
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Evi dan Januar pun langsung menggunakan pakaian mereka masing-masing. Kemudian Januar kembali Turun ke bawah menghampiri Nyonya Raina yang diikuti oleh Evi.
"Malam, Ma. lagi ngapain sih sibuk banget di dapur?"tanya Januar ketika dirinya sudah tiba di dapur.
"Enggak, Mama hanya buat cemilan saja. daripada kamu membeli cemilan buat istri kamu, itu tidak bagus banyak penyedap rasanya. Nggak bagus buat kesehatan, mending Mama buat sendiri saja."ucap Nyonya Raina.
Karena nyonya Raina, Melihat barang belanjaan yang dibeli oleh banyak berbagai macam jenis cemilan untuk istrinya. Niat hati Januar agar istrinya tidak merasa bosan Di rumah. Jika istrinya sedang menonton televisi.
Januar hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia hanya tersenyum menatap mamanya.
***
Setelah ngobrol bersama dengan Tuan Baskoro dan nyonya Raina selama kurang lebih satu jam di ruang keluarga, Januar berpamitan kepada kedua orang tuanya. untuk segera istirahat mengingat aktivitas esok hari akan menguras pikiran dan tenaganya.
"Sayang, kita ulangi lagi yang tadi sore ya."
"Ya Allah Mas, apa belum puas sudah bermain tadi sore?"
"Sebentar saja sayang, habis itu kita langsung tidur."mohon Januar dengan nada memelas membuat Evi tidak dapat menolak permintaan sang suami.
Keduanya menikmati permainan malam yang indah. malam percintaannya dengan sang istri, wanita yang akhir-akhir ini mengisi hati Januar.
Kebaikan dan perhatian yang diberikan oleh Januar kepada Evi, membuat Evi benar benar merasa bersyukur Allah telah mengirimkan Pria yang begitu mencintai dan menyayanginya.
Setelah kurang lebih satu jam Evi dan suaminya Januar bercinta di atas ranjang, Januar pun mencapai puncaknya. Dia benar-benar puas dengan pelayanan yang diberikan Evi kepadanya. Januar sangat bahagia karena Evi mampu mengimbangi permainannya. Begitu juga dengan Evi, Dia sangat bahagia karena Januar sangat mengerti apa keinginannya.
__ADS_1
Setelah merasa puas bercinta, Januar membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran king size itu. Dia memberikan kecupan hangat di kening Evi dan mengucapkan terima kasih kepada Evi karena sudah bersedia melayaninya malam itu dengan ikhlas dan segenap hati. Walaupun tadi sore mereka sudah bercinta.
"Terima kasih sayang buat malam ini."ucap Januar sambil kembali mengecup kening Evi. Evi mengembangkan senyumnya pertanda dirinya juga bahagia melayani sang suami dengan tulus. entah karena faktor kelelahan sehingga Januar Langsung tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.
Padahal Januar sama sekali belum mengenakan pakaiannya. Dia tertidur pulas tanpa menggunakan sehelai benang pun dan hanya ditutupi selimut tebal yang ada di atas tempat tidur. Tak berapa lama, Evi pun menyusul suaminya tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.
Keesokan paginya matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari sudah mulai masuk melalui celah-celah gorden yang ada di kamar pasangan suami istri yang lagi bahagia itu. Membuat tidur Wanita itu terganggu karena sinar mentari menyinari netranya.
Huyemmmm..
Evi bergeliat menelisik seisi ruangan. netranya menangkap sosok wajah suaminya yang begitu imut dan menggemaskan menurutnya, masih tertidur pulas di sampingnya. Tangannya melingkar sempurna di perut Evi. hingga Evi sedikit kewalahan bangkit dari pembaringannya.
Karena tangan Januar masih melingkar sempurna di bagian perut Evi, dan kaki Januar berada di kaki kanan Evi. Evi merasa tidak tega untuk membangunkan sang suami. dia tahu persis Kalau malam itu suaminya pasti sedikit kelelahan.
Evi pun memilih untuk memejamkan matanya kembali. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 07.30 pagi. Itu pertanda hari ini Januar akan terlambat masuk kantor. Evi mengingat kalau suaminya hari ini harus pergi ke kantor karena ada pekerjaan penting yang harus ia selesaikan hari ini juga.
Tetapi Januar malah menikmati kecupan itu, hingga dirinya pun langsung merespon kecupan dari Evi. Gempuran pagi hari pun kembali terjadi. Apalagi mereka berdua belum menggunakan sehelai benang pun di tubuh mereka. Permainan lebih singkat dari permainan tadi malam.
Setelah gempuran pagi itu telah usai, Evi menggerutu dan mengingatkan suaminya Kalau hari sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. membuat Januar tersentak seolah dirinya tidak percaya kalau yang sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.
"Hah!!! kamu serius sayang ini sudah pukul delapan? tanya Januar tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Evi kepadanya.
"Iya, suamiku yang tampan, Sekarang sudah pukul delapan. dari tadi pagi istrimu yang cantik ini sudah membangunkan suaminya yang tampan ini. Tetapi mungkin karena kelelahan tadi malam sehingga suami Evi yang tampan ini sulit untuk dibangunkan. lebih baik Mas langsung mandi agar Evi menyiapkan pakaian emas dan sarapan untuk Mas."ucap Evi sambil mengembangkan senyumnya.
"Sepertinya mas tidak sempat lagi untuk sarapan pagi sayang, lebih baik kamu buatkan bekal saja untuk Mas. Mas sarapan di kantor saja."ujar Januar sambil melompat dari tempat tidur menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Januar langsung memakai pakaian yang sudah disediakan oleh Evi. sementara Evi sudah mempersiapkan bekal sarapan pagi untuk suaminya agar Januar dapat sarapan pagi di kantor.
Setelah terlihat sudah rapi Januar pun langsung berlalu berpamitan kepada Evi tidak lupa Evi memberikan kotak bekal sarapan pagi untuk suaminya. Januar mengejut kening Evi dan langsung berlalu meninggalkan Evi di rumah bersama dengan Nyonya Raina.
Nyonya Raina menggelengkan kepalanya menatap tingkah putranya yang sudah terburu-buru tanpa berpamitan terlebih dahulu kepadanya
"Tuh anak, pasti buat ulah lagi tadi malam kan? makanya dia sampai terlambat ke kantor."tuduh Nyonya Raina. Membuat wajah Evi langsung memerah bak kepiting rebus.
Kemudian Nyonya Raina berlalu masuk ke kamar. Dia sudah tahu menantunya itu merasa malu kepadanya. Sehingga dia memilih untuk langsung beristirahat di kamarnya.
Dengan menggunakan mobil miliknya, Januar berlalu dari rumah utama keluarga Baskoro menuju kantor ALC COMPANY. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit, Januar tiba di kantor ALC COMPANY. terlihat, Ronald sudah menunggu kehadirannya di sana.
Padahal sebelumnya Ronald sudah memberitahu kepada Januar Kalau hari itu mereka ada rapat penting di salah satu restoran ternama yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor. Karena mereka akan menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan dari PT Aira company. salah satu perusahaan ternama dari negara tetangga.
"Maaf Pak Ronald saya terlambat."ucap ucap Januar meminta maaf kepada Ronald kalau dirinya hari ini terlambat masuk ke kantor.
"Kenapa Pak Januar sampai bisa telat hampir satu jam begini? tanya Ronald kepada Januar karena Januar selama ini tidak pernah terlambat masuk kantor selama bekerja di ALC COMPANY. Kalau tidak mendapat perintah dari Regen Aditama.
"Biasalah Pak Ronald, ada sesuatu pekerjaan penting di rumah yang harus saya kerjakan."ucap Januar Sambil tertawa cengengesan karena mengingat percintaannya dengan Evi tadi malam, hingga pagi pun terulang kembali membuat Januar terlambat masuk kerja.
"Paling juga pekerjaan penting menggempur istri?"tebak Ronald membuat Januar langsung tertawa ngakak. membuat kedua petunjuk kantor ALC COMPANY itu pun tertawa. Tanpa mereka sadari, Regen Aditama berada di sana dan langsung menghampiri kedua asisten yang terdengar tertawa bahagia.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN