Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 117. PILIHAN YANG SULIT


__ADS_3

Clarissa melepaskan cekalan tangannya. Clarissa mengeluarkan sesuatu dari tasnya, sebuah benda yang berkilau membuat mata Tamara melotot melihatnya.


"Aku mohon, jangan sakiti aku dan anakku, aku akan memberikan apapun yang kamu minta asalkan kau lepaskan aku."pinta Tamara. Air matanya sudah mengalir deras dia benar-benar ketakutan melihat perempuan itu, yang seperti kerasukan setan.


Sebuah pisau berada dalam genggaman Clarissa. Dia berjalan mendekati Tamara kemudian dalam sekejap ujung pisau itu sudah menempel di wajah cantik Tamara. Membuat tubuhnya bergetar hebat.


"Bagaimana kalau kita main-main sebentar?


"Wajahmu memang cantik pantas saja Regen sangat mencintaimu."ucap Clarissa sambil menyusuri wajah Tamara dengan ujung pisau kecil. Clarissa benar-benar merasa puas membuat Tamara merasa ketakutan.


"Tolong lepaskan aku!"teriak Tamara tapi Clarissa tidak peduli akan teriakan Tamara yang meminta tolong dilepaskan. Justru Clarissa semakin beringas dia berikan goresan luka di wajah cantik Tamara. Karena Clarissa menginginkan wajah Tamara yang cantik itu, berubah menjadi buruk rupa setelah Clarisa memberikan luka di wajah Tamara.


Tamara berteriak sekencang-kencangnya karena merasakan sakit yang amat perih di wajah cantik Tamara. Karena sayatan pisau kecil yang dilakukan oleh Clarissa terhadapnya.


"Ayo, berteriak sebisamu. Tidak akan ada yang mendengar mu disini. Dan tidak ada yang akan menolong mu. Kamu dan bayi kamu itu akan mati di tanganku." tawa Clarissa menggema diisi ruangan bangunan tua itu.


Clarissa kembali menampar wajah cantik Tamara berulang kali. Sampai akhirnya Tamara kembali jatuh pingsan. "Aku akan membuatmu menghilang tanpa jejak agar Regen tak dan Tuan Aditama dan juga Cia akan merasakan bagaimana rasa sakit yang di rasakan kakakku. Aku ingin membuat Regen dapat merasa sakit sama yang Kak Alven rasakan.


"Go to the hell!!!! tawa Clarissa membuat anak buahnya bergidik ngeri, karena tawa Clarissa seperti nenek Lampir.


Sementara di tempat lain, Januar dan juga Mario mencari tahu keberadaan Tamara melalui jaringan CCTV di mall tempat Tamara berbelanja. Tetapi ketika CCTV mengarah ke arah jalan raya, setelah Tamara selesai berbelanja, Tamara dihampiri dua orang lelaki yang bertubuh besar dan langsung memasukkan Tamara ke dalam mobil. Untungnya CCTV dapat merekam nomor plat mobil yang digunakan oleh anak buah Clarissa untuk menculik Tamara.


Januar langsung memberitahu kepada Regen bahwa besar dugaan kalau Tamara diculik. Tanpa mendapat perintah dari Regen, Januar langsung memberikan laporan kepada pihak kepolisian dengan bekal memberikan rekaman CCTV itu, yang menjadi bukti kepada pihak kepolisian. Agar pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk mencari tahu keberadaan Tamara.


Regen sangat mengkhawatirkan kondisi Tamara. Apalagi Tamara saat ini sedang hamil tujuh bulan. Hal itu yang membuat Regen semakin sangat khawatir.


Tuan Aditama dan juga Cia yang mendapat kabar, Kalau Tamara diculik seseorang pun langsung menangis histeris apalagi dengan Cia.

__ADS_1


Tuan Aditama langsung mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Tamara. Dengan gerak cepat, anak buah Tuan Aditama sudah mendapat titik terang, ketika sambungan telepon seluler terakhir aktif milik Tamara terdeteksi oleh anak buah Tuan Aditama melalui ilmu IT yang di miliki anak buah Tuan Aditama.


Yang ternyata lokasinya tempat berada di pinggiran kota Jakarta. Pihak kepolisian membantu anak buah Tuan Aditama, untuk menyisir lokasi tempat Tamara disekap oleh Clarissa.


"Aku tidak akan mengampuni siapapun pelaku penculikan istriku, Jika terjadi sesuatu kepada istri dan anakku." ucap Regen sangat khawatir, juga sangat emosi, langsung meminta kepada pihak kepolisian tidak memberikan ampunan kepada pelaku.


Setelah sepuluh jam dalam pencarian, lokasi tempat Tamara di sekal akhirnya ditemukan.


Dengan hati-hati,anak buah Tuan Aditama dan Regen sudah bersiap untuk menyelamatkan Tamara. Tamara yang keadaanya cukup tragis tampak tidak berdaya, sudah tergeletak begitu saja. Dengan tangan terikat, mulut ditutup dengan kain hitam, membuat Tamara semakin tak berdaya


Clarissa yang sudah mengetahui lokasi tempat dirinya menyekap Tamara sudah dikepung oleh pihak kepolisian, dan juga anak buah Tuan Aditama dengan gerak cepat ia berniat melarikan diri.


"Sialan!!!! dari mana mereka tahu tempat ini?!!" pasti ada salah satu di antara kalian yang mengkhianati aku, bukan?!! tuduh Clarissa sembari mengancam anak buahnya itu.


"Kami tidak pernah memberitahu siapapun Bos."


lalu Clarissa berlari keluar untuk melarikan diri. Tetapi saat Clarissa berniat melarikan diri, beberapa anggota kepolisian sudah dapat meringkus nya. Januar dan Mario langsung masuk ke dalam gedung tua itu dan melihat kondisi Tamara yang begitu memprihatinkan.


Regen juga yang baru tiba di dalam gedung tua itu, langsung berlari menghampiri Tamara yang saat ini berbaring lemah tanpa sadarkan diri. Darah segar mengalir di bagian wajah cantik Tamara, begitu juga dari sudut bibirnya.


Di ruangan gedung tua itu.


"Sayang bangun!!!!


"Sayang bangun!!!!


"Kau pasti bisa bertahan sayang." tangis Regen sembari langsung menggendong tubuh Tamara masuk ke dalm mobil dan melarikan Tamara ke rumah sakit terdekat.

__ADS_1


Setelah tiba di rumah sakit, Tamara langsung diperiksa oleh tim dokter. Dokter meminta persetujuan kepada Regen agar segera dilakukan tindakan operasi mengeluarkan bayi Tamara yang ada di dalam kandungannya, agar nyawa Tamara dapat tertolong.


"Maaf Tuan Regen! Sepertinya bayi yang ada di dalam kandungan Nyonya Tamara harus segera dikeluarkan. Tetapi dalam tindakan operasi ini, anda perlu ketahui dengan berat hati kami akan memberitahu kalau di antara mereka ada yang tidak bisa tertolong."


Duar!!! Jantung Regen berdegup kencang ketika dokter memberitahu hal yang sebenarnya yang dapat terjadi kepada Tamara dan bayinya.


"Tetapi, percayalah kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan keduanya karena kondisi Nyonya Tamara saat ini cukup memprihatinkan, dan juga membutuhkan donor darah agar operasinya dapat dilakukan sekarang juga.


"Ambil darah saya dokter!!! ambil sebanyak-banyaknya, saya tidak peduli.


"Maaf Pak, kita harus terlebih dahulu memeriksa golongan darah yang cocok untuk Nyonya Tamara. Pasca operasi kelak ,harus ada persediaan darah minimal dua kantong darah dan stok golongan di rumah sakit ini, stoknya kebetulan sedang habis yang sama golongan darahnya dengan Nyonya Tamara.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya, dokter! saya akan mencari pendonornya. Saya tidak peduli berapapun bayarannya." ucap Regen dan langsung meminta izin untuk mencari donor darah yang satu golongan darah dengan sang istri


Evi yang mendengar kondisi Kakak angkatnya dalam keadaan kritis langsung menuju ke rumah sakit. Ia pun meminta kepada pihak dokter untuk mengambil darahnya karena kebetulan golongan darah EVi sama dengan golongan darah Tamara.


Regan bernafas lega, karena Evi dan Marissa bersedia menyumbangkan darahnya kepada istrinya.


"Apa yang harus saya lakukan, Pa?? kondisi istri dan anak Regen di dalam sangat terancam. Aku tidak tahu siapa yang harus diselamatkan, karena dokter mengatakan kalau salah satu di antara mereka akan Regan pilih untuk diselamatkan. Regen sangat menyayangi Tamara, tetapi Regen juga menyayangi anak Regen yang ada di dalam kandungan Tamara."Tangis Regen


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2