Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-
Bab 37. Memasang Badan


__ADS_3


Tiga tamparan keras, sukses mendarat di pipi Heru. Lelaki itu seketika mengaduh seraya memalingkan wajah setelah sensasi rasa nyeri mulai menjalar memenuhi syaraf-syaraf di pipi. Sembari memegangi pipi, Heru kembali menatap lekat wajah wanita yang sudah berani menamparnya ini dengan tatapan ganas. Sorot matanya nampak membidik layaknya seekor hewan buas yang tengah mencari mangsa untuk dapat ia santap hingga membuat perutnya terasa puas. Kedua bola matanya membola seiring dengan sebelah pipinya yang terasa semakin panas.


"Dasar istri kurang ajar!!"


Heru mengayunkan tangannya bersiap untuk membalas tamparan yang dilayangkan oleh Lingga, namun belum sempat tangan itu menyentuh wajah Lingga, tiba-tiba saja sebuah tangan yang nampak kekar menghalau pergerakan tangan lelaki itu.


"Jangan jadi lelaki cemen dengan memukul seorang wanita. Dia bukanlah tandinganmu. Kalau berani, lawan aku!" teriak Banyu sembari mencengkram pergelangan tangan Heru.


Tak berbeda jauh Heru, sorot mata Banyu juga nampak ganas. Manik matanya beradu dengan manik mata milik suami Lingga seakan saling mengunci. Tatapan keduanya sama-sama membidik seperti seekor singa yang kelaparan.


"Djan***** ... ini bukan urusanmu. Ini urusan rumah tanggaku. Enyahlah dari sini. Biar aku beri pelajaran untuk wanita in!" kelakar Heru sembari meronta agar Banyu melepaskan cengkeraman tangannya.


Bughhhhh...


Sebuah pukulan, kini mendarat tepat di perut Heru. Hal itulah yang membuat lelaki itu tersungkur ke tanah.

__ADS_1


"Dasar banci, beraninya hanya dengan wanita. Enyah saja kamu dari sini!"


Banyu ... seakan lupa akan posisinya. Tempat ini merupakan kediaman milik Heru namun ia seakan berperan sebagai pemiliknya. Tamu yang mengusir majikannya? Sungguh baru ada di nupel ini 😂😂😂


Sedangkan Lingga hanya terus memandang keributan dua lelaki di hadapannya ini dengan tatapan menerawang. Barangkali kata yang terucap dari bibir Heru sukses merobek hatinya hingga wanita itupun seakan tidak perduli bahwa sang suami terkapar di bahu jalan.


Heru mencoba untuk bangkit dari posisi terkaparnya. Sembari memegangi pipi dan perutnya, ia menatap tajam wajah Banyu.


"Lihat saja! Besok, aku akan membalas apa yang kamu lakukan ini!" ancam Heru ke arah Banyu.


Sedangkan Banyu, pemuda itu hanya tertawa sinis dan remeh. "Silakan saja. Aku tunggu kedatanganmu."


****


"Adudududu .... pelan-pelan Sayang. Sakit!"


Selepas kepergian Heru, Banyu mampir sejenak ke kediaman Lingga. Lelaki itu duduk di atas amben yang berada di teras sembari menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh Lingga. Meskipun terasa begitu perih dan nyeri bahkan ia sempat memekik kesakitan, namun pemuda itu nampak bahagia bisa diperlakukan manis seperti ini oleh Lingga.

__ADS_1


Lingga sibuk dengan es batu yang ia bungkus dalam sebuah serbet untuk kemudian ia kompreskan ke pipi Banyu yang sudah lebam setelah dipukul oleh Heru.


"Mengapa kalian bisa sampai pukul-pulkulan seperti ini sih?"


"Aku tidak terima kamu diperlukan kasar seperti itu, Lingga. Suamimu itu sungguh sangat keterlaluan. Lagipula, apa yang membuatmu bertahan dengan suami seperti itu? Lebih baik kamu bercerai dan kemudian menikah denganku!"


Pertanyaan Banyu sedikit menyentil hati dan perasaan Lingga. Ia bahkan mulai berpikir, apa yang sebenarnya masih membuatnya bertahan di sisi Heru. Namun, ia teringat akan satu permintaan yang diucapkan oleh mendiang mertuanya, bahwa apapun yang terjadi, ia harus berada di samping Heru.


"Sudahlah, itu bukan urusanmu Nyu. Biarkan ini semua menjadi urusan pribadi rumah tanggaku. Tanpa ada satupun orang luar yang mencampurinya."


Perkataan Lingga terdengar lirih namun sedikit menampar hati Banyu. Dengan rasa cinta yang ia miliki untuk Lingga, pemuda itu seakan tidak terima jika dianggap sebagai orang luar. Namun, ia segera sadar akan siapa dirinya dan apa posisinya. Bahwa Lingga memang masih terikat oleh sebuah ikatan pernikahan dan dirinya memang orang luar yang tiba-tiba saja masuk ke kehidupan Lingga.


"Lingga, jika aku bisa membuktikan bahwa Heru berselingkuh di belakangmu, apakah kamu bersedia untuk melepaskannya?"


Pertanyaan Banyu hanya bisa membuat Lingga terhenyak, terdiam dan membeku.


.

__ADS_1


.


. bersambung...


__ADS_2