
Warning : Ada sedikit adegan yang bikin panas-dingin. Silakan persiapkan lebih dulu bodrexin🤣🤣🤣
**** ***** ****
Angin siang berhembus kencang menerpa tirai putih di sebuah kamar berukuran 5x4 meter (waaaooww... luas sekali ya, bisa untuk main gobag sodor sepertinya 😆). Membuat tirai putih itu bergoyang seiring seirama dengan hembusannya. Hingga mengalirkan rasa dingin dan sejuk meskipun tidak terpasang pendingin ruangan di kamar itu.
Terlihat dua orang manusia tengah larut dalam lautan hasrat yang bergelora. Posisi wanita itu tengah terkungkung di bawah tubuh lelaki kekar yang sedang memacu tubuhnya untuk memberikan kenikmatan yang begitu diinginkan oleh sang wanita. Wanita itu terlihat berkali-kali menggigit bibir bawahnya seperti menegaskan jika rasa nikmat itu tengah menguasai batinnya.
Alunan merdu suara manusia yang tengah merasakan sensasi kenikmatan terus saja menggema memenuhi sudut-sudut ruangan. Menjadikan suasana semakin panas dan memacu tubuh dua manusia itu untuk bisa segera meraih apa itu kenikmatan ragawi.
"Aaaaaarrrgggghhhhh!!!"
Lenguhan panjang keluar dari bibir Heru dibarengi dengan lava yang menyembur di bagian inti wanita yang berada di bawah kungkungannya. Tubuh lelaki itu bergetar hebat dengan mata yang terpejam saat merasakan sengatan-sengatan kenikmatan yang menjalar hingga ke syaraf otak.
"Apa-apaan kamu Mas? Mengapa kamu buang di dalam!"
Heru yang tengah hanyut dalam kenikmatan itu tiba-tiba membuka mata. Ia sedikit terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Ningrum. Ia baru ingat bahwa lelehan lava pijar miliknya tidak seharusnya ia keluarkan di dalam.
__ADS_1
"Astaga ... aku minta maaf Ning. Saking nikmatnya, aku sampai lupa kalau seharusnya aku keluarkan di luar."
"Alaahhh ... alasan kamu saja Mas. Biasanya juga selalu kamu buang di luar!"
Wajah Ningrum nampak sedikit kesal dan sebal. Biasanya Heru selalu siap siaga ketika lava pijar itu akan keluar dan bersegera mencabut miliknya. Namun entah apa yang terjadi di siang hari ini, lelaki itu sepertinya lupa akan kesepakatan yang telah mereka buat sebelum menyatukan raga. Alhasil, kini bibir wanita itu nampak mengerucut yang menjadi tanda kekesalannya.
Heru menggeser tubuhnya hingga saat ini ia berbaring tepat di samping Ningrum. Keduanya masih sama-sama dalam keadaan polos dan menarik kain jarik untuk bisa menutupi tubuh masing-masing.
"Maafkan aku Ning... Milik kamu sungguh terasa nikmat sekali. Aku sampai lupa jika harus mencabutnya."
"Huh, kamu ini. Nanti kalau aku hamil bagaimana Mas?" ucap Ningrum dengan intonasi tinggi.
"Kenapa kamu khawatir Ning? Aku jelas akan menikahimu. Kenapa kamu seakan mencemaskan akan hal itu?"
Heru mengusap-usap kepala Ningrum dengan lembut, berupaya untuk menenangkan hati wanita yang sudah menjadi simpanannya selama tiga bulan terakhir ini. Seorang wanita yang di matanya nampak begitu cantik yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri.
"Apakah kamu lupa bahwa kamu masih berstatus sebagai suami Lingga? Apa kamu mau memiliki dua istri? Aku tidak mau Mas!"
"Ning, siapa yang akan memiliki dua istri? Aku akan segera menceraikan Lingga. Aku juga sudah tidak tahan hidup bersamanya. Bau ikan asinnya itu loh, yang membuat aku ingin muntah!"
__ADS_1
Ningrum tersenyum miring. "Apa benar sekalipun kamu belum pernah menyentuh dan menjamah tubuh Lingga?"
"Aku berani bersumpah Ning. Sekalipun aku belum pernah menyatukan raga dengan si ikan asin itu. Bagaimana bisa aku melakukannya jika baunya saja sungguh sangat menjijikkan. Membuatku tidak berhasrat kepadanya."
"Baiklah kalau begitu Mas. Aku ingin kamu segera menceraikan Lingga. Setelah itu kamu menikah denganku!"
"Tenang Ning, aku tidak akan pernah mengingkari janjiku."
Senyum seringai terbit di bibir Ningrum. Mendengar janji yang terucap dari bibir Heru seakan membuat hatinya serasa melambung tinggi. Ada kepuasan batin yang ia rasakan ketika bisa merebut hati dan perhatian suami dari adiknya ini.
Sejak dulu kamu selalu saja merebut apa yang aku miliki Ling. Merebut makananku, merebut mainanku dan merebut perhatian bapak dan juga ibu. Semenjak kamu lahir, orang tua kita bahkan membagi kasih sayangnya yang seharusnya kasih sayang itu hanya untukku seorang. Kini, aku akan merebut apa-apa yang kamu miliki. Termasuk lelaki ini.
.
.
. bersambung...
Hari Senin datang lagi Kak.. Jangan lupa VOTE nya yah... Biar author yang sedang merangkak untuk pemes ini cepat-cepat pemes🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Terima kasih kakak-kakak tersayang 😘😘😘