Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 114. PERMINTAAN EVI


__ADS_3

Liburan bulan madu Januar dan Evi begitu menyenangkan. Keduanya memutuskan untuk segera kembali ke ibukota untuk melakukan tugas dan tanggung jawab mereka bekerja di ALC COMPANY. Setelah beberapa minggu belakangan ini mereka menghabiskan waktu liburan bulan madu di Pulau Dewata Bali.


"Alhamdulillah, akhirnya kita sudah sampai ya Mas."ucap Evi ketika sudah berada di Bandara Soekarno Hatta. Terlihat taksi online yang sudah dipesan oleh Januar sebelumnya sudah datang menghampiri mereka.


Januar sengaja tidak memberitahu kepada Regen, Kalau hari ini mereka sudah pulang ke Jakarta. Evi juga tidak memberitahu kepada Tamara dan juga Marissa.


Tak lupa Evi membawa oleh-oleh khas dari Pulau Dewata Bali.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih satu jam dari Bandara Soekarno Hatta menuju rumah utama keluarga Baskoro, Mereka pun tiba di sana. Tampak rumah sepi seperti tidak ada berpenghuni. Hanya Ada petugas keamanan dan dua orang asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Baskoro yang ada di sana.


"Assalamualaikum!"sapa Evi ketika sudah tiba di rumah utama keluarga Baskoro sahutan dari salah satu asisten rumah tangga datang menghampiri mereka.


"Waalaikumsalam, Non! Salah satu asisten rumah tangga ketika sudah melihat kehadiran Evi dan juga Januar di rumah utama.


"Papa dan Mama di mana Bi? tanya Januar menanyakan keluar keberadaan Tuan Baskoro dan nyonya Raina.


"Tuan, saat ini masih berada di kantor Tuan, sedangkan Nyonya pergi arisan dengan teman teman arisannya."sahut asisten rumah tangga itu sambil membantu Januar membawa barang bawaan mereka masuk ke dalam rumah.


Januar dan Evi berniat ingin Langsung istirahat. Mengingat perjalanan mereka hari ini cukup melelahkan. Setelah membersihkan diri, Evi langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran king size itu.


Tampak Januar menatap istrinya yang sudah terlihat kecapean hari ini. Sehingga Januar tidak ingin mengganggu istirahat istrinya.


"Januar pun akhirnya memberikan tubuhnya di samping istrinya, setelah membaca beberapa pesan Whatsapp dari Regen. Ia sengaja tidak memberitahu kepada Regen kalau mereka sudah tidak berada di kota Jakarta.


***


"Pagi Mas."sapa Evi


"Mas tidak ke kantor? kok malah masih tiduran? Januar menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. Ia langsung meraih tubuh istrinya ke pelukannya.


"Mas, akan ke kantor sayang. Kamu tenang saja.


"Oh iya Mas, Evi masih bisa kerja di ALC COMPANY, walaupun Evi sudah menjadi istri mas? tanya Evi berharap Januar akan mengijinkannya tetap bekerja di kantor ALC COMPANY.

__ADS_1


"Untuk apa kamu bekerja? Mas, masih bisa menghidupi dan membiayai kehidupan kita.


"Tapi Evi akan merasa bosan di rumah Mas, Kalau tidak ada kesibukan sama sekali.


"Sayang, Jangan membuatku dilema. pekerjaan seorang istri hanyalah pengurus suami dan juga rumah tangga. Bukan mencari nafkah. Tugas suami yang mencari nafkah untuk anak dan istrinya. Mas janji akan memenuhi segala kebutuhan yang kamu butuhkan.Mas akan butuhi."ucap Januar kepada sang istri.


Kali ini, Evi tidak dapat berkata apa-apa. Karena apa yang dikatakan sang suami benar adanya.


Evi memberikan kecupan hangat di bibir ranum Januar. Perlahan kecupan itu semakin mendalam. Hingga lidah mereka saling bertautan di sana. Ada rasa bahagia di hati Januar, Ketika istrinya Evi sudah mulai berani memberikan kecupan di bibirnya tanpa Januar sendiri yang memulai.


Tangan Evi sudah mulai menjalar di bagian adik kecil Januar. Membuat Januar mengeluarkan de$@hanya. Hal itu membuat Evi semakin melancarkan aksinya. Ia semakin mempercepat gerakan tangannya.Gerakan dan gerakan yang dilakukan Evi terhadap suaminya. Membuat suaminya benar-benar menikmatinya. Januar tidak ingin tinggal diam tangan Januar pun sudah mulai berjalan di bagian organ tubuh sang istri.


Membuat Evi tidak dapat menahan de$@hanya. De$@han demi de$@han saling bersahutan di kamar pengantin itu.


Mereka seolah tidak peduli kalau hari sudah pagi. Dan mereka akan melakukan aktivitas masing-masing seperti biasa.


Kobaran asmara antara kedua insan saling di mabuk cinta itu menikmati hari Pagi yang indah. Hingga dua puluh menit berlangsung, keduanya sama sama mencapai puncaknya. Januar mengembangkan senyumnya. Ia berterima kasih kepada istrinya, atas apa yang sudah dilakukan Evi pagi ini.


"Terima kasih sayang, Kamu benar-benar luar biasa pagi ini. Mas Jadi semangat bekerja." ucap Januar sumber langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik Evi.


Januar menatap Evi dengan tatapan penuh cinta. Entahlah, saat ini Januar tidak ingin berjauhan dengan Evi. Ia ingin tetap Terus Bersama sang istri.


Januar paham saat ini istrinya sedang kelelahan melayani dirinya. Sehingga Januar membiarkan Evi istirahat.


setelah merasa tenaganya pulih kembali, Evi langsung berlalu ke kamar mandi, berniat bersih untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Evi menggunakan pakaian. Evi yang saat ini selesai memakai pakaiannya, memandang pantulan tubuhnya di depan cermin.


Tiba-tiba Januar datang menghampiri dan memeluk Evi dari belakang. "Kamu benar-benar cantik sayang, membuat Mas mabuk."ucap Januar memuji kecantikan sang istri.


"Tidak perlu menggodaku seperti itu mas. membuat Evi menjadi besar kepala nanti." suhut Evi, sambil tertawa cengengesan. Januar tidak ingin melewatkan momen itu.


Sesekali ia mendokumentasikan kemesraan mereka dengan menggunakan ponsel miliknya. Januar juga upload salah satu foto mesra mereka di salah satu akun sosial media miliknya.


Membuat setiap netizen berteman dengan Januar, memberikan komentar. Kebetulan Januar juga memiliki pengikut yang lumayan banyak di dunia maya. Sehingga dalam waktu yang singkat ribuan komentar dan menghampiri status sosial media Januar.

__ADS_1


Hal itu membuat Januar langsung tertawa ngakak membaca beberapa komen dari pengikut Januar. Mendengar suara tawa lepas dari sang suami, Evi penasaran. ia pun langsung menghampiri Januar.


"Ada apa sih mas, kok mas seperti bahagia sekali sampai tertawa lepas seperti itu?" tanya Evi penasaran. lalu Januar pun menunjukkan foto mesra dan video kebersamaan mereka yang ia upload di salah satu akun sosial media miliknya, mendapat puluhan ribu komentar dan like.


Evi menggelengkan kepalanya. "Astagfirullah, foto kita seperti ini Mas upload di dunia maya! apa mas tidak malu dilihat para teman-teman mas? tanya Evi sambil memanyunkan bibirnya.


"Ngapain juga harus malu sayang? justru mas bangga memiliki istri cantik dan baik hati seperti kamu. Mas ngelakuin ini agar mereka tidak terus menggoda Mas di akun sosial media."Januar memberitahu nya dengan percaya diri.


Salah satu dari netizen yang kenal dekat dengan janur berkomentar di akun sosial media miliknya.


"Akhirnya kamu menikah juga. Aku kira kamu belok dan tidak menyukai seorang wanita. ternyata istri kamu sangat cantik Cayo, semangat mencetak anak."komentar salah satunya netizen yang mencuri perhatian Evi.


"Siapa sih,ini? Sepertinya dia kenal banget dengan kamu? tanya Evi penasaran.


"Dia teman satu kampus dengan mas jurusan kuliah. Saat itu ia mengira Mas suka sesama jenis. Karena Mas tak kunjung memiliki kekasih, sementara banyak wanita yang mencintai Mas kala itu. Tetapi mas tidak meresponnya sama sekali. Membuat Dia mengira Kalau mas tidak tertarik dengan wanita. Dan Mas memilih berteman dekat dengan pria seperti Regen ."sahut Januar terkekeh.


"Memangnya dulu mas tidak doyan wanita? tanya Evi tertawa cengengesan.


"Pertanyaan macam Apa itu, sayang? Kalau mas tidak mencintai seorang wanita atau tidak tertarik dengan wanita, maka Mas tidak akan menikahi kamu. Apa kamu kurang puas dengan pelayanan Mas tadi malam? tanya Januar sambil ini langsung meraih tubuh istrinya.


"No.... no... no" pagi ini sudah cukup. Tubuhku sudah terasa remuk." ucap Evi langsung tertawa ngakak. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga kedua insan itu. awalnya mereka sama sekali tidak menghiraukan.


Tetapi ketikan itu semakin kencang. Membuat Januar langsung bangkit dari tempat duduknya, melihat Siapa yang menutup pintu kamar mereka. Ketika pintu kamar itu terbuka, sosok Tuan Baskoro datang menghampiri Januar dan juga Evi.


"Masih betah di kamar, Apa kamu tidak pergi ke kantor hari ini?"tanya Tuan Baskoro sambil mengembangkan senyumnya


"Besok aja Pa, Januar masih ingin istirahat."sahut Januar


"Ya sudah, kalau begitu. Awas jaga kesehatan menantuku juga. Jangan kau hajar terus."ucap Tuan Baskoro sambil langsung berlalu dari sana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2