Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-
Bab 21. Bersiap


__ADS_3


Wajah sang rembulan membulat penuh menampakkan keindahan purnamanya. Hangat cahayanya menelusup masuk menembus dada. Mengalirkan rasa tenang dan damai yang terasa hingga ke dalam palung jiwa.


Lingga, wanita berusia dua puluh lima tahun itu telah siap dengan pakaian khas pendaki yang ia kenakan. Ia yang setiap hari tampil dengan outfit kain jarik dan atasan berbentuk kebaya pendek, malam ini nampak berbeda dengan mengenakan celana jeans, t-shirt berwarna putih, dibalut dengan jacket tebal khas para pendaki dan sepatu hiking. Tak ketinggalan, klettern (kupluk yang digunakan oleh para pendaki) juga nampak menghiasi kepala. Meski nampak sedikit kedodoran, namun sama sekali tidak membenamkan pesona kecantikan wanita itu.


"Pak, hari ini untuk pertama kali aku akan mendaki. Dan tahukah kamu Pak? Aku memakai pakaian milik Bapak yang dulu sering Bapak pakai. Dengan seperti ini, aku akan merasa ditemani dan didampingi oleh Bapak."


Merasa puas bermonolog lirih sembari menatap lekat foto sang ayah, Lingga mulai beranjak dari posisinya terduduk di tepian ranjang. Ia simpan kembali foto itu di dalam tumpukan pakaian yang berada di dalam almari. Entah apa yang terjadi, semakin mendekati hari di mana ia melakukan misi mengembalikan batu milik makhluk penunggu mata air itu, Lingga semakin bersemangat. Bahkan tidak ada sedikitpun rasa takut dan cemas akan keselamatannya.


Perlahan, tungkai kaki wanita itu terayun meninggalkan kamar ini dan bersegera menuju kediaman Peasojo.


***

__ADS_1


Malam ini kediaman Prasojo telah ramai oleh beberapa warga yang tengah berkumpul di pelataran. Mereka berbondong-bondong datang ke kediaman Prasojo untuk melihat secara langsung persiapan apa yang akan dilakukan Lingga untuk mengawali pendakiannya.


"Ndhuk, apa benar kamu ingin melakukan hal ini? Ibu sungguh sangat khawatir dengan keselamatanmu."


Maryati, wanita berusia paruh baya itu berkali-kali menanyakan hal itu kepada Lingga sebagai isyarat rasa khawatir yang ia miliki. Nampak jelas di raut wajah wanita itu binar kecemasan yang menggambarkan bahwa ia sedikit tidak rela melepaskan Lingga untuk melakukan pendakian ini.


"Bapak juga sangat khawatir Ndhuk? Apa tidak bisa jika misi ini dilakukan oleh mbah Darmaji saja? Mengingat beliau seorang laki-laki yang pastinya memiliki kekuatan dan keberanian yang melebihi kamu?"


Tak jauh berbeda dari Maryati, Prasojo pun juga masih berusaha untuk melakukan upaya negosiasi dengan Lingga. Bukan apa-apa, kamituwo itu hanya mencemaskan keselamatan Lingga jika harus menembus hutan sendirian di malam hari seperti ini.


"Pak, Bu, Lingga sudah yakin akan melakukan misi ini. Lingga benar-benar kasihan dengan pemuda itu. Raga dan sukmanya pasti akan sama-sama tersiksa. Dan saya rasa ini adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan batu itu."


"Tapi Ndhuk, bagaimana dengan keselamatanmu? Aku benar-benar khawatir," timpal Maryati dengan air mata yang mulai menetes. Wanita itu nampak begitu terenyuh dengan keberanian yang dimiliki oleh wanita muda di hadapannya ini.

__ADS_1


"Pak Pras dan bu Mar tinggal mendoakan saya saja. Saya percaya bahwa Tuhan juga akan melindungi. Saya yakin bisa kembali pulang dengan selamat."


Maryati dan Prasojo hanya bisa saling melempar pandangan. Sorot mata dua paruh baya itu seakan menyiratkan rasa percaya bahwa Lingga bisa melakukan misi ini sempurna. Keduanya pun sama-sama menganggukkan kepala.


"Kamu hati-hati ya Ndhuk. Doa Ibu dan bapak pasti juga akan senantiasa mengiringi langkah kakimu."


"Aamiin ... Terima kasih banyak bu Mar."


Lingga berjalan ke arah Banyu yang sedang dalam keadaan terlelap. Baru saja pemuda itu bisa tenang setelah dirasuki oleh makhluk yang menguasai raganya. Lingga tersenyum simpul sembari menatap wajah pemuda ini. Entah keyakinan yang timbul dari mana namun ia merasa yakin bisa mengeluarkan sukma pemuda ini dari perangkap dimensi lain itu.


Bertahanlah, aku akan mengembalikan batu itu. Setelah ini, aku pastikan kamu bisa hidup secara normal kembali. Tanpa dirongrong oleh makhluk itu.


.

__ADS_1


.


. bersambung...


__ADS_2