
"Siapkan jet pribadiku menuju kota Medan, dan persiapkan juga heli dari Medan menuju desa kelahiran menantu saya."perintah Tuhan Aditama kepada anak buahnya. memerintahkan agar anak buahnya mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi keperluan keberangkatan mereka ke desa kelahiran Tamara.
Persiapan keberangkatan mereka sudah siap,
"Sayang, kamu harus kuat ya. Ingat anak kita masih sangat membutuhkan kamu. kalau kamu sedih, nanti bagaimana anak-anak kita."ucap Regen Aditama mengingatkan sang istri.
"Iya, Mas."sahut Tamara. tetapi Regen sangat kuatir melihat kondisi Tamara saat ini.
Setelah persiapan sudah siap, keluarga Tuan Aditama berangkat menuju kampung halaman Tamara.
Sebelumnya, Regen sudah memberitahu kepada Januar dan Ronald kalau dirinya tidak masuk kantor untuk beberapa hari ke depan. dia juga meminta agar Januar dan Ronald mengambil alih tugas Regen selama dirinya tidak ada di kantor.
Setelah melakukan perjalanan sekitar kurang lebih 4 jam, keluarga Aditama tiba di rumah sakit tempat Pak suyatno dan ibu Sumiati dirawat.
Ibu Sumiati saat ini sudah sadarkan diri, Sementara Pak suyatno belum. Pak suyatno saat ini sudah berada di ruang ICU. sedangkan ibu Sumiati berada di ruang rawat inap.
Tamara langsung berlari menghampiri ibunya yang saat ini dibalut perban. Dan di punggung tangannya tertancap jarum infus. Dibantu dengan alat oksigen, karena Ibu Sumiati merasa sesak dan sulit untuk bernafas. setelah menghirup asap yang begitu banyak.
__ADS_1
"Ibu!!! Teriak Tamara subari menangis sesungguhkan.
"Ibu bukan apa bisa seperti ini, Bu? tangis Tamara sambil terus memeluk ibunya.
"Ibu juga tidak tahu, Saat itu Ibu dan Ayah kamu sedang tertidur pulas setelah menyantap menu makan malam. Ibu dan Ayah kamu terbangun, setelah api berkobar dan asap mengepul. Apa itu berasal dari rumah tetangga. Mpok Risma suami dan anaknya meninggal terpanggang di dalam kobaran api.
"Ayah kamu terlebih dahulu menyelamatkan ibu, dengan menggulung-gulung ibu pakai selimut yang dibasahi Ayah kamu. saat ibu sudah berhasil keluar, Api semakin membesar membuat Ayah kamu semakin kesulitan untuk keluar dari kamar itu menyelamatkan diri,"
"Ayah kamu saat ini, dirawat di ruang ICU. karena kondisinya sangat kritis akibat terkena luka bakar dan juga terlalu banyak menghirup asap."
Tamara semakin menangis histeris, mendengar penuturan Ibu Sumiati kepadanya. Regen juga menangis, semua anggota keluarga Tuan Aditama yang ikut ke sana tidak dapat membendung air mata mereka.
"Iya dokter Saya anaknya."sahut Tamara
"Begini Mbak, Pak suyatno harus segera dioperasi, mengingat kondisi dan luka bakar Pak suyatno sangat parah. tubuh Pak Suyanto hampir 50% terbakar. kami sengaja tidak memberitahu kepada Ibu Sumiati tentang kondisi suaminya saat ini yang sebenarnya, karena kami khawatir kondisi Ibu Sumiati semakin drop jika mengetahui kondisi suaminya sebenarnya." tutur sang dokter yang menangani Pak suyatno.
Setelah mendapat persetujuan dari Tamara, tim dokter yang menangani Pak suyatno langsung mempersiapkan ruang operasi agar Pak suyatno segera dioperasi mengingat kondisi paru-parunya, yang menghirup asap begitu tebal tidak berfungsi dengan baik.
__ADS_1
Dan luka bakar Pak suyatno sangatlah parah. hingga dokter memprediksi kemungkinan pak suyatno selama sangatlah tipis, berbagai upaya mereka lakukan untuk menyelamatkan Pak suyatno, termasuk melakukan tindakan operasi.
Tindakan operasi dilakukan, Karena paru paru pak Suyatno tidak berfungsi membuat tim medis meminta persetujuan dari pihak keluarga. "Jika saat mengoperasi pasien tidak selamat, maka pihak keluarga tidak bisa menyalahkan pihak rumah sakit atau tim dokter. Mengingat kondisi Pak suyatno sangatlah buruk.
"Ya Allah, Mengapa semua ini bisa terjadi kepada keluarga hamba?!!"cerita marah membuat Regen merasa tidak tega melihat istri yang sangat ia cintai terus menangis.
"Ya Allah selamatkan ayah."ucapkan sembari memeluk istrinya.
"Yang sabar ya sayang."ucap Regen sambil mengelus pundak istrinya.
Tamara sangat menyayangi kedua orang tuanya, hubungan mereka begitu dekat membuat Tamara tidak sanggup jika dirinya kehilangan kedua orang tuanya.
"Sayang, kamu harus tenang. lebih baik kita berdoa meminta kepada Allah agar ayah dan ibu sehat."ujar Regen kepada sang istri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN