Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI


__ADS_3

"Sudah, jangan ngoceh melulu. Sekarang lebih baik kita makan. masalah Tidak enaknya jangan diomongin ya, Mas."ucap Marissa sambil terus menghabiskan nasi yang ada di dalam piringnya. dengan sekejap Ronald menghabiskan bagiannya.


"Sumpah! ini enak banget sayang, Mas suka banget masakan kamu. kalau bisa tiap hari makannya seperti ini, Pasti Mas akan gemuk deh." ucap Ronald sambil meminum air putih yang sudah disediakan Marissa sebelumnya.


****


Sore harinya ketika Januar ingin kembali ke rumah, dia terlebih dahulu singgah di sebuah minimarket. Membeli sesuatu pesanan dari Nyonya Raina. Ketika ia tiba di minimarket, dan sudah membeli bahan makanan yang dipesan oleh Nyonya Raina, tiba-tiba Dia teringat akan istrinya yang suka ngemil. Januar membeli beberapa cemilan untuk sang istri tercinta.


Setelah selesai membeli bahan makanan dan juga cemilan untuk sang istri, Januari langsung menuju kasir. Dan membayar barang belanjaannya. Kemudian ia berjalan ke parkiran menaiki mobil yang ia kendarai.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 15 menit membelah jalanan ibukota yang lumayan macet, kini mobil Januar sudah memasuki pekarangan rumah milik Tuan Baskoro. Ya, untuk saat ini, Januar dan Evi masih tinggal di rumah kedua orang tua Januar. Padahal Januar sudah menyiapkan rumah pribadi untuk mereka tinggali.


Tetapi Nyonya Raina, belum memberikan Januar dan Evi pindah ke rumah itu. sebelumnya mereka sudah pernah tinggal di sana satu minggu. Tetapi Nyonya Raina memohon kepada Januar untuk kembali lagi tinggal di rumah utama keluarga Baskoro. ketika kondisi kesehatan Nyonya Raina menurut.


Setelah tiba di rumah, Januar langsung memarkirkan mobil miliknya. Kemudian dia masuk, setelah salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Baskoro sudah membuka pintu utama.


Januar langsung memberi salam kepada Nyonya Raina, netranya menelisik seisi ruangan mencari sosok wanita yang sangat ia cintai.


Setelah Januar memberikan barang belanjaannya kepada Nyonya Raina, dia berniat mencari keberadaan sang istri.


"Ma, Evi dimana? tanya Januar kepada Nyonya Raina yang saat ini nyonya Raina sedang membuka barang belanjaan yang dibeli oleh Januar.


"Tadi katanya dia mau ke kamar, setelah menyelesaikan rajutan punya Mama.


"Merajut?


"Iya, kok kamu seperti terkejut gitu sih?


"Memangnya Sejak kapan Evi bisa merajut?


"Astagfirullah, suami macam apa sih kamu! masa keahlian istri sendiri tidak mengetahuinya. Tuh lihat, hasil rajutan istri kamu."ucap Nyonya Raina memberikan syal yang dirajut oleh Evi sendiri.


"Mama serius, kalau Evi yang merajut syal ini?

__ADS_1


"Uya seriuslah, mana mungkin Mama berbohong. Lagian, Apa untungnya Mama membohongimu."


"Kok, bikinnya hanya untuk Mama doang, sama aku nggak!"gerutu Januar.


"Kalau masalah itu, Mama tidak tahu lebih baik kamu langsung tanyakan saja sendiri. kan, dia istri kamu!"


Januar menghela nafas panjang, kemudian ia berpamitan kepada Nyonya Raina untuk segera menemui istrinya yang saat ini sedang ada di kamar.


ceklek!!!


Pintu terbuka, Januar masuk tiba-tiba tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Membuat wanita berparas cantik itu sedikit gelagapan. Dia langsung menyembunyikan sesuatu yang ada di tangannya di bawah bantal.


"Kamu kenapa sayang? kok seperti terkejut begitu ketika Mas tiba-tiba datang?"tanya Januar penasaran.


"Nggak apa-apa Mas, Evi hanya terkejut aja Mas tiba-tiba Masuk."sahutnya sambil berusaha mengembangkan senyumnya. kemudian Evi bangkit dari tempat duduknya, mempersiapkan baju ganti untuk sang suami setelah ia meminta sang suami untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Januar pun menurut, dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. sementara Evi langsung menyembunyikan hasil rajutannya. Dia pun duduk di meja rias untuk sekedar menyisir rambutnya yang terlihat acak-acakan.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya, jadwal keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Dia melihat sang istri berdiri di depan cermin. "Sudah cantik kok,"Puji Januar sambil langsung memeluk sang istri dari belakang.


"Mas pakai baju gih!"titah Evi kepada sang suami. Alih-alih mengikuti perkataan sang istri. Justru Januar langsung menggendong tubuh sang istri naik ke atas kasur yang berukuran king size itu.


"Nggak usah mandi pakai baju sayang, dengan begini kamu tidak perlu susah-susah membuka baju Mas. Karena Mas akan melahap kamu sekarang."ucap Januar sambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis sang istri.


Perlahan kecupan itu semakin mendalam, membuat Evi sedikit mengalami kewalahan karena pasokan oksigen sudah hampir habis. merasa sang istri kekurangan, Januar melepaskan pagutannya.


Januar menatap sang istri dengan tatapan mendalam, merasa sang istri sudah meraih asupan oksigen yang cukup, Januar kembali memberikan kecupan hangat di bibir manis sang istri. Perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga keduanya merasakan kehangatan yang luar biasa.


Satu persatu kancing piyama yang dikenakan oleh Evi sudah terlepas, dan dengan sekejap Januar melepaskan piyama itu dan mencampakkannya ke sembarangan arah.


Glek!! susah payah Januar menelan salivanya, ketika melihat tubuh mulus sang istri yang membuat adik kecilnya langsung lancang depan.


Januar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, hingga Januar pun langsung menggarap sawah milik sang istri. De$@han demi de$@han saling bersahutan di sana. kedua pasangan suami istri itu benar-benar menikmati permainan mereka. Hingga keduanya merasa puas dengan permainan mereka saat itu.

__ADS_1


Setelah Januar mencapai puncaknya, Januar pun memberikan kecupan hangat di kening sang istri. "I love you my wife."ucap Januar kembali memberikan kecupan hangat di kening sang istri.


Evi mengembangkan senyumnya. "I love you too my husband."sahutnya sambil tersenyum.


"Sayang, mudah-mudahan apa yang kita lakukan malam ini membuahkan hasil ya."ucap Januar sembari mengelus perut sang istri yang masih rata.


"Iya Mas, Evi juga menginginkan hal yang sama kok. kita lebih baik berdoa saja."ujar Evi sambil hendak bangkit dari tempat tidurnya ingin membersihkan tubuhnya karena sudah dipenuhi dengan keringat.


Sementara di lantai bawah, terlihat Nyonya Raina menunggu putranya yang sedari tadi tak kunjung turun. Padahal dia mengatakan hanya sebentar saja melihat sang istri.


Nyonya Raina khawatir kalau putranya akan marah kepada sang menantu. Karena dia baru mengetahui kalau evi sangat ahli di bidang merajut dan rajutannya tidak diberikan kepada Januar.


"Bi, Tolong panggilkan Januar di kamarnya."titah Nyonya Raina.


"Baik nyonya."sahut sang asisten rumah tangga sambil langsung berlalu menuju kamar Januar.


Tok...


Tok...


Tok...


Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Baskoro mengetuk pintu kamar Januar. Beberapa kali asisten rumah tangga itu mengetuk pintu tapi tak kunjung ada jawaban.


Karena kedua insan itu, saat ini sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan diri. Sehingga keduanya sama sekali tidak mendengar suara ketukan pintu. Hal itu membuat sang asisten rumah tangga langsung meninggalkan kamar yang ditempati oleh Januar dan langsung menemui Nyonya Raina.


"Maaf nyonya, tadi ketika Bibi mengetuk pintu kamar tuan Januar sampai beberapa kali, tapi tak ada sahutan dari dalam kamar."ucap asisten rumah tangga mengadu.


"Ya udah Bi, Mungkin sebentar lagi mereka akan turun."ucap nyonya Raina sambil terus membuat adonan kue.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2