
Di atas sebuah bukit hijau yang berada di dekat pantai tempat resepsi pernikahan Banyu dan Lingga, nampak berpuluh-puluh orang yang tengah berkumpul. Mereka didominasi oleh kaum mamah-mamah muda yang terlihat begitu cantik dan juga beberapa orang yang merupakan kaum papah-papah muda yang juga terlihat tampan. Warna pakaian yang didominasi oleh warna silver seakan kian menambah kesan ke-eleganan yang terpancar.
"Nov, bagaimana? Apakah semua sudah siap dengan sempurna?"
Andika, pria berusia dua puluh lima tahun itu mendekat ke arah seorang wanita muda bernama Novi Aryani yang sedari tadi sibuk kesana kemari. Entah apa yang dilakukannya. Namun sepertinya ia sangat sibuk hari iniππ
Novi mengacungkan keempat jempolnya (yang dua pinjem punya penulisnyaπ€£) "Beres Bang ... semua sudah siap. Tinggal eksekusinya saja."
Andika mengangguk-anggukkan kepala. "Bagus, tidak salah jika kamu aku percaya sebagai ketua tim hore di acara Jamu Gendong ini. Lalu untuk kado apa juga sudah siap?"
Novi celingak-celinguk ke arah sekitar. Setelah menemukan apa yang ia cari, ia menyeret tangan seorang wanita yang berusia sebaya dengannya.
"Ini Bang .... Ningsih, yang bertanggung jawab perihal kado spesial. Jadi bisa bang Andik tanyakan sendiri."
"Bagaimana Ning? Sudah beres semua?"
Wanita bernama Ningsih itu menganggukkan kepala. "Beres Bang ... apa sih yang tidak beres di tanganku? Pekerjaan rumah dari dapur, sumur sampai kasur saja beres, apalagi cuma perihal kado seperti ini? Kecil!"
Andika terkekeh pelan. "Hahahaha. Kamu ini menyombongkan diri atau sedang promosi?" π€£π€£
"Dua-duanya lah Bang, hahaha."
Andika kembali mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Ia pun berjalan ke arah kerumunan orang-orang yang juga sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang memoles bedak, ada yang merapikan kerudung, merapikan sanggul, merapikan alis, merapikan bulu mata dan ada pula yang sibuk ber selfie ria.
Peristiwa seperti ini sangat langka. Datang ke Jogja menghadiri undangan resepsi pernikahan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun untuk akomodasi, jadi mereka berlomba-lomba untuk mengabadikannya. Ya meskipun ini hanya ada di dalam dunia halu semata. π€£π€£π€£
"Dyan!" panggil Andika seraya menepuk pundak seorang wanita.
Wanita cantik bernama Dyandra itu menoleh ke arah sumber suara. "Ya Bang?"
"Semua yang ada di sini sudah makan semua kan?"
"Sudah Bang .... mbak Rasti sudah mendistribusikan tiga puluh tambir lemper, jadi bisa untuk ganjal perut kita terlebih dahulu."
"Ckckckck ckckckck ... tiga puluh tambir lemper? Itu penulis mau bikin kita mabok lemper?" decak Andika keheranan. Antara shock dan mungkin kasihan karena penulis hanya bisa memberikan sajian lemper. πππ
"Biarkan saja Bang ... aku dan yang lainnya sudah membawa tas kresek. Nanti kalau ada sisa lemper mau aku bawa pulang ke rumah. Lagipula banyak kok yang mau bawa. Ada kak Arthi Yuniar, kak Mama Al, kak Kamila Azmi Rokit, dan kak Sri Waltiyah. Aku yakin nanti bakalan nambah lagi."
__ADS_1
"Hmmmm ... baiklah, pokoknya dibagi rata saja. Jangan sampai ada pertikaian hanya karena tidak kebagian lemper. Malu kalau persaudaraan kita terpecah hanya karena lemper. Kalau begitu aku ke sana dulu."
"Oke Bang."
Andika melenggang pergi meninggalkan Dyandra yang tengah sibuk memasukkan lemper ke dalam tas kresek untuk kemudian dibagi rata untuk para tamu undangan.
"Fen!" panggil Andika ke arah seorang wanita cantik dengan hijab berwarna pink.
"Ya Bang?"
"Kamu sudah paham dengan apa yang menjadi tugasmu bukan?"
"Sudah Bang ... setelah tiba di tempat, aku, kak Candra Rahma, kak Aisha, kak Ahmad Affa, kak Yuli Astutik, kak Najwa, kak Pice Korvina, kak Bundane Sycal, kak Princess Rindu, kak Mamaketa, kak Tsaniya Fitria, kak Novi Hartati langsung menuju ke kado spesial yang sudah dipersiapkan oleh kak Ningsih. Jadi tenang saja. Semua pasti akan beres!" jelas sosok wanita bernama Feni Mom's Syahwa itu.
"Bagus Fen .... ternyata pembacanya mbak Rasti memang hebat-hebat. Aku salut sama kalian semua."
"Ya apalagi yang bisa kita lakukan sih Bang, selain hanya memberikan dukungan ke mbak Rasti selain dengan meramaikan kolom komentar, memberikan gift, memberikan like, dan memberikan vote?"
"Ya, ya, ya .... kita doakan saja semoga sebentar lagi mbak Rasti jadi author pemes, bukan hanya author PMS saja. Hahaha." Andika berbalik badan. "Kalau begitu aku lanjutkan dulu tugasku, Fen!"
"Siyaapp Bang!"
"Oki, Ayadi, Heruculas!" sapa Andika ke arah tiga pria gagah yang sedang berdiri ini.
Ketiga pria yang tak lain adalah Oki Amar, Ayadi Tea, dan Heruculas itu menoleh bersamaan.
"Ya Bang?"
"Bagaimana? Sudah siap berangkat?"
"Siap Bang. Kita sudah bisa memanggil mereka satu persatu untuk naik ke balon udara ini," tutur Oki Amar menjelaskan.
"Oke, kalau begitu bisa kita mulai sekarang. Panggil mereka satu persatu!"
"Perhatian semuanya. Mari mendekat ke sini!!!" teriak Heruculas yang seketika membuat para tamu undangan berkumpul, mengerumuni lelaki itu.
"Oke semuanya. Sebentar lagi, kita akan menuju tempat resepsi Banyu dan Lingga menggunakan balon udara ini. Siap semua ya??!!!!"
"Siaaaappppp!!!!"
__ADS_1
Plok.. Plok ... Plok....
Heruculas tersenyum simpul. "Oke, Oke. Aku panggil satu persatu. Nanti di setiap balon udara akan ditempati oleh tiga orang tamu undangan dan satu orang instruktur. Instruktur ini yang akan memastikan balon udara yang kita naiki selamat sampai tujuan."
"Uhuuuuy!!!!"
"Kak Sobat Halu, kak Vitrichan, kak Rumini Parto Sentono!"
Si pemilik nama mulai berjalan untuk menaiki balon udara yang ada.
"Kak Susi, kak Ummah Mahya, kak Rabiatul Adawiyah!"
"Kak Azahra Azka Lestari, kak Novita Sari, kak Ninuk Mamahe Fandy!"
"Kak Hari Yanti, kak Milah Kamilah, kak Sri Astuti Rusli."
"Kak Luluk Farida, kak Larmi Yess, kak Mommy Nu."
Setelah semua para tamu istimewa sudah dipanggil dan menempati posisi masing-masing, mereka akan bersegera menuju tempat resepsi.
"Siaaappp semua!!!!"
"Siaaapppp!!!!!"
"Gooooo!!!!!"
Ckkiiiiitttttttt.....!!!!
Duar... duaar.... duarr... duaarr... duarrrr!!!
Riuh bunyi kembang api raksasa dan petasan mengiringi perjalanan mereka untuk menuju tempat resepsi Banyu dan juga Lingga menggunakan balon udara.
.
.
. bersambung
__ADS_1
Mohon maaf jika ada nama yang terlewat ya kak.. yang pasti part ini spesial untuk para pembaca Jamu Gendong. Terima kasih banyak atas semua bentuk dukungannya ππππ