
Lagi-lagi Banyu dibuat terkejut dengan sikap Sapto yang nampak tidak biasa ini. Setelah kasus pemaksaan yang dilakukan oleh Sapto dimana lelaki itu memaksanya untuk ikut ke suatu tempat, kini pria yang terkenal klimis dan nyentrik itu menyeretnya ke dalam toilet yang berada di sebuah restoran mewah.
"Ini apalagi sih Sap? Mengapa kamu mendorong tubuhku dan memasukkan tubuhku ke dalam toilet seperti ini?"
Sapto mengulurkan sebuah paper bag berwarna cokelat. "Lekas ganti pakaianmu dengan ini!"
Dahi Banyu semakin mengernyit. "Ini apalagi sih Sap? Dan sebenarnya apa yang terjadi kepadamu? Kamu itu nampak aneh. Seperti seseorang yang tengah hilang ingatan."
Wajar saja jika Banyu mengatakan hal itu karena biasanya sosok Sapto selalu berperilaku songong. Namun hari ini seakan semua berbalik seratus delapan puluh derajat. Sapto seakan berubah menjadi sosok pria misterius yang penuh dengan teka-teki.
"Kamu tahu bukan jika saat ini kita berada di restoran mewah? Aku ingin kamu berganti pakaian agar tidak dianggap sebagai lelaki gembel. Lihatlah pakaian yang kamu kenakan. Benar-benar seperti gembel."
Banyu memperhatikan pakaian yang ia kenakan. Ia sedikit terkejut karena benar saja, ia hanya memakai kaos oblong dan celana pendek. Pada akhirnya ia menerima paper bag yang diberikan oleh Sapto.
Beberapa saat kemudian, Banyu telah siap dengan setelan jas hitam yang membalut tubuh kekarnya. Banyu sampai bingung kenapa Sapto bisa tahu ukuran pakaian yang biasa ia kenakan, sampai setelan jas ini begitu pas ditubuhnya.
__ADS_1
"Kalau begini aku akan semakin bangga pada diriku sendiri. Bisa memberikanmu pakaian bagus untuk melihatku melamar pujaan hatiku. Ayo ikut denganku!"
Lagi-lagi Banyu tersentak saat tubuhnya diseret oleh Sapto hingga pada akhirnya mereka tiba di sebuah ruang privat dimana pintu ruangan ini masih tertutup rapat.
"Masuklah!" titah Sapto yang sukses membuat Banyu keheranan.
"Masuk? Maksudnya?"
Sapto tersenyum penuh arti. "Aku akan mundur dalam mengejar dek Lingga setelah aku melihat secara langsung kamu melamar dek Lingga."
Sapto menganggukkan kepala. "Ya, aku mempersiapkan ini semua untuk kalian... Lamarlah dek Lingga malam ini. Setelah itu aku akan mundur. Dan ingat, jangan pernah sakiti dek Lingga. Kalau kamu melakukan hal itu, maka aku lah orang pertama yang akan kamu hadapi!"
Entah sudah berapa kali Sapto membuat Banyu terkejut. Namun tak selang lama tubuh Banyu disergap oleh perasaan haru yang luar biasa hebat. Sapto, yang ia anggap sebagai musuh bebuyutan ternyata memiliki rencana semanis ini. Tanpa basa-basi Banyu memeluk tubuh Sapto dengan erat.
"Terima kasih Sap ... terima kasih. Entah aku harus melakukan apa untuk berterima kasih kepadamu. Maafkan aku karena aku sering merendahkanmu."
Sapto melerai pelukan Banyu. Ia menepuk bahu rivalnya ini. "Aku juga minta maaf karena masih sering mengejar-ngejar dek Lingga. Aku kira hati dek Lingga bisa luluh dengan semua perhatian yang aku berikan, tapi ternyata hatinya selalu berpihak kepadamu. Sekarang masuklah, dek Lingga sudah berada di dalam."
__ADS_1
Banyu mulai meraih tuas pintu ruangan. Pemuda itupun mulai masuk ke dalam ruangan yang nampak sedikit remang ini. Remang karena sumber pencahayaan hanya berasal dari lilin-lilin yang berjajar sedemikian rupa dan membentuk kesan romantis kian terasa. Sorot matanya pun menangkap sosok seorang wanita yang tengah duduk memunggunginya, menghadap jendela.
"Sayang!!"
Lingga berbalik badan. "Banyu!"
.
.
. bersambung...
Acieee... cieee... cieeee.... Ternyata kejutan ini untuk Banyu dan Lingga... Hayooo siapa yang sudah berprasangka buruk terhadap mas Sapto??? Hampir semua pembaca menganggap bahwa Sapto lah yang akan melamar Lingga, hihihihi hihi ternyata mas Sapto orang baik gaesss... ia mempersiapkan ini semua untuk Banyu & Lingga... 🤣🤣🤣🤣
Yuk.. yuk... yuk... berikan dukungan di karya saya yang ini ya kak.. jangan lupa untuk meninggalkan jejak like, komentar, favorit. Maacih kakak-kakak Sayang❤️❤️
__ADS_1