Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 65. TERSANDUNG


__ADS_3

Setelah Januar kembali ke ruang tamu diikuti oleh Evi, dia menyeruput kembali kopinya.


"Sekali lagi terima kasih ya Pak, Untung saja tadi aku mengajak Bapak mampir ke apartemen ini."ucap Evi berterus terang.


Januar hanya mengembangkan senyumnya. kemudian tiba-tiba suara deringan ponsel milik Januar terdengar jelas di telinganya.


Saat ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya ternyata, sang Mama yang menghubungi.


Januar langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada mamanya.


Saat sambungan telepon seluler itu tersambung, Ibu Arumi langsung melontarkan beberapa pertanyaan kepada putranya.


"Kamu di mana nak? kalau kamu masih di kantor atau di rumah bos kamu, lebih baik kamu tidak perlu pulang dulu saat ini. Karena di luar hujan sangat deras dan banjir melanda ibukota."ucap Ibu Arumi memberitahu.


Januari yang tadinya pulang bersama Evi ke apartemen Evi, tampak jalanan masih biasa saja mereka belum melihat adanya banjir. Yang ada hanya hujan gerimis yang ternyata setelah mereka tiba di apartemen milik Evi hujan deras melanda ibukota.


"Januar sekarang berada di apartemen teman Januar, tapi tadi setelah kami pulang makan malam, sepertinya jalanan biasa saja tidak ada tanda-tanda banjir. Januar menyangkal apa yang dia katakan oleh ibu Arumi.


"Posisi apartemen kamu di mana? Coba kamu keluar dulu apakah di sana juga banjir atau di hanya di kawasan rumah kita ini saja. Mama juga sudah mendengar berita di TV, kalau ibukota hampir 80% dilanda banjir." Ibu Arumi kembali memberitahu. Karena tidak percaya begitu saja, Januar langsung menghidupkan televisi yang ada di ruang tamu milik Evi.


Yang Ternyata apa yang dikatakan oleh Mama Arumi benar adanya.


"Jadi gimana dong mah, Januar gak bisa pulang dong." ucap Januar membuat Evi mengerutkan keningnya.


"Iya sabar aja dulu nak, sampai banjirnya surut."ujar Ibu Arumi. Setelah selesai berbicara dengan ibu Arumi januar memutuskan sambungan telepon selulernya.


"Ada apa? tanya Evi penuh selidik karena dirinya penasaran Apa yang dibicarakan Januar dengan mamanya sehingga Januar mengatakan dirinya tidak bisa pulang.


"Di luar banjir, Mama minta aku untuk lebih sabar, jangan pulang dulu. Karena banyak kendaraan juga yang terseret arus air." ucap Januar memberitahu. Untung saja parkiran di apartemen yang ditempati oleh Evi lumayan tinggi sehingga mobil-mobil yang ada di sana masih aman.


Evi dan Januar berjalan menuju balkon, yang ternyata benar apa yang dikatakan oleh ibu Arumi kalau saat ini banjir melanda ibukota. Itu terlihat jelas dari balkon air sudah menggenangi jalanan hingga hampir satu meter, bahkan banyak mobil-mobil yang mogok bahkan terseret arus.


"Aduh gimana dong, Aku kan jadi nggak bisa pulang kayak gini."ucap Januar kepada Evi. Evi tidak menjawab ia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Salahnya juga sih Siapa suruh dia mengajak Januar mampir ke apartemennya.


Mau tidak mau Evi akhirnya menawarkan Januar untuk menginap di apartemennya. Pertama sekali seorang pria menginap di apartemen Evi, Selama Evi tinggal di tempat itu.


"Ya sudah, kalau begitu Pak Januar istirahat saja dulu di sini. Nanti, setelah banjirnya surut baru bapak pulang." ujar Evi kepada Januar.

__ADS_1


"Iya mau tidak mau memang harus begitu, tidak mungkin juga aku menerobos air yang menggenang hingga hampir satu meter itu. Bisa-bisa Aku tidak sampai ke rumah malah nyampainya ke lautan ." sahut Januar.


Keduanya pun kembali ke ruang tamu. Untuk menghabiskan waktu, mereka memilih menonton film drama Korea yang selama ini diikuti oleh Evi. "Nggak ada apa film lain selain drama Korea seperti ini? tanya Januar.


"Ah, bapak nggak asik. Ini kan drama Korea. drama romantis. Aktor dan aktrisnya semuanya cantik-cantik dan tampan. hitung-hitung cuci mata kalau nonton drama Korea. Apalagi drama Korea itu dominan menunjukkan keromantisan." ucap Evi yang sambil fokus menonton drama Korea kesayangannya.


"Kalau kamu menonton drama romantis seperti ini, apa jiwa jomblo mu tidak meronta-ronta? Celetuk Januar sambil terkekeh.


"Aku hanya membayangkan aku berpacaran dengan oppa oppa Korea."sahut Evi sambil terkekeh.


"Idih, nggak malu bayangin orang lain. sementara kamunya aja nggak dikenal sama sekali. Lebih baik kamu membayangkan pacaran dengan orang yang sudah kamu kenal dekat." ujar Januar.


"Nggak ah, lebih asik membayangkan pacaran dengan Opa oppa Korea, karena mereka itu tampan tampan." sahut Evi sambel fokus melihat ke layar televisi.


Januar hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah wanita cantik yang ada di sampingnya. Evi fokus menonton televisi, sementara Januar sendiri hanya fokus melihat wanita cantik yang ada di sebelahnya.


"Kalau diperhatikan, Ternyata wanita ini manis juga?"gumam januar di dalam hati. Karena ia ingin mengalihkan perhatiannya dari Evi, sehingga ia kembali mengutak-atik ponselnya.


"Tiba-tiba Evi berteriak melihat adegan drama Korea yang ada di layar kaca sedang adegan romantis, yang membuat jiwa jomblo Evi meronta-ronta.


"Bapak, tidak lihat apa aktor kesayanganku sedang bercumbu mesra dengan artis kesayanganku."sahut Evi sambil menunjuk ke arah layar televisi yang di sana aktor dan artis utama drama Korea itu, sedang melakukan adegan romantis membuat Evi merasa ingin dirinya berada di posisi artis dan aktor itu.


"Astaga! aku kirain entah gara-gara apa kamu berteriak seperti ini. Kamu ini ya, Bisa saja mengagetkanku." ucap Januar sambil mengacak rambut Evi.


"Pak jangan diacak-acak dong rambutku, kan jadi berantakan, mana udah disisir tadi rapi." protes Evi yang mampu membuat janur kembali terkekeh.


"Jam sudah pukul 11.00 malam, kini Januar kembali berjalan ke arah balkon. Berharap banjir yang melanda ibukota sudah surut, yang ternyata banjir itu semakin tinggi.


"Astagfirullah, banjirnya bukannya surut Malah semakin tinggi." gumam Januar yang dapat didengar oleh Evi.


"Serius pak, banjirnya semakin tinggi?


"Iya ngapain juga aku membohongi kamu?


"Ya sudah, kalau begitu bapak tidur sini aja deh. Tapi bapak tidur di sofa ya. nggak mungkin juga kita tidur satu kamar. Secara kita bukan muhrim." ucap Evi sambil terkekeh.


"Kamu ini ya, Bisa saja tingkah mu. Bisa-bisa aku nikahin kamu sekarang juga."ucap Januar yang mampu membuat Evi membulatkan matanya.

__ADS_1


"Jangan ngada-ngada, sekarang lebih baik Bapak istirahat, Siapa tahu besok pagi banjirnya sudah surut dan bisa kita ke kantor." ujar Evi.


"Bagaimana aku bisa tidur begini? kamu masih asik menonton drama Korea kesayanganmu.


" Ya sudah, sini aku keloni biar cepat tidur atau aku bacain dongeng seperti anak-anak? seloroh Evi.


Tiba-tiba saja lampu padam, mungkin karena banjir melanda ibukota membuat listrik padam keseluruhan Ibu kota


" Aaaaa.... kembali Evi berteriak ketika lampu padam. Semuanya tiba-tiba gelap gulita membuat Evi langsung memeluk Januar, karena dirinya merasa ketakutan di situasi yang gelap gulita.


Januar memeluk Evi. "Jangan takut, Ada Aku disini." ucapnya sambil mengelus pundak Evi. Ada desiran yang cukup hebat dirasakan Januar di tubuhnya. Apalagi ketika Evi semakin mempererat pelukannya, Karena ia benar-benar merasa takut.


"Pak aku takut!


"Jangan takut, aku ada di sini menjagamu." ucap Januar sambil meraih ponselnya yang ia letakkan sebelumnya di atas meja. Walaupun dia hanya meraba saja, tapi akhirnya dia menemukan ponselnya dan ia menghidupkan senter ponselnya itu kembali.


"Kamu ada lampu emergency tidak?


"Ada Pak , tapi di kamar.


"Ya sudah, ambil saja.


"Aku takut."sahut Evi


"Ya, sudah kita bareng saja. Aku temani kamu mengambil lampu emergency nya.


Evi mengangguk kemudian Evi berdiri diikuti oleh Januar.


Saat mereka sudah berada di kamar, Januar menyenter ke arah Di mana posisi lampu emergency itu berada. Saat lampunya sudah ia temukan, tiba-tiba saja Evi tersandung dan ia terjatuh tepat di tubuh Januar membuat bibir keduanya pun menyatu. Evi gugup perlahan ia bangkit, Tapi entah mengapa Januar kembali menarik Evi. Dia langsung ******* bibir manis Evi, membuat Evi membulatkan matanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2