
Lagi-lagi Banyu hanya bisa membuang napas dan mengacak rambutnya kasar. Kalau saja ia memiliki jurus ninja, ingin sekali rasanya ia menghilang dari hadapan Villia. Rasanya benar-benar risih digelendoti seperti ulat bulu seperti ini. Meskipun kampus sudah terlihat sedikit sepi di sore hari, namun sebagian mahasiswa yang berpapasan memandangnya dengan tatapan yang sulit terbaca. Mungkin saja mereka menganggapnya sebagai pasangan yang lebay karena bermesraan di tempat umum.
Sebenarnya, apa yang menarik dari Villia? Mengapa aku bisa memiliki kekasih seperti dia? Dia wanita lebay, akhlak less, dan ratu drama, nilai plusnya di mana? Aku heran, mengapa aku sampai jadian dengan wanita modelan seperti ini? Berbeda sekali dengan Lingga. Ah... Lingga ... apa kabar ya dia? Baru satu minggu aku tidak bertemu, rasa-rasanya sudah seperti satu tahun saja.
"Kira-kira aku pakai baju apa ya Sayang untuk makan malam dengan keluargamu? Long dress, midi dress, atau apa? Aku benar-benar bingung Sayang."
Banyu yang tengah larut dengan pikirannya sendiri tiba-tiba tersadar saat Villia mulai melontarkan sebuah tanya. Seperti biasa, pertanyaan yang dilontarkan oleh wanita ini tidak berbobot sama sekali.
"Kalau bingung, pakai karung goni saja. Aku yakin dengan memakai pakaian itu kamu akan jauh nampak lebih cantik!"
"Apa?" Villia sedikit terkejut dengan usulan apa yang dilontarkan oleh Banyu. "Iiihhhh ... kamu kok seperti itu sih Sayang? Aku serius loh. Aku pakai baju seperti apa untuk makan malam dengan keluargamu, Sayang? Aku ingin tampil sempurna."
Banyu hanya bisa menatap jengah Villia. Baginya, Villia merupakan orang paling ribet yang pernah ia temui. Berbeda sekali dengan Lingga yang selalu tampil apa adanya dan selalu pantas mengenakan pakaian apapun.
Ya Tuhan .... Lingga lagi, Lingga lagi. Sepertinya aku benar-benar sudah kecanduan dengan Lingga. Banyu ... sadar Nyu, sadar. Lingga tidak pernah mencintaimu. Untuk apa lagi kamu mengingat-ingat Lingga? Kamu harus melupakan wanita itu, Nyu. Harus!!
__ADS_1
"Iiihhhh Sayang .... kok malah diam sih? Aku harus pakai baju apa Sayang?"
"Vi, please stop! Kamu ini kenapa selalu ribet sih? Perkara baju saja bisa membuatmu ribet seperti ini? Terserah mau pakai baju apa. Mau long dress, midi dress atau bahkan bikini pun terserah."
"Iihhhhh ... Sayang ... gitu amat sih sama pacar sendiri!"
Banyu hanya acuh dengan Villia yang masih bergelayut manja di lengan tangannya. Ia pun merogoh ponsel yang ada di saku celana dan mulai berselancar di dunia maya.
"Banyu!!!!"
"Ya Tuhan ... ini benar-benar kamu Nyu?" ujar wanita itu sambil memegangi kedua bahu Banyu. Kedua bola matanya nampak berkaca-kaca seakan tidak percaya dengan sosok yang berdiri di hadapannya ini.
Villia yang melihat kedatangan wanita ini hanya bisa tersenyum sinis. Wanita inilah yang menjadi satu-satunya wanita yang paling ia benci sampai saat ini.
Mata Banyu nampak memincing dengan dahi sedikit berkerut. Ia seperti berusaha untuk mengingat siapa wanita ini. "K-kamu siapa?"
"Ini aku Nyu, Selly. Sahabatmu!"
__ADS_1
"Selly? Sahabatku?" ulang Banyu memastikan.
Wanita bernama Selly itu mengangguk mantap. "Iya Nyu, ini aku Selly. Aku juga yang ikut mendaki bersamamu beberapa bulan yang lalu."
Banyu hanya bisa tersenyum tipis karena pada kenyataannya ia masih belum bisa mengingat sosok Selly ini. "Maaf, aku sama sekali tidak bisa mengingatnya."
"Aaahhh sudah, sudah. Sel, jangan kamu paksa Banyu untuk mengingatmu. Karena yang ia ingat saat ini hanyalah aku, kekasihnya. Jadi jangan sekali-kali kamu mengganggu Banyu lagi." Villia menarik tangan Banyu dan mengajaknya untuk meninggalkan tempat ini. "Ayo Sayang, kita segera pergi. Bukankah kita harus bersiap-siap untuk makan malam bersama keluargamu?"
Villia melenggang pergi meninggalkan Selly dengan menarik kasar lengan tangan Banyu. Perilaku Villia inilah yang membuat Selly hanya bisa berdiri terpaku, membeku dengan petanyaan-pertanyaan yang berkeliaran di dalam kepala.
Villia kekasih Banyu? Bukankah mereka baru saja putus satu minggu sebelum aku dan Banyu mendaki? Ckkckkk ... sepertinya ada yang harus aku luruskan.
.
.
. bersambung...
__ADS_1