
"Ada apa? Kenapa tiba-tiba kamu ke ruangan saya?"tanya Regen kepada Ronald karena melihat Ronald membawa berkas-berkas yang banyak untuk Regen.
"Ini pak bos, jadwal Pak Bos minggu ini, jika Pak Bos berangkat pergi liburan harus segera menyelesaikan ini semua. karena ini berkas yang sangat penting."ujar Ronald kepada Regen Aditama.
"Apa sebanyak ini?"kira-kira dong kamu kalau mau menyiksa saya. Apa kamu tidak bisa membantu saya juga?
"Bos tenang saja, nanti Januar dan Ronald akan membantu Bos kok. Tapi periksa dulu Pak Bos, siapa tahu ada yang masih perlu diralat.
"Ya, sudah. letakkan saja dulu di atas meja. Nanti akan saya tanda tangani dan periksa dulu.
"Oh iya, pak bos. Makan siang yuk perutku sudah mulai keroncongan nih.
"Tidak, Saya sudah makan bersama istriku tercinta. Istriku yang menghantarkan makanan siang untukku.
Jadi jangan berharap kalau saya menemanimu makan siang hari ini. lebih baik kamu ajak calon istri kamu dan cepat halalkan dia. karena memiliki seorang istri itu sangat membahagiakan. Kamu pasti bisa merasakan itu semua, Jika kamu sudah menikah dengan Marissa.
Bayangkan saja, tepat pukul 12.00 siang perutku sudah keroncongan. Tapi aku memilih untuk melanjutkan pekerjaanku daripada mengisi perutku yang sudah keroncongan. Tetapi karena kedatangan istri cantikku dengan membawa makan siang untukku, membuat saya merasa bahagia. dan ia sengaja datang ke kantor untuk menghantar makan siang.
Padahal kamu tahu sendiri bukan? kalau saya terkadang lupa makan siang jika tidak diingatkan. Apalagi kalau pekerjaan saya sedang padat seperti ini. Tetapi karena adanya istriku membuat aku tidak melupakan makan siang tadi. pokoknya memiliki istri rasanya hidup kita semakin berwarna. ada yang ingatin Kita istirahat, ada yang ngingetin kita makan, ada juga yang ngingetin kita Untuk tetap menjaga kesehatan dan banyak lagi deh. makanya Marissa kamu halalin dong."ujar Regen.
"Jadi Mbak Tamara datang ke kantor?"
"iya."
"Sekarang Mbak Tamara dimana? Apa sudah pulang?
__ADS_1
"Tidak, istriku sedang istirahat di dalam kamar. Ronald hanya menganggukkan kepalanya dan berpamitan kepada dragon untuk kembali ke ruang kerjanya.
"Ah, si Bos mentang-mentang sudah menikah, begitu ngomongnya ke aku!"gumam Ronald baru tiba di ruangannya.
"Kamu Kenapa Mas? Kok muka seperti ditekuk begitu?"tanya Marissa sambil mengembangkan senyumnya.
"Bagaimana mas tidak kesal, si Bos nyindir-nyindir Mas. karena mas tidak nikah-nikah."ucap Ronald sembari terus menggerutu.
"Sudah, tidak perlu kesal begitu."ucap Marissa sambil mengecup bibir pria itu dengan sekilas.
Hal itu membuat Ronal terpaku dengan sikap manis Marissa terhadapnya.
"Mas cerewet!"tidak perlu menggerutu seperti itu. lebih baik Mas pikirkan acara pernikahan kita kapan akan dilaksanakan. apa mas tidak ingin segera menikahi Marissa?
"Buktinya sampai sekarang mas tidak ada niatan untuk pergi ke kampung untuk menemui ayah dan ibuku."ucap Marissa kepada Ronald.
"Bukan mas tidak mau pergi ke kampung untuk menemui kedua orang tua kamu sayang!"Tapi kan kamu tahu sendiri kalau minggu ini jadwal kita padat sayang.
Apalagi kamu tahu sendiri Pak Bos akan berangkat melakukan perjalanan liburan kemungkinan besar untuk menggantikan Pak Bos Mas dan juga Januar yang mengambil tugas Bos. "Ronald berusaha memberikan pengertian kepada.
"Tidak apa-apa Mas!"Marissa hanya bercanda kok jangan dibawa serius. Lagian Marisa juga tahu kalau Mas sekarang lagi sibuk. jadi ngomong Marissa tidak usah diambil pusing. "Oke sayang."nanti kita akan atur jadwal untuk pulang ke kampung ucap Ronald kepada Marissa sambil mengecup kening Marissa.
'Ya, sudah. kalau begitu, kita makan siang yuk! kebetulan Marisa bawa bekal cukup untuk kita berdua."ucap Marissa mengeluarkan rantang bekalnya.
"Kamu serius bawa bekal juga buat Mas?"
__ADS_1
"Iya, Mas! nih buat Mas."ucap Marissa menyodorkan bekal yang sudah ia bawa sebelumnya.
"wah, serasa punya istri beneran dibawain bekal."ucap Ronald sambil mengembangkan senyumnya.
"sebentar ya Mas, Marissa ambil piring dulu ke pantry."ucap Marissa sambil langsung berlalu keluar dari ruang kerja menuju pantry.
Setelah Marissa mengambil piring dan juga sendok dari pantry, Marissa kembali menghampiri Ronal.
"Ini Mas piringnya."ujar Marissa sambil menyendok nasi dan lauk yang ia bawa dari rumah.
"Maaf ya, Mas! masakannya hanya masakan Kampung begini."ucap Marissa merasa tidak enak hati
"Jangan ngomong seperti itu, justru makanan seperti ini yang masih rindukan selama ini."sahut Ronal.
"ya sudah kita makan, yuk!"Nanti keburu jam istirahat habis. Bos Regen ngomel kalau lihat kita ngobrol melulu."ucap Marissa kepada Ronal.
"Mana mungkin bos Regen berani marah kepada adik sepupunya seperti kamu."Puji Ronald membuat Marissa menetapnya dengan tatapan penuh tanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1