Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-
Bab 80. Mencari Titik Terang


__ADS_3


"Selly!!!"


Banyu berteriak lantang memanggil sosok seorang wanita yang tengah berjalan sepuluh meter di depannya. Suaranya yang lantang, sukses membuat wanita dengan rambut lurus sebahu yang dibiarkan terurai itu menoleh ke arah sumber suara. Senyumnya mengembang, saat melihat Banyu menuju ke arahnya.


"Banyu!"


"Hari ini kamu sibuk Sel?" tanya Banyu setelah berada di dekat Selly.


Selly terkekeh sembari menggelengkan kepala pelan. "Untuk mahasiswa yang tinggal menunggu wisuda seperti ini sibuk apa sih Nyu? Aku ke kampus juga karena gabut."


"Hahaha kamu bisa saja. Padahal ketika masih kuliah malah lebih sering malas-malasan dan nongkrong di kafe ya."


"Ya, itu benar dan kita salah satu mahasiswa yang sering tidak mengikuti mata kuliah," kekeh Selly. "Oh iya, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama kamu Nyu."


Dahi Banyu mengernyit. "Membicarakan sesuatu? Aku juga ingin membicarakan sesuatu denganmu, Sel. Aku butuh bantuanmu!"


"Oh ya? Kenapa bisa kebetulan sekali seperti itu ya Nyu? Baiklah, ayo kita cari tempat untuk ngobrol."


"Enaknya kita ngobrol di mana ya Sel?"

__ADS_1


"Di kedai Mang Asep saja Nyu, sambil beli ketoprak, bagaimana?"


"Boleh Sel, boleh."


Dua orang itu mulai mengayunkan tingkai kaki masing-masing untuk menuju kedai Mang Asep yang letaknya di belakang kampus. Sebuah kedai yang selalu ramai karena menjadi tempat makan para mahasiswa yang indekos dekat kampus. Namun, baru beberapa langkah, tiba-tiba....


"Banyu!"


Si pemilik nama hanya bisa membuang napas kasar. Lagi-lagi mak lampir mendatanginya. Bagaimana bisa wanita itu tiba-tiba berada di sekitar sini, padahal sedari tadi tidak nampak batang hidungnya.


"Sayang, kamu mau ke mana sih? Kenapa kamu jalan bareng Selly?" protes Villia sambil merapatkan tubuhnya di tubuh Banyu dan gelendotan di lengan tangan pemuda itu.


"Bukan urusanmu Vi!"


"Vi, stop. Aku tidak ingin kejadian di restoran semalam kembali terulang, di mana aku menamparmu. Sekarang, kamu bisa pergi. Aku sedang tidak ingin diganggu!"


"Aku tidak mau, Banyu! Aku mau ikut kemana kamu pergi. Lagipula kamu akan pergi bersama wanita lain, jadi aku harus ikut denganmu!"


"Villia!!!" teriak Banyu begitu lantang.


Napas pemuda itu nampak terengah-engah sebagai pertanda bahwa dirinya tengah dikuasai oleh amarah. Sikap wanita ini benar-benar menguji kesabarannya dan dapat dipastikan ia tidak dapat mengendalikan amarah itu.

__ADS_1


Teriakan Banyu sukses membuat Villia ciut nyali. Ia sedikit menggeser tubuhnya dan kepalanya menunduk. "Mengapa kamu selalu kasar sih Nyu? Aku ini calon istrimu, yang seharusnya kamu sayang dan kamu perlakuan dengan lembut. Tapi kenapa kamu kasar sekali? Hiks ... hiks... hiks.."


Banyu hanya bisa berdecak kesal, ternyata wanita di depannya ini tengah memainkan peran sebagai sosok seorang pacar yang selalu tertindas.


"Sudah, kamu tidak perlu drama lagi Vi. Aku sudah muak!"


"Kenapa kamu selalu kasar terhadapku sih Nyu? Kamu loh sebelumnya sangat mencintaiku, tapi kenapa sekarang berubah?"


"Aku rasa tidak perlu aku ulangi lagi Vi. Aku tidak merasakan apapun terhadapmu, bahkan yang aku rasakan hanya kebencian yang bercokol di dalam dada. Aku sama sekali tidak mencintaimu."


Villia terperangah. "Tapi Nyu..."


"Sudahlah, saat ini ada hal yang harus aku selesaikan bersama Selly. Jadi lebih baik kamu pulang dan jangan mengikutiku lagi!" titah Banyu sambil mengambil langkah untuk melenggang pergi.


Melihat Banyu yang sudah mengambil start untuk pergi dari tempat ini, Selly pun mengikutinya dari belakang. Sedangkan Villia hanya bisa memandang punggung dua orang itu dengan tatapan penuh tanda tanya.


Sebenarnya apa yang akan mereka bicarakan? Apakah Selly tahu bahwa aku sudah putus dengan Banyu? Tapi sepertinya belum. Karena setelah Banyu memutuskanku, dia nampak lebih sering menyendiri dan aku yakin Selly belum mengetahui cerita yang sebenarnya. Hah, aku rasa tidak ada yang perlu di khawatirkan, semua pasti akan baik-baik saja dan aku akan segera menikah dengan Banyu.


.


.

__ADS_1


. bersambung...


__ADS_2