
Cia benar-benar bahagia, ternyata impiannya yang ingin mempersatukan Tamara dengan Regen berhasil. Itu artinya Cia akan mendapat perlindungan penuh dari Regen dan Tamara. Mudah-mudahan rasa trauma yang dirasakan Cia dapat hilang setelah pernikahan Tamara dengan Regen.
Setelah acara akad nikah selesai dilaksanakan di rumah sederhana milik Tamara, iring-iringan mobil pengantin menuju tempat resepsi diadakan. Yaitu di sebuah hotel bintang lima milik keluarga Aditama sendiri. dan WO yang menangani pesta pernikahan Regen dan Tamara adalah perusahaan anak cabang ALC COMPANY.
Semua keluarga sudah tampak antusias menghadiri pesta pernikahan Regen dan Tamara. Tidak terkecuali dengan Januar dan juga Evi, yang selama ini berusaha untuk mempersatukan Regen dan Tamara.
Januar dan Evi tidak mau ketinggalan. Mereka tampak bahagia melihat pernikahan Tamara dan Regen. Apalagi dengan Evi, melihat Kakak angkatnya itu bersanding dengan seorang pria yang baik hati membuat dia benar-benar bahagia. Ternyata misi mereka berdua berhasil.
Tamara terkejut melihat pesta pernikahannya dihadiri banyak kolega bisnis ALC COMPANY dan diadakan di hotel berbintang yang membuat nuansa pesta pernikahan Tamara dan Regen begitu mewah dan elegan
Tampak beberapa wartawan juga hadir untuk meliput pernikahan mereka. Hal itu membuat Tamara merasa tidak nyaman. Padahal sebelumnya Tamara sudah meminta kepada Regen Kalau acara pernikahan mereka diadakan secara sederhana saja, hanya dihadiri kerabat dekat dan para tetangga. Mengingat ini bukanlah yang pertama untuk mereka berdua. Tapi Tuan Aditama, Januar dan Evi yang merencanakan ini semua. Bahkan pesta pernikahan Regen dan Tamara disiarkan secara langsung di layar televisi swasta.
"Mas bukannya dari awal Tamara sudah mengatakan kepada Mas, kalau pesta pernikahan kita diadakan secara sederhana? tapi mengapa diadakan resepsi pernikahan seperti ini? dan dihadiri dari kolega bisnis dan juga para wartawan? tanya Tamara kepada Regan yang baru beberapa saat yang lalu sah menjadi suaminya.
"Mas juga tidak tahu sayang, dari awal Mas sudah mengatakan kepada Papa begitu juga kepada Januar dan Evi. Tetapi sepertinya mereka ingin melaksanakan pesta pernikahan kita secara mewah seperti ini, dan Mas tidak boleh menolaknya." ucap Regen enteng.
Padahal itu merupakan salah satu rencana Regen selama ini, ia menyanggupi permintaan Tamara, agar Tamara tidak membatalkan pernikahan mereka.
"Jangan bilang, Mas tidak mengetahui Ini. Pasti ini sudah sebagian dari rencana Mas bukan?" tuduh Tamara sambil menatap suaminya dengan tatapan tajam. Suami yang baru hitungan menit sah menjadi suami dari Tamara binti suyatno.
"Mas juga tidak mengetahuinya Sayang, jangan menuduh Mas seperti itu dong. Lagian kan Mas sudah janji kepada kamu, kalau kita mengadakan pernikahannya secara sederhana dan tidak dihadiri oleh para wartawan."
"Tapi papa, Januar dan Evi sendiri yang berinisiatif untuk menyelenggarakan pesta pernikahan kita. Mereka tidak ingin melewatkan momen bahagia ini. Karena bagi mereka pernikahan seorang Regen Aditama ini untuk yang terakhir kalinya.Dan itu tidak akan bisa dilupakan. Sehingga papa, Januar dan Evi menginginkan ini semua." ucap Regen Aditama agar Tamara tidak terus menuduhnya bahwa Regen ingkar janji terhadapnya.
Tamara menghela nafas berat. Ingin marah, tetapi ia tidak dapat melakukannya lagi, semuanya sudah terlanjur.
__ADS_1
"Sudah Sayang, mungkin Papa ingin menunjukkan pada semua orang kalau kamu itu adalah menantu dari keluarga Aditama." ucap Regen sambil langsung merangkul tubuh mungil Tamara.
"Pesta pernikahan Tuan Regen dan Tamara mewah sekali ya."ucap salah satu karyawan yang bekerja di ALC COMPANY saat mereka menghadiri pesta pernikahan Regen dan Tamara.
"iya, namanya juga pesta putra dari pengusaha kaya di kota ini." sahut teman yang satunya ikut takjub melihat kemewahan pesta pernikahan Regen.
Regen dan Tamara sudah berada di atas pelaminan. Regen tampak bahagia karena Tamara sudah sah menjadi istrinya. senyuman bahagia terlihat di wajah tampan Regen.
"Sayang mas sangat bahagia sekarang. Karena kamu sudah sah menjadi istri mas." bisik Regen tepat di telinga Tamara.
"Mas, Nanti dulu ngomongnya. Lihat tuh Tamu undangan sudah berdatangan untuk sekedar mengucapkan selamat kepada kita." bisik Tamara.
"Kok panggil Mas sih?"
"Panggil sayang dong, kan sudah sah menjadi suami kamu sayang." ucap Regen sembari langsung mengecup wajah cantik Tamara, tanpa peduli kepada orang-orang yang hadir di sana yang ingin memberi salam kepada Tamara dan juga Regen.
Dia tidak menyangka wanita yang telah Ia sakiti, kini hidupnya bahagia dan bergelimangan harta. Sementara dirinya sendiri saat ini sudah luntang-lantung. Di kehamilannya yang hampir 9 bulan, dia harus berjuang mencari nafkah sendiri. Setelah perceraiannya dengan Alven.
"Mas tidak lihat apa orang-orang sudah pada rame berdatangan ke lokasi resepsi pernikahan kita, nggak sabaran banget sih." gerutu Tamara yang melihat suaminya begitu agresif terhadapnya.
"Biarin saja, paling juga mereka mengerti."
"Nggak di sini juga kali Mas. Nggak lihat tuh wartawan sudah pada repot meliput acara pernikahan kita. Kan, dari awal Tamara sudah ngomong sama agar tidak menyelenggarakan pesta pernikahan dengan mewah seperti ini. Apalagi mengundang para wartawan yang meliput acara resepsi pernikahan kita." ucap Tamara kepada Regen. Regen langsung terdiam.
Karena memang benar Tamara sudah membuat permintaan kepada Regen, Kalau acara pernikahan mereka diadakan secara sederhana dan tidak mengundang para wartawan yang akan meliput pernikahan mereka.
__ADS_1
Apalagi Tamara cukup tahu setiap hari wajah Regen selalu menghiasi layar kaca. Regen merupakan salah satu pengusaha kaya yang dapat mengembangkan perusahaan milik keluarganya menjadi sangat berkembang di dunia bisnis dan tidak dapat dikalahkan para pesaing bisnis lainnya.
Bahkan banyak dari perusahaan-perusahaan lainnya yang ingin bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh Regen. Karena perusahaan ALC COMPANY merupakan perusahaan besar dan berpengaruh di negeri ini. Membuat para pebisnis lainnya berlomba-lomba untuk menjalin hubungan kerjasama dengan Regen.
"Seharusnya kamu itu bersyukur sayang, memiliki suami kaya dan terkenal seperti Mas . Bukan Malah menggerutu seperti itu, apalagi disoroti para wartawan yang ingin meliput acara pernikahan kita yang mewah ini. Tentunya kamu tahu menikah dengan siapa, tidak mungkin Papa membiarkan acara pernikahan kita dilaksanakan secara sederhana.
Apa kata kolega bisnis ALC COMPANY, jika mereka mengetahui acara pernikahan sang pewaris Ragen Aditama menyelenggarakan pesta pernikahannya secara sederhana seperti permintaan kamu. Apa kamu tidak ingin menjaga harkat, martabat keluarga Aditama?atau hanya keegoisan kamu aja yang akan kamu bawakan sayang? Regen sudah mulai gerah melihat Tamara yang sedari tadi menggerutu melihat acara pernikahan mereka diadakan secara mewah dan diadakan di hotel berbintang milik keluarga Aditama.
Tamara langsung terdiam. Sejujurnya Tamara bukan tidak ingin menjaga harkat martabat keluarga Aditama justru Tamara ingin menjaga itu semua. Jika kolega bisnis ALC COMPANY mengetahui sang pewaris ALC COMPANY menikahi wanita yang sudah janda memiliki anak satu, Tidak menutup kemungkinan para kolega bisnis dan juga khalayak ramai menilai selera Regen Aditama cukup rendah seperti Tamara.
Tamara tidak ingin Regen dan juga keluarga besar Aditama malu karena dirinya. Ia juga tidak ingin dipandang memiliki pendamping hidup yang tidak sepadan dengan keluarga Aditama.
Hal itu yang dijaga Tamara, sehingga dirinya tidak ingin pernikahan mereka diadakan secara mewah dan diliput para wartawan. Berbeda dengan pola pikir Regen yang mengira kalau Tamara tidak ingin menjaga harkat, derajat, dan martabat keluarga mereka dengan permintaan Tamara.
Tanpa ka sadari bulir bening mengalir begitu saja di wajah cantik Tamara. Hal itu menjadi sorotan para wartawan yang langsung berdatangan untuk memberikan pertanyaan dan demi pertanyaan kepada Tamara dan juga Regen. Sontak Tamara langsung memalingkan wajahnya dari para wartawan dan juga para tamu undangan yang ada di sana.
Tamara berusaha menenangkan dirinya untuk menghadapi para tamu undangan dan juga wartawan yang turut hadir di sana.
"Happy wedding Tuan Regen Aditama dan Nyonya Tamara bin suyatno." ucap salah satu wartawan yang meliput acara pernikahan Tamara dan juga Regen.
"Bagaimana perasaan nyonya Tamara setelah bersanding dengan Tuan Regen Aditama apa anda merasa bahagia?"pertanyaan itu langsung dilontarkan wartawan kepada Tamara.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN