
Sssrrrpppp ... Sshhh.... aahhhhh...
Banyu mendesis setelah menyeruput kuah bakso yang terasa begitu nikmat. Di tambah dengan beberapa sendok sambal yang ia tuang ke dalam mangkuk, membuat kenikmatan sajian makanan ini bertambah berkali-kali lipat. Tak mengherankan jika Banyu sudah habis tiga porsi sajian spesial bakso urat.
"Hah ... kenyang juga."
Lingga yang duduk di samping Banyu hanya bisa terkekeh pelan. Terlebih saat pemuda ini mengusap-usap perutnya seperti orang yang sedang kekenyangan.
"Kamu itu lapar atau doyan? Tiga mangkuk loh kamu habiskan semua?"
"Doyan yang dibalut oleh keadaan lapar Sayang. Jadi ya seperti ini. Padahal aku sudah punya bakso sendiri loh. Dua lagi!"
Lingga menyipitkan mata kala mendengar ucapan Banyu yang sedikit tidak ia mengerti ini. "K-kamu punya bakso? Dua? Maksudnya?"
Kini giliran Banyu yang menatap Lingga dengan lekat sembari terkekeh geli. "Serius, kamu tidak mengerti apa yang aku maksud Sayang?"
Lingga menggelengkan kepala. "Tidak, aku benar-benar tidak tahu."
Banyu menepuk keningnya sendiri kala teringat akan satu hal. "Pantas kamu tidak paham Sayang. Secara, kamu belum pernah melihatnya langsung!"
"Apa sih Nyu. Kok aku tambah penasaran!"
Gelak tawa Banyu semakin terdengar membahana. Sampai-sampai si penjual bakso ikut penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh pemuda ini. Ia pun turut menoleh ke arah Banyu.
__ADS_1
"Kamu tahu Sayang, hanya dengan dua bakso, satu sosis dan sedikit mayonaise, seorang pria itu bisa membuat wanita kenyang selama sembilan bulan. Bagaimana, kamu ingin mencobanya?" ujar Banyu sembari mengerlingkan mata.
Kriiikkk... krikkkk... krikkk... krikkk...
Sepersekian menit, suasana nampak hening. Terlebih di saat Lingga mencoba untuk memahami apa yang diucapkan oleh pemuda ini. Bakso? Sosis? mayonaise? sembilan bulan? Kata-kata itu semakin berputar di dalam pikiran Lingga. Namun sesaat kemudian...
Lingga terperangah dan membelalakkan mata. Ia baru paham bahwa yang dimaksud oleh Banyu adalah...
"Banyuuuuu.... Dasar mesum!!!!"
"Hahahaha benar kan Sayang? Mau dipraktikkan? Aku siap loh Sayang!!!"
Bugg!!!!
"Adudududuhhh ... sakit!!"
Lingga terhenyak. Dan kemudian ia terbahak setelah melihat Banyu ketiban buah jambu biji yang sudah dimakan oleh kelelawar.
"Hahahahahaha ... rasakan itu Nyu. Itu akibatnya kalau kamu mesum!!"
***
Jemari Banyu sama sekali tidak ingin lepas dari genggaman tangan Lingga. Sembari menikmati suasana malam, melihat hamparan permadani langit yang bertabur bintang, mereka berjalan menyusuri jalanan yang di sisi kanan kirinya hanya terlihat hamparan sawah yang dipenuhi oleh bibit tanaman padi. Suara kodok pun juga terdengar bersahutan yang semakin menambah suasana syahdu malam ini.
"Sayang, kira-kira kapan kita akan menikah? Rasa-rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera menikahimu," ujar Banyu mulai membuka pembicaraan dengan sorot mata yang lurus ke depan.
__ADS_1
Sekilas, Lingga melirik ke arah Banyu. Namun setelah itu ia kembali menatap lurus ke depan. "Bagaimana kita bisa menikah jika seorang pun tidak ada yang tahu akan asal-usulmu. Aku hanya khawatir jika sesungguhnya kamu sudah memiliki kehidupan yang bahagia sebelum bertemu denganku."
Banyu menghela napas panjang dan ia hembuskan perlahan. Sejatinya ada sebuah ganjalan yang ia rasakan di mana sampai saat ini, ia sama sekali belum bisa mengingat tentang siapa dirinya.
"Aku juga heran, mengapa sampai detik ini aku tidak ingat akan siapa diriku ya Sayang. Bahkan sedikit kejadian di masa-masa yang telah lalu tidak secuilpun yang dapat aku ingat. Aku hanya ingat pergi mendaki bersama ketiga temanku namun aku juga tidak ingat siapa nama mereka."
Lingga ikut membuang napas sedikit kasar. Ada rasa yang bergejolak di dalam dada. Sebuah gejolak akan keputusan yang harus ia ambil. Seiring berjalannya waktu, di mana ia dekat dengan Banyu, tidak dapat diingkari jika ia pun memiliki perasaan khusus kepada sang pemuda. Namun, perihal asal-usul Banyu inilah yang masih membuat Lingga dilema.
"Jika seperti itu jangan pernah membahas tentang pernikahan Nyu. Kita tidak akan pernah bisa menikah kalau asal-usulmu saja tidak diketahui."
"Kalau begitu baiklah, besok aku akan mencoba untuk pergi ke kantor polisi. Barangkali saja dengan cara seperti itu aku bisa mengetahui siapa diriku..Tapi aku yakin bahwa aku ini benar-benar masih single, Sayang. Aku pastikan bahwa aku akan tetap mempertahankanmu sebagai calon pendamping hidupmu."
Mendengar perkataan Banyu tidak lantas membuat hati Lingga kegirangan namun justru membuat hatinya semakin terasa getir saja. Semua hal bisa saja terjadi tentang kehidupan Banyu. Bisa saja pemuda ini memang masih hidup sendiri namun tidak menutup kemungkinan jika ia sebenarnya juga telah memiliki pasangan.
Entahlah Nyu. Sebelum aku tahu tentang asal-usulmu, aku tidak akan pernah tenang. Semua hanya seperti senja yang datang hanya sekejap dan pergi tanpa berpamitan.
.
.
. bersambung...
Hari Senin datang lagi Kakak... Yuk vote, vote, voteโบโบ
Terima kasih ๐๐๐
__ADS_1