
Banyu hanya bisa menatap kepergian Lingga dengan tatapan nanar. Ada rasa yang bergejolak dalam dada saat melihat sang pujaan meneteskan air mata. Dan kini wanita yang begitu ia cinta memilih untuk kembali masuk ke dalam rumah untuk menghindarinya.
"Puas kamu? Gara-gara ucapanmu yang penuh dengan kebohongan dan kepalsuan itu membuat wanitaku salah paham terhadapku."
Masih dengan membuang muka Banyu meluapkan semua emosi yang masih bersarang di dada. Akibat perkataan Villia yang masih diragukan kebenarannya ini membuat Lingga berpikir yang tidak-tidak terhadapnya.
"Di sini, aku hanya ingin menuntut pertanggungjawabanmu sebagai lelaki yang telah mengambil keperawananku. Apakah aku salah, hah? Kamu harus bertanggung jawab atas semuanya."
"Cih, aku bahkan tidak percaya dengan omong kosong yang keluar dari mulutmu. Aku percaya ini semua hanya skenario murahan yang kamu buat untuk membuat hubunganku dengan Lingga retak dan hancur di tengah jalan."
"Silakan saja kamu memiliki asumsi seperti itu, karena kamu saat ini sedang dalam keadaan amnesia sehingga lupa akan semuanya. Namun, di sini aku adalah pihak yang dirugikan. Kamu berkata bahwa kamu teramat dalam mencintaiku dan kamu ingin agar kita melakukan hubungan badan itu sebagai pembuktian cinta. Tapi apa yang terjadi? Kamu bahkan lupa akan semuanya. Kamu lupa akan janji yang telah kamu buat sendiri."
Entah keyakinan apa yang bercokol di dalam hati Banyu, namun ia benar-benar tidak percaya dengan segala ucapan perempuan ini. Ia mati rasa dan tidak ada sedikitpun getaran cinta yang ia rasakan terhadap perempuan bernama Villia ini."
"Aku benar-benar tidak percaya. Karena aku hanya menginginkan Lingga yang menjadi istriku. Bukan orang lain!"
__ADS_1
"Silakan. Namun jika memang wanita itu memiliki hati, maka ia tidak perlu berlama-lama lagi untuk melepaskanmu. Dia pasti juga akan mengerti bagaimana rasanya dilupakan oleh seorang laki-laki yang telah merenggut kesuciannya. Lelaki baji*ngan yang tidak mau bertanggungjawab atas semua yang telah dilakukannya."
Banyu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Ia merasa akan sia-sia jika ia lanjutkan perdebatan tiada berfaedah seperti ini. Ia berjanji pada diri sendiri, akan mencari bukti atas apa yang sebenarnya telah terjadi. Banyu mulai mengayunkan tungkai kakinya untuk meninggalkan kediaman Lingga. Ia harus cepat-cepat membicarakan ini semua kepada keluarga besarnya. Bagaimanapun juga, ia tidak ingin menikah dengan perempuan bernama Villia ini.
Villia yang melihat Banyu sudah berjalan lebih dulu, ia pun turut mengikutinya. Namun kali ini, ia tidak langsung pulang ke kediaman Prasojo, namun memilih untuk berjalan-jalan terlebih dahulu untuk berkeliling kampung. Ia pikir suasana kampung ini akan menjadi tempat yang epik untuk ia jadikan konten di akun instagramnya.
"Haaahhh ... sudah lama aku tidak live ig. Sepertinya tempat ini cocok untuk aku bagikan kepada seluruh followers ku. Agar mereka tahu bahwa saat ini aku berada di kaki gunung tertinggi kedua yang berada di Pulau Jawa."
Villia mengeluarkan ponsel yang berada di dalam saku celana yang ia pakai. Ia buka akun instagram yang ia miliki dan kemudian bersiap untuk live instagram.
"Hai guys .... ketemu lagi nih sama aku Villia. Uh, kangen, kangen, kangen, udah lama aku gak berbagi cerita sama kalian semua. Dan saat ini apakah kalian tahu aku ada di mana? Taraaaaaa.... aku ada di kaki gunung Slamet, guys... Salah satu gunung tertinggi yang ada di Jawa."
"Bagaimana? Indah sekali bukan pemandangannya? Kalian pasti sangat setuju jika tempat ini dijadikan tempat healing. Untuk sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk suasana kota."
Sementara itu tidak jauh dari keberadaan Villia terlihat orang-orang ramai berlarian. Jika diperhatikan secara seksama, mereka berlari mengejar kerbau yang terlepas dari ikatannya. Mereka pun bersorak sorai meminta orang-orang menjauh dari kerbau itu.
Bola mata kerbau itu terbelalak lebar saat melihat ada manusia yang memakai pakaian berwarna merah. Kerbau itu menghentak-hentakkan kakinya dan mulai membidik manusia berpakaian merah itu.
__ADS_1
"Mbak awas.... Menyingkirlah. Ada kerbau yang akan menyerudukmu!!!"
Kumpulan orang-orang itu berteriak ke arah Villia yang masih sibuk dengan live instagram. Namun sayang, ia tidak mendengar teriakan itu karena saking asyiknya nge-live. Hingga pada akhirnya...
Dug... Dug... Dug...
"Aaaaaaaahhhhhhh!!!!!"
Byuurrrrrrr!!!!!
"Sialaannnnn!!!!"
Pada akhirnya live instagram Villia berakhir saat ia tercebur di salah satu petak sawah milik warga yang masih berbentuk hamparan tanah berlumpur setelah tiga kali diseruduk oleh hewan yang mirip dengan banteng ini. Seketika Villia seperti manusia yang sedang melakukan spa lumpur. Namun sayangnya lumpur ini berbeda jauh dari lumpur yang digunakan oleh pusat-pusat perawatan tubuh. Bahkan keong-keong kecil pun nampak menghiasi rambutnya.
Lalu bagaimana dengan si kerbau? Ya, setelah menyeruduk Villia, kerbau itu berhenti berlari dan memilih untuk ditangkap oleh si pemilik dan beberapa orang yang mengejarnya.
.
__ADS_1
.
bersambung...