Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-

Jamu Gendong -Janda Muda Gebetan Brondong-
Bab 97. Dia .... Lingga?


__ADS_3


Sorot lampu kota berjejer menerangi jalanan beraspal kota Jogja petang ini. Hiruk pikuk aktivitas anak-anak muda mulai terlihat di sepanjang kawasan Malioboro. Ada yang ber-swafoto (selfie) , ada yang berjalan- jalan sambil menikmati suasana malam kota Jogja, dan ada pula yang hanya sekedar duduk- duduk manis di pinggiran trotoar jalan Malioboro yang memang di khususkan untuk para pemburu suasana malam kota ini.


Setelah puas berjalan-jalan dari ujung utara hingga ujung selatan dan kini Banyu duduk di salah satu bangku taman khas kota Jogja yang terbuat dari beton yang berada di titik Nol Kilometer. Setiap malam, suasana titik Nol Kilometer memang lebih ramai jika dibandingkan di siang hari. Banyak kawula muda yang secara khusus menghabiskan malam mereka tentunya bersama pasangannya masing-masing.


Dari tempat Banyu terduduk saat ini, nampak bangunan-bangunan model klasik yang saat ini digunakan sebagai Kantor Pos, Bank Indonesia, dan Bank BNI. Di sebrang jalan terdapat Gedung Agung yang merupakan tempat singgah Presiden ketika berkunjung di Jogja. Di samping tempat Banyu duduk saat ini, terdapat benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Sebelas Maret yang menambah begitu memikatnya suasana kota Jogja di malam hari seperti ini. Dan tidak ketinggalan, kawasan Malioboro terlihat begitu memukau dengan segala pesonanya.


Banyu menyandarkan bahunya di sandaran bangku taman tempat ia duduk saat ini. Ia menghirup nafas dalam. Hembusan angin yang terasa sedikit lebih kencang membuat matanya terpejam, dan hanya menyisakan segala kenikmatan yang terasa begitu luar biasa.


"Aquanya Mas!"


Mata Banyu yang terpejam tetiba terbuka saat ada gelombang suara yang memasuki indera pendengarannya. Nampak di hadapannya seorang anak perempuan kecil berusia sekitar delapan tahun berdiri di hadapannya. Ia membawa beberapa botol aqua dingin di tangannya.

__ADS_1


Banyu hanya tersenyum simpul melihat sosok perempuan kecil yang rambutnya dikuncir kuda. "Kakak beli satu ya Dek. Berapa?"


"Ini Mas, lima ribu saja!" ujar gadis kecil itu seraya mengulurkan sebotol air mineral ke arah Banyu.


Banyu merogoh saku celananya. Hanya ada pecahan uang lima puluh ribuan yang ia punya. "Ini!"


Gadis itu nampak mengernyitkan dahi. "Uang pas saja ada Mas? Saya tidak punya kembalian. Dari tadi, baru ini yang terjual."


Banyu membuang napas sedikit kasar. Ia sadar bahwa ada banyak hal yang harus ia syukuri. Terlebih kehidupannya yang berada di dalam keadaan yang serba kecukupan.


"Ambil saja semua kembaliannya Dek. Tidak perlu kamu kembalikan," ucap Banyu sambil menerima air mineral ini.


Kedua bola mata si perempuan kecil membulat sempurna dengan bibir yang menganga lebar. "Apa? Semua kembaliannya untuk saya? Tapi ini banyak sekali Mas!"

__ADS_1


Sekilas, Banyu mengusap kepala gadis kecil ini. "Tidak apa-apa. Kakak ikhlas. Setelah ini kamu bisa segera pulang dan beristirahat."


"Terima kasih banyak Mas, terima kasih. Uang ini bisa saya gunakan untuk membeli makanan untuk ibu dan juga adik saya yang ada di rumah," ucap si gadis dengan wajah yang berbinar.


"Ya sudah, sekarang pulanglah. Mumpung masih belum terlalu malam."


"Terima kasih Mas."


Gadis kecil penjual air mineral itu melenggang pergi meninggalkan Banyu. Sedangkan Banyu juga ikut beranjak saat perutnya terasa begitu lapar. Ia ingat bahwa di angkringan kopi Joss tadi, ia belum sempat untuk mengisi perutnya dengan nasi kucing, alhasil perutnya serasa begitu keroncongan.


Banyu mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Dari tempatnya berdiri saat ini, ia melihat ada penjual cilok yang berada di depan kantor pos Jogja. Ia pun memutuskan untuk membeli cilok itu. Baru beberapa langkah ia mengayunkan tungkai kaki, tiba-tiba saja pandangannya tertuju pada segerombolan cewek-cewek yang sedang berjalan di depan Gedung Agung. Sorot matanya menatap lekat salah seorang yang berada di dalam gerombolan itu. Seorang wanita yang nampak tidak asing di dalam penglihatannya. Seorang wanita yang membuat cara kerja jantungnya tiba-tiba saja tiada beraturan. Seorang wanita yang beberapa hari terakhir ini menjadi target pencariannya dan kini ia berada tidak jauh darinya.


"Lingga?!"

__ADS_1


__ADS_2