
Kini Regen dan Mario sudah tiba dirumah utama keluarga Aditama. Dan terlihat Tuan Aditama sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati siaran televisi. Kebetulan saat ini,Siaran langsung sepakbola club kesayangan Tuan Aditama.
"Assalamu'alaikum pa." sapa Regen saat ia sudah masuk dan langsung menghampiri Tuan Aditama.
"Loh, kok malam bangat pulangnya?
"Apa banyak pekerjaan di kantor?"
"Tidak Pa, tadi Regen mampir kerumah Tamara, tadi siang saat Regen berada di kantor, dia menghubungi Regen. Dia meminta agar Regen datang ke sana. Katanya Cia merindukan Regen. "sahut Regen jujur.
"Oh, ya. Kenapa tidak kamu bawa ke rumah ini? Papa juga merindukan Cia. Cia ada yang baik dan pintar. Papa menyukainya, Mamanya baik otomatis didikannya juga baik untuk putrinya."ucap Tuan Aditama kepada putranya.
"Papa rasa, tidak ada salahnya kamu menikah saja dengan Tamara. Dia wanita yang baik, solehah dan penurut. Kenapa kamu masih betah single seperti ini? Apa kamu masih mencintai wanita yang sama sekali tidak menghargai mu? tanya Tuan Aditama kepada putranya.
"Bukan begitu Pa, hanya saja sudah jelas Papa ketahui, kalau Tamara tidak mudah untuk ditaklukkan. Apalagi dia saat ini sedang terluka, tidak mudah loh Pa, kita menerima orang lain setelah kita dikhianati oleh pasangan kita sendiri."Regen memberitahu apa yang ia rasakan selama ini. Karena apa yang dikatakan Regen barusan benar adanya.
Sulit baginya menerima wanita lain, setelah Pengkhianatan yang dilakukan oleh Bianca terhadapnya. Sudah beberapa tahun Regen mengambil studi di luar negeri, tetapi tak sedikitpun ia tergiur dengan wanita cantik yang ada disana.
Tapi entah mengapa setelah pertemuannya dengan Tamara, hati yang sudah membeku kini mencari begitu saja. Melihat wanita yang baik, dan perhatian terhadapnya.
Apalagi setelah Tamara menyelamatkan dia dari kecelakaan maut yang menimpa Regen, dan Tamara selalu setia menjenguk dan menjaga Regen Jika dia memiliki waktu senggang.
Selama berada di rumah sakit, Tamara selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Regen di rumah sakit.
"Kamu harus lebih berusaha lagi, untuk meluluhkan hati Tamara. Papa yakin kamu mampu melakukan itu."ucap Tuan Aditama kepada putranya Regen.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu, ini sudah malam lebih baik kamu makan baru istirahat." ujar Tuan Aditama.
"Regen sudah kenyang Pa, tadi Tamara yang masakin. Masakannya enak, walaupun masakan sederhana. Regen bisa nambah. Mario juga sepertinya menikmati masa minta marah ia Sampai nambah dua kali." Regen memberitahu sambil terkekeh yang mampu membuat Mario tertunduk karena merasa malu.
"Wah papa jadi tidak sabar lagi, ingin juga menikmati masakan Tamara. Kenapa sih tidak langsung bawa aja ke rumah Ini Tamara, dia wanita yang baik dan cocok menantu papa."kekeh Tuan Aditama yang membuat ketiga pria itu pun tertawa ngakak.
Setelah ngobrol panjang lebar dengan Tuan Aditama, Regen memilih untuk langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan diri. selama berada di kamar mandi, ia terus menyinggung kan senyuman. Membayangkan saat Tamara melayani dirinya di meja makan tadi.
"Ya Allah, jika engkau berkehendak persatu aku dengan Tamara. Aku ingin membahagiakan wanita yang sudah menyelamatkanku dari jurang maut. Dia begitu perhatian dan tulus menolongku. Aku berjanji Allah akan membahagiakan dirinya dan juga Cia."gumam Regen di dalam hati.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Regen langsung meraih handuk, dan ia pun keluar dari dalam kamar mandi,Setelah melilitkan handuk itu di pinggangnya.
Tiba-tiba suara notifikasi ponselnya terdengar jelas di telinganya. Ia langsung meraih ponsel itu, dan melihat di layar ponselnya kalau Tamara yang mengirimkan pesan untuknya.
"PaK Regen, sedang apa? apa sudah tiba di rumah? Terimakasih ya Pak, sudah membuat putri saya bahagia hari ini. Maaf sudah merepotkan bapak."pesan itu yang dikirimkan oleh Tamara ke layar ponsel milik Regen.
"Tidak seharusnya putriku Cia merepotkan bapak, sekali lagi maaf ya pak."pesan Tamara
"Jangan terus minta maaf, kamu tidak ada salah ngapain minta maaf. Justru aku senang bertemu dengan Cia dan kamu. Oh iya, Papa meminta kalian datang ke rumah. Besok pulang dari kantor saya jemput ya."pesan dikirim oleh Regen disertai dengan emoticon love.
Membaca pesan terakhir Regen, Tamara mengerutkan keningnya. Bingung apa maksud emoticon love yang dikirimkan oleh Regen kepadanya.
"Baiklah, aku akan menunggu. Warung akan saya tutup lebih awal nanti."pesan dikirim Tamara yang dirinya menyetujui ajakan Regen.
Regen mengembangkan senyumnya, setelah membaca pesan terakhir yang dikirimkan Tamara. Kalau Tamara setuju datang ke rumah utama keluarga Aditama. Itu artinya Regen memiliki kesempatan lebih dekat dengan Tamara.
__ADS_1
Setelah berbalas pesan dengan Tamara, Regen menggunakan pakaian tidurnya, lalu langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Saat ini Regen susah untuk memejamkan matanya, yang entah mengapa bayangan Tamara yang menari-nari di pikirannya.
Malam ini terasa lama baginya, ia sudah tidak sabar lagi menanti hari esok. Dia pun membuka sosial media miliknya. Kemudian Ia melakukan pencarian sosial media milik Tamara. Dan Akhirnya dia berhasil menemukan sosial media Tamara.
Regen tertawa cengengesan ketika melihat foto-foto Tamara saat masih kuliah, dan saat bekerja di ALC. Ia benar-benar dihipnotis akan kecantikan Tamara. Memang ada sedikit perbedaan penampilan Tamara yang dulu dengan sekarang.
Tapi itu tidak luput dari keadaan, yang membuat Tamara tidak dapat berpenampilan seperti dulu lagi. Apalagi Tamara saat ini sebagai single Mom. Untuk membiayai kehidupannya dan kehidupan putrinya sehari-hari, pastilah Tamara harus berjuang sendiri.
Berbeda saat dirinya masih bekerja di kantor ALC COMPANY penampilannya terlihat sangat cantik dan anggun. Tapi Regen berjanji akan merubah itu, agar Alven menyesal telah meninggalkan Wanita berhati malaikat seperti Tamara.
Ingat Alven, Aku akan membuat kamu menyesal telah menyia-nyiakan wanita sebaik Tamara. Bagaimanapun aku akan memperjuangkan menggapai cinta Tamara." gumam Regen di dalam hati sembari terus memperhatikan sosial media milik Tamara.
Sementara di tempat lain. Sepeninggalan Regen, Tamara duduk di atas ranjang tempat disamping putrinya. Ia mengelus rambut cantik putrinya, sembari berucap "Maafkan Mama sayang, kamu harus kekurangan kasih sayang dari seorang ayah karena Ayah kamu lebih memilih wanita itu." gumam Tamara di dalam hati, lalu ia memberikan kecupan hangat di kening putrinya.
Entah mengapa bayang-bayang Regen berputar di kepalanya. Sikap manis Regen terhadap Cia dan juga terhadapnya membuat Tamara sedikit terenyuh. Tapi Tamara langsung berpikir, sungguh tidak mungkin Regen jatuh cinta kepadanya. Sedangkan Regen seorang pria kaya raya yang memiliki pendidikan yang tinggi.
Alven saja yang hanya seorang karyawan di perusahaan milik Regen mampu menghianati cintanya. Apalagi seperti Regen yang memiliki segudang harta pastilah Banyak wanita yang berada di sekelilingnya.
Tamara langsung menepis Regen dari dalam pikirannya. Takut perasaannya semakin mendalam, setelah putrinya dan dirinya mendapatkan sikap manis dari Regen. Tamara tidak ingin kecewa untuk yang kedua kalinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"