
Sapto terlihat sedang duduk di salah satu gerobak angkringan yang berada tak jauh dari mess. Lelaki itu menikmati secangkir susu jahe dan mencomot beberapa potong gorengan. Ia sengaja duduk di tempat ini untuk bertemu dengan seseorang.
"Mas Sapto!"
Suara seseorang yang berasal dari balik punggung Sapto, membuat perhatian lelaki itu tertuju ke arah sumber suara. Senyumnya mengembang saat melihat yang ia tunggu datang.
"Dek Ambar, ayo duduk sini. Pesan juga apa yang kamu mau. Biar aku traktir."
Ambar hanya tersenyum tipis. Ia masih terlihat kikuk untuk duduk di dekat anak pemilik PT Sido Mundur ini. Karena bagaimanapun juga ini merupakan kali pertama Sapto mengajaknya bertemu. Entah apa yang ingin disampaikan oleh Sapto.
"Aku ingin meminta bantuanmu Dek!"
"Bantuan? Bantuan apa ya Mas?"
Sapto terkekeh pelan sambil menyeruput susu jahenya. Ia yakin betul bahwa Ambar merupakan satu-satunya orang yang bisa membantunya.
"Aku ingin menyiapkan acara lamaran romantis untuk dek Lingga. Apakah kamu bisa membantuku untuk menyiapkan semuanya?"
"Lamaran?" ulang Ambar memastikan.
__ADS_1
Sapto mengangguk. "Iya Dek, aku ingin mempersiapkan acara lamaran untuk dek Lingga. Nah, karena kamu merupakan teman dekat dek Lingga, aku ingin meminta bantuanmu untuk acara itu. Aku ingin tahu apa-apa saja yang disukai oleh dek Lingga. Sehingga acara lamaran nanti bisa memiliki kesan yang romantis. Bagaimana? Kamu bersedia membantuku kan?"
Benar-benar beruntung kamu Ling... dicintai oleh dua orang seperti ini. Yang satu kaya yang satu ganteng. Hmmmmm... kalau aku jadi kamu, aku pasti sudah kebingungan akan memilih siapa.
"Dek, dek Ambar. Kok malah melamun?"
"Eh iya Mas, maaf!"
"Bagaimana? Kamu bisa membantuku bukan?"
"Baik Mas, aku akan membantumu untuk mempersiapkan acara lamaran itu!"
.
.
. bersambung...
Hayoooo... Kira-kira berhasil gak ya???? 😂😂😂😂 tunggu part selanjutnya ya kak ❤️❤
Jangan lupa mampir dan berikan dukungan kakak-kakak semua di sini ya 👇 Terima kasih ❤️❤️
__ADS_1