Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-
Bab 86. Akhir Dari Sebuah Drama


__ADS_3


"Banyu!!!" pekik Villia saat melihat Banyu yang sudah berada tidak jauh di belakang punggungnya.


Banyu berjalan santai mendekat ke arah Villia yang wajahnya sudah sedikit berubah. Jika sebelumnya wanita itu menampakkan wajah yang melankolis bak korban pelecehan seksual, kini ada semburat gurat kecemasan yang muncul di wajah Villia. Entah apa yang membuatnya cemas. Namun sepertinya ia cemas jika sampai sandiwaranya ini terbongkar.


Banyu mendaratkan bokongnya di salah satu sofa yang masih kosong. Pemuda itu hanya memasang wajah datar namun sesekali ia juga tersenyum simpul yang sangat sulit untuk diartikan.


"Ada apa Vi? Mengapa kamu nampak terkejut dengan kedatanganku? Bukankah seharusnya kamu senang? Karena dengan seperti ini semua permasalahan akan semakin jelas dan mungkin saja mama akan memintaku untuk segera menikahimu?"


Villia buru-buru mengubah ekspresi wajahnya. Ia mencoba untuk tetap santai. Ia yakin bahwa keadaan masih berpihak kepadanya. Di mana Banyu masih belum mengingat apa yang sebenarnya terjadi.


"Tidak, wajahku santai-santai saja."


Banyu terkekeh pelan. "Jadi, apa yang kamu inginkan?"


"Tidak ada yang diinginkan oleh seorang wanita yang telah direnggut kesuciannya selain pertanggungjawaban dari lelaki yang telah merenggutnya."


Villia berujar setenang mungkin. Menguasai segala perasaan takut yang sudah bercampur dengan rasa khawatir. Ia takut jika sampai peran yang sedang ia mainkan ini terbongkar.


"Maksudmu aku, yang telah merenggut kesucianmu?"

__ADS_1


"Kamu masih mau mengelak Nyu? Kamu itu kekasihku, jadi kamu lah yang sudah merenggut kesucianku. Tidak mungkin jika aku melakukan hal itu dengan laki-laki yang bukan kamu."


"Ahahahaha .... Villia, Villia. Kenapa kamu terlihat konyol sekali?" ucap Banyu dengan gelak tawa yang menggema. "Tadi, kamu mengatakan bahwa aku melakukan itu pada saat kamu dalam keadaan mabuk? Jadi yang benar yang mana? Kamu dalam keadaan mabuk atau kamu dalam keadaan sadar melakukan itu?"


Villia terhenyak. Lidah yang dipaksa untuk berbohong pada akhirnya hanya membuatnya blunder sendiri. "Eh, itu ... itu..."


"Kamu paham bukan jika kamu menuduhku telah merenggut keperawananmu tanpa bukti bisa masuk dalam delik pencemaran nama baik?"


Banyu masih terlihat begitu santai dan menikmati ketakutan yang dirasakan oleh Villia. Ia ingin tahu seberapa kuat wanita ini memainkan dramanya.


"Apa yang aku ucapkan ini benar. Lagipula apa yang membuatmu yakin bahwa kamu tidak melakukan hal itu? Kamu hilang ingatan, Banyu. Bisa saja kamu yang berpura-pura tidak mengingat agar bisa lepas dari tanggung jawab."


"Oh seperti itu? Baiklah, aku sudah cukup muak dengan ini semua Vi. Aku rasa ini harus aku akhiri."


"Hallo Sel ...."


"....."


"Tolong kamu jemput lelaki yang kemarin aku ceritakan dan segera bawa kemari. Dia ada di kosan belakang kampus."


Kedua bola mata Villia terbelalak. "Laki-laki? Laki-laki siapa yang kamu maksud, Nyu?"

__ADS_1


"Sabar nona Villia. Sebentar lagi semua kebohonganmu akan terkuak!"


***


"Ini ada apa? Mengapa semua berkumpul di sini?"


Herlambang yang baru saja tiba di rumah bersama Pandu hanya menatap heran dengan beberapa orang yang sudah berkumpul di ruang tengah. Bahkan wajah mereka nampak begitu tegang.


"Papa dan bang Pandu duduklah di sini. Kita akan sama-sama menyaksikan akhir dari drama yang dimainkan oleh Villia."


"Drama? Drama apa maksud ucapanmu Nyu?" Pandu bertanya dengan kerutan di dahinya.


"Nyu .... ini lelaki yang kamu cari!"


Gelombang suara lembut dari sosok seorang wanita yang datang dari arah ruang tamu, membuat perhatian orang-orang yang berkumpul di ruang tengah menoleh ke arah sumber suara. Nampak, Selly sudah datang dengan menggandeng sosok pemuda yang juga nampak tidak kalah tampan dan gagah dengan Banyu.


Banyu tersenyum penuh arti. "Jordan, silakan ceritakan apa yang terjadi diantara kamu dengan Villia sedetail mungkin. Ingat, jangan ada sedikitpun yang kamu tutup-tutupi!"


Kedatangan pemuda inilah yang membuat Villia bangkit dari posisi duduknya. Kedua bola matanya pun semakin terbelalak dengan bibir menganga lebar. Jantungnya tetiba berdegup kencang tiada terkendali. Ia merasa keselamatannya kali ini benar-benar berada di ujung tanduk. Semua cerita bohong yang ia ciptakan, akan segera tamat dengan menyisakan cerita sad ending.


.

__ADS_1


.


. bersambung...


__ADS_2