
Empat cangkir kopi nampak menghiasi meja bulat yang berada di depan teras. Sepiring kue cucur yang masih hangat juga terlihat menemani minuman itu yang pasti akan sangat nikmat jika dinikmati pagi-pagi seperti ini.
Rumah yang sebelumnya menjadi mess para peserta pelatihan pengolahan jamu modern ini sudah terlihat lenggang dan sepi. Mereka sudah kembali ke daerah masing-masing untuk mempraktikkan apa yang mereka dapatkan ketika berada di kota ini. Kecuali dua orang, siapa lagi jika bukan Lingga dan Ambar. Mereka tetap stay di kota Jogja pastinya untuk menyusun rencana masa depan. Masa depan bersama siapa? Barang tentu bersama Banyu dan Sapto.
"Jadi apa kamu setuju jika pernikahan kita diadakan di Jogja, Sayang?"
Sembari menyeruput kopi hitam, Banyu menyampaikan apa yang menjadi rencananya. Sejatinya rencana ini sudah ada di dalam angannya sejak beberapa hari yang lalu, dan kini tiba saatnya untuk menyampaikan kepada Lingga.
"Menikah? Apa itu tidak terlalu cepat Nyu?" tanya Lingga dengan kernyitan di dahinya.
Banyu terkekeh pelan melihat raut wajah Lingga yang begitu terkejut seperti itu. "Memang kenapa Sayang kalau aku memilih untuk bersegera menikahimu? Bukankah itu jauh lebih baik? Karena dengan begitu kita semakin bebas untuk melakukan apapun, hemmmm?"
Banyu mengerlingkan mata yang membuat pipi Lingga memerah seketika. Ia paham betul ke mana arah pembicaraan calon suaminya ini. Wanita itupun hanya bisa berdecak lirih karena malu. Sedangkan Sapto dan Ambar yang ada di teras ini juga hanya bisa tergelak pelan melihat Lingga yang sudah salah tingkah.
__ADS_1
"Cckkkckkk ... bukan begitu maksudku Nyu. Aku saja belum bertemu secara langsung dengan keluargamu. Apakah mereka bisa menerima kehadiranku? Maksudku, apa mereka memberikan restu untuk hubungan kita?"
Meskipun sejauh ini ia sudah sering berkomunikasi dengan orang tua Banyu melalui video call, namun ia masih merasa ragu jika orang tua Banyu memberikan restu. Ia hanya takut jika sambutan keluarga Banyu tidak sehangat yang nampak di video call. Ia khawatir jika semua berubah ketika bertemu secara langsung.
"Sayang ... kamu jangan risau. Apa yang kamu temui saat video call bersama keluargaku, itulah mereka yang sebenarnya. Mereka bisa menerima kehadiranmu. Terlebih jika mereka ingat bahwa kamu lah yang sudah menantang maut untuk menyelamatkanku."
Banyu meraih jemari tangan Lingga dan ia genggam dengan erat. Seakan mentransfer sebuah energi agar wanitanya ini tidak terlalu risau akan hal ini. "Percayalah Sayang, semua akan baik-baik saja. Dan untuk mempercepat ini semua, besok keluargaku akan terbang ke Jogja dan setelah itu bisa kita rencanakan acara pernikahan kita."
Entah energi apa yang dimiliki oleh Banyu. Setelah tangannya digenggaman oleh pemuda ini, ia merasa semakin yakin untuk melangkah. Melangkah bersama Banyu untuk menjalani sisa hidupnya.
"Begitu juga untuk kamu dek Ambar. Mas Sapto juga telah merencanakan sebuah pernikahan untuk kita. Umur mas Sapto ini sudah tidak lagi muda, maka dari itu mas Sapto juga berencana untuk cepat-cepat menikahimu."
"Aku terserah mas Sapto saja. Apapun yang menjadi rencana mas Sapto, aku setuju."
Banyu dan Sapto saling melempar pandangan dan tersenyum lebar. Mungkin dalam hati mereka sama-sama tertawa melihat takdir hidup yang mereka jalani. Dua orang yang sebelumnya saling bersaing dan menjadi rival, kini duduk bersama untuk membicarakan perihal pernikahan. Bahkan calon istri keduanya pun juga sama. Sama-sama seorang... hihihi hihihihi😅😅
__ADS_1
"Oh iya Sayang ... aku dan Sapto juga sudah membuat satu rencana lagi. Aku harap kamu dan juga Ambar setuju!"
Ambar dan Lingga sama-sama menyipitkan mata. Mereka sampai tidak paham rencana apa lagi yang dibuat oleh dua pria di hadapan mereka ini. Bagi Lingga dan Ambar calon suami mereka ini terlalu banyak membuat rencana.
"Rencana apa Nyu?"
"Aku dan Sapto berencana akan mengadakan resepsi pernikahan di hari yang sama. Jadi acara kita bisa semakin meriah. Aku harap kamu dan juga Ambar menyetujuinya. Dan yang pasti, kalian hanya tinggal terima beres!"
"Apa??? Barengan???!!!!!"
Ambar dan Lingga sama-sama terkejut setengah mati. Mereka benar-benar tidak menyangka jika calon suami mereka ini selalu saja membuat kejutan yang tiada pernah mereka pikirkan sama sekali.
Dan untuk para pembaca.... Jangan lupa dandan yang cantik dan siapkan amplop double ya... 😂😂😂😂😂
.
__ADS_1
.
. bersambung..