
Malam ini Alven sama sekali tidak pulang ke rumah. Dia memilih pergi menghabiskan waktu di sebuah klub malam. Mendengar omelan sang istri yang terlalu banyak menuntut menurutnya, membuat Alven merasa pusing akan permintaan Soraya yang semakin hari semakin membuatnya gerah.
Sementara Soraya menggeram kesal, karena Alven tak kunjung pulang ke rumah. Pikirannya meradang ke mana-mana. Soraya mengira kalau Alven pergi menemui Evi.
Soraya beranjak dari tempat duduknya. "ini tidak bisa dibiarin. Aku akan memergoki mereka di apartemen wanita ganjen itu."gumam Soraya dalam hati sembari langsung mengambil mobil miliknya.
Soraya melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju apartemen yang ditempati Evi. Ya, Soraya mengetahui apartemen Evi karena sebelumnya Soraya pernah mengikuti Evi. Saat itu, ia curiga kalau Alven dan Evi memiliki hubungan khusus. Sehingga ia pun membuntuti Evi sampai ke apartemen yang ditempati Evi.
Setelah kurang lebih dua puluh menit membelah jalanan ibukota tepatnya pukul dua dini hari. Mobil Soraya tiba di basement apartemen yang ditempati oleh Evi. Petugas keamanan yang berjaga di sana menghampiri Soraya yang baru memarkirkan mobil miliknya.
"Maaf Nyonya Mau cari siapa? tanya petugas keamanan itu kepada Soraya. Petugas keamanan itu merasa tidak tega melihat Soraya yang kacau. Padahal saat ini wanita itu sedang hamil besar.
"Saya ingin bertemu dengan suami saya, Saya yakin suami saya sedang bersama wanita murahan itu di apartemen ini."ucap dengan nafas naik turun.
"Maaf Nyonya, Kalau boleh tahu siapa suami nyonya? tanya petugas keamanan itu yang tampak penasaran siapa sosok pria yang dimaksud oleh Soraya.
Soraya memberikan foto Alven yang ada di layar ponselnya kepada petugas keamanan itu. Membuat petugas keamanan itu mengerutkan keningnya.
"Maaf Nyonya, tetapi pria ini tidak pernah datang ke apartemen ini. Petugas keamanan itu memberitahu tapi Soraya tidak percaya begitu saja. Ia memilih langsung berjalan masuk ke dalam lift menuju lantai di mana keberadaan apartemen milik Evi.
Petugas keamanan itu berusaha mengejar Soraya. Tetapi Soraya sudah keburu masuk ke dalam lift.
"Astaga! Siapa wanita ganjen yang dimaksud wanita itu? gumam petugas keamanan itu sambil geleng-geleng kepala.
Saat sudah tiba di lantai sepuluh tepatnya di apartemen mewah milik keluarga Aditama yang ditempati oleh Evi, dia langsung menggedor pintu itu.
Evi yang saat ini sedang menikmati siaran televisi Ia pun terhenyak, mendengar suara ketukan pintu yang terdengar nyaring di telinganya.
__ADS_1
Evi, bangkit dari tempat duduknya bingung siapa yang mengetuk pintu apartemennya sudah larut malam. Ia melihat ke arah luar dari lubang kecil yang tersedia di pintu.Ia membulatkan matanya ketika melihat Soraya yang datang menghampirinya.
Evi mengembangkan senyumnya. Ia tahu Soraya datang ke sana karena ia bertengkar dengan suaminya Alven. Tapi dia peduli apa? dia sudah membenci dua orang durjana itu karena telah menghancurkan rumah tangga Kakak angkatnya Tamara.
Evi sengaja membuka pintu tanpa ada rasa takut sedikitpun. "Hai pelakor!!!! di mana suamiku? kamu jangan pernah mengganggu Rumah tanggaku Dengan Suamiku!" teriak Soraya, sambil melangkah masuk ke apartemen yang ditempati oleh Evi. Padahal Evi belum mempersilahkannya masuk.
"Suami kamu?
"Suami kamu yang mana?
" Tubang kamu yang bernama Kim Liu? tanya Evi sambil tersenyum.
Mendengar nama Kim Liu di terucap dari mulut Evi, membuat Soraya membulatkan matanya ia bingung Mengapa Evi mengetahui sosok Kim Liu.
Dia khawatir kalau Evi mengetahui rahasia yang ia tutup rapat-rapat dari semua orang bahkan dari suaminya Alven.
"Apa maksud kamu! teriak Soraya
"Kamu Mengataiku pelakor? apa tidak salah? seharusnya kamu introspeksi diri sendiri, karena yang pelakor itu bukan saya. Tapi kamu! kamu hampir saja menghancurkan dua rumah tangga sekaligus.
"Maksud kamu apa? teriak Soraya
"Apa perlu saya perjelas? rumah tangga Tuan Kim Liu dengan istrinya hampir saja hancur hanya karena dirimu. Tetapi karena Tuhan Kim Liu orang yang pintar dan tidak bisa kamu bodohi, sehingga dia langsung menjauh darimu. Tetapi yang menjadi korban kamu itu, Alven dan Kak Tamara juga Cia ikut menjadi korban atas perbuatanmu.
Soraya membulatkan matanya. Itu artinya Evi mengetahui janin yang ada di kandungan Soraya itu bukanlah benih dari Alven melainkan benih orang lain.
Soraya tidak peduli. Ia bahkan terus mencari-cari keberadaan Alven di sana, tapi ia tidak menemukannya membuat dirinya semakin kesal.
__ADS_1
"Jangan pernah mengacak-acak apartemenku atau kamu akan saya laporkan ke yang berwajib?"
"Ingat! kartu As mu saya pegang, kamu hati-hati. Sekali lagi kamu menuduhku pelakor maka kartu As mu itu akan saya bongkar beserta dengan bukti-buktinya. Agar semua orang tau siapa kamu sebenarnya. Dan tidak akan ada pria yang ingin dekat dengan kamu. Bahkan Alven akan segera menceraikan mu." ancaman Evi, yang mampu membuat Soraya ketakutan.
Soraya menjadi kesal. Ia pun langsung keluar dari apartemen berjalan keluar, dan masuk ke dalam lift.Setelah tiba di basement, ia langsung masuk ke dalam mobil miliknya melajukannya keluar dari area apartemen menuju Jalan Raya.
Pikiran Soraya saat ini sangat kacau, khawatir kalau Evi akan membocorkan kalau janin yang ada di rahimnya itu bukanlah benih dari Alven. Bisa-bisa Alven langsung menceraikannya, sebelum bayi yang ada di dalam kandungannya lahir.
Soraya benar-benar bingung harus berbuat apa saat ini. Pendapatannya dari butik semakin hari semakin menurun, membuat dirinya pun kekurangan modal bahkan modal yang ia tanamkan sebelumnya sudah termakan olehnya.
Sementara di tempat lain, Alven tampak sudah di bawah pengaruh alkohol Ia pun merancu, menyesal telah meninggalkan Tamara dan lebih memilih Soraya yang ia kira dulunya dia wanita yang baik, ternyata dia membuat dirinya semakin pusing.
Dia pun sampai tertidur di club itu, kondisinya saat ini benar-benar kacau.
Setelah sepeninggalan Soraya, Evi langsung menghubungi nomor ponsel Januar dan memberitahu apa yang terjadi di apartemen miliknya. Kalau Soraya datang marah-marah dan menuduhnya menjadi pelakor dan duri di dalam rumah tangga Soraya dan Alven.
Hal itu membuat Januar merasa kasihan kepada Evi dan meminta kepada Evi agar menghentikan aksinya saja. Dari sini Mereka sudah mengetahui kalau rumah tangga Alven dan Soraya saat ini sudah di ujung tanduk. apalagi Evi sudah mengetahui kartu As yang dimiliki Soraya membuat Soraya tidak bisa berkutik lagi.
Entah apa yang akan terjadi nantinya, yang pasti saat ini Soraya benar-benar kacau.
"Sudahlah, biarkan saja mereka seperti itu. kita lihat saja nanti Bagaimana hubungan mereka kelak. Lebih baik kita hentikan saja dan berterus terang lah kepada Alven, kalau kamu sama sekali tidak mencintainya." ucap Januar kepada Evi.
Evi pun setuju atas usulan Januar. Dia tidak ingin lebih dalam lagi untuk menghancurkan rumah tangga Soraya dengan Alven.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"