
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari masuk melalui celah-celah gorden sepasang suami istri itu.
Membuat netra wanita cantik nan rupawan itu terkena sinar mentari, yang membuat tidur wanita cantik itu terusik.
Huyammm..
Wanita itu bergeliat, kemudian perlahan membuka kedua kelopak matanya. Wanita itu melihat ke arah samping kanannya. Ia melihat suaminya masih tertidur pulas dengan wajah polosnya. Tamara tersenyum menatap wajah polos suaminya yang masih tertidur pulas. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.
"Untung saja hari ini weekend, sehingga pria itu tidak harus terburu-buru bangun karena harus masuk kantor. Tamara membiarkan pria itu masih tertidur. Dia memilih langsung masuk ke kamar mandi berniat ingin membersihkan diri.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya. Ia pun keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Kemudian Ia memakai baju yang biasa ia gunakan di rumah.
Sementara Cia saat ini sudah asik ngobrol dengan Tuan Aditama di ruang tamu. Keduanya ngobrol sambil menonton film kartun kesayangan Cia. Tuan Aditama sengaja menemani Cia di ruang keluarga menonton televisi. Agar Cia tidak merasa kesepian. Tuan Aditama tidak ingin Cia mengganggu istirahat Regen dan juga Tamara.
__ADS_1
Tamara yang baru turun dari lantai atas, langsung menghampiri putrinya yang sudah terlihat cantik dan wangi. "Putri Mama sudah mandi? Siapa yang mandikan sayang? tanya Tamara penuh.
"Cia mandi sendiri Ma, tapi pakai bajunya dibantu sama Bibi."sahut Cia sambil tersenyum.
"Wah Putri Mama sekarang sudah semakin mandiri, Mama bangga sama kamu sayang."ucap Tamara sambil meraih tubuh putrinya kepelukannya.
Setelah memeluk putrinya, perlahan Tamara melepaskan pelukan itu, kemudian ia berpamitan ke dapur.
Terlihat Tamara membantu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Aditama, untuk menyiapkan sarapan pagi. selama ini Tamara tidak pernah berpangku tangan selama berada di rumah utama keluarga Aditama. Walaupun di sana ada beberapa asisten rumah tangga yang mengerjakan pekerjaan rumah, tetapi Tamara tidak ingin terus berdiam diri saja.
Tapi untuk memastikannya, Nyonya Raina bertanya kepada dokter itu mengenai kondisi kesehatan Januar.
"Bagaimana perkembangan kesehatan Putra saya dokter?"tanya Nyonya Raina kepada sang dokter.
__ADS_1
"Alhamdulillah perkembangan kesehatannya sudah mengalami kemajuan. Saat ini kami sudah memeriksa kalau kondisi pasien sudah semakin membaik. Mungkin dua atau tiga hari lagi pasien sudah bisa pulang ke rumah.
"Alhamdulillah ,Terima kasih Dokter." sahut Nyonya Raina . Kemudian dokter itu pun berlalu meninggalkan ruang rawat inap yang ditempati oleh Januar.
Tuan Baskoro kembali menghampiri Nyonya Raina setelah selesai berbicara dengan dokter. "Ma, Papa punya rencana setelah Januar pulang dari rumah sakit lebih baik pernikahan Januar dengan Evi dipercepat saja. Papa dan Aditama sudah sepakat untuk memberikan restu kepada keduanya.
"Terserah Papa saja, Mama merestuinya selagi itu membuat yang terbaik untuk putra kita." sahut Nyonya Raina. Tuan Baskoro benar-benar terkejut melihat sikap istrinya yang sudah sangat berubah berbeda saat dirinya pertama sekali bertemu dengan Evi
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN