
Beberapa hari kemudian, kondisi Regen sudah semakin membaik. Regen sudah mulai kembali beraktivitas di kantor ALC COMPANY kali ini Tuan Aditama tidak ingin membuat putranya terlalu kelelahan. Sehingga Tuan Aditama sengaja meminta kepada bagian HRD untuk mencari sekretaris untuk Regen.
Berharap dapat membantu Regen dalam menjalankan tugasnya dan tanggung jawabnya dengan baik. HRD yang mendapat perintah dari Tuan Aditama, dilaksanakan oleh bagian HRD dan hari ini, salah satu sekretaris baru untuk membantu Regen menjalankan tugasnya sudah mulai bekerja di ALC COMPANY.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Regen. Pertanda ada seseorang yang mengetuk pintu ingin masuk ke ruang kerjanya.
"Masuk!! teriak Regen dari dalam ruang kerjanya.
Ceklek
Dengan satu kali hentakan ruang pintu ruang kerja Regen terbuka lebar. Muncul seorang wanita berpakaian seksi dan terlihat cantik masuk ke ruang kerja Regen.
"Maaf Tuan, saya sekretaris baru yang akan membantu Tuan untuk mengerjakan segala apa yang akan Tuan perintahkan kepada saya." ucap wanita itu sambil menatap Regen dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Regen hanya mengganggukan kepalanya lalu meminta wanita itu untuk menyusun jadwal kerja Regen selama satu minggu ke depan. Karena Regen tidak ingin pekerjaannya tidak maksimal.
Tolong atur jadwal saya selama satu minggu ke depan. Saya tidak ingin pekerjaan saya tidak maksimal. Jadi saya harap kerjasama yang baik dari kamu." ucap Regen kepada wanita itu.
"Baik Tuan, perintah anda akan segera saya laksanakan." ucap wanita itu sambil menatap Regen dengan tatapan genitnya
"Eh, satu lagi. Jika kamu ingin bekerja di kantor ini, tolong berpakaian sopan jangan sekali lagi Kamu memakai pakaian kamu seperti itu. Pakaian kamu itu sepertinya kurang bahan. Bukan malah saya jadi tertarik melainkan menjadi jijik." ujar Regen membuat wanita itu mengerutkan keningnya.
"Benar-benar gila ini,Bos! setiap lelaki pasti ingin melihat yang bening-bening seperti saya. Apalagi pakaian saya gunakan ini kan modis dasar bos gila! tidak bisa melihat wanita cantik seperti aku, apa?kita lihat saja nanti tahan atau tidak melihat tubuhku yang seksi ini." ucap wanita itu dalam hati sambil berlalu meninggalkan Regen dari ruang kerja Regen.
__ADS_1
"Dasar wanita penggoda! Kamu pikir saya tertarik melihat tubuh kamu yang tak seberapa itu wanita tidak memiliki harga diri banget sih gumam regent sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara Marissa kepo melihat ada seseorang wanita seksi keluar dari ruang kerja. Marissa yang merupakan sepupu jauh Regen tidak ingin Regen tergoda oleh wanita itu. "siapa wanita itu? sepertinya aku harus waspada deh, jangan sampai wanita seperti dia berani beraninya menggoda kakakku." gumam Marissa di dalam hati.
Jiwa kepo Marissa meronta-ronta, ingin mengetahui siapa sosok wanita seksi yang baru keluar dari ruang kerja. Marissa masuk ke ruang kerja HRD berpura-pura membawakan secangkir kopi untuk pria yang ada di ruang HRD itu.
"Ada apa Marissa?" tanya pria yang usianya tidak terlalu jauh darinya, ketika melihat Marisa masuk ke dalam ruang kerjanya.
"Secangkir kopi panas menemani kerja bapak, pasti kerjanya akan semakin fresh."sahut Marissa sambil menyuguhkan secangkir kopi untuk Ronald.
"Terima kasih Marissa, tahu aja kamu keinginan saya." ucap Ronald sambil menyeruput kopi buatan Marissa. Marissa mengembangkan senyumnya. "Oh iya, pak. tadi ada seorang wanita keluar dari ruang kerja Pak Regen. Wanita itu siapa ya Pak?" tanya Marissa penuh selidik.
"Oh, dia itu Clarissa. Sekretaris baru Tuan Regan untuk membantu Tuan Regen mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan. Sebelumnya Tuan Regen tidak pernah suka kalau sekretarisnya itu seorang wanita, ia selalu memilih sekretaris seorang pria,"
"Tetapi karena ini mepet, sehingga Tuan Regan tidak bisa menolak. Apalagi ada pekerjaan penting yang harus dikerjakan oleh Tuan Regen saat ini. Sehingga Ia membutuhkan sekretaris yang handal. Dan menurut seseorang yang merekomendasikan Clarissa, Clarissa merupakan sekretaris handal yang sudah pernah bekerja di salah satu perusahaan ternama di kota San Diego." ucap Ronald memberitahu
"Loh namanya kok mirip dengan nama saya? nama saya Marissa dan nama dia Clarissa. Is menyebalkan banget sih."gerutu Marissa di dalam hati.
Seperti yang dikatakan oleh Ronaldo sebelumnya, Kalau Clarissa pernah menjadi sekretaris di perusahaan ternama di kota San Diego California. Jika tidak memiliki rencana, tidak mungkin Clarissa meninggalkan pekerjaannya yang notabenya gajinya lebih besar di kota san Diego, dibandingkan di perusahaan ALC COMPANY.
Hal itu membuat pertanyaan besar bagi Marissa. Sehingga dirinya menaruh curiga kepada Clarissa.
"Sepertinya ada yang tidak benar nih, aku akan tetap menyelidiki siapa sosok wanita misterius itu. Aku tidak akan membiarkan kehidupan kakakku dan juga kakak iparku Tamara diganggu olehnya. Jika itu terjadi, aku yang akan jadi lawannya dan akan ku buang Clarissa ke kutub Utara." gumam Marissa sambil langsung berpamitan kepada Ronald.
"Marissa Terima kasih, ya. Kamu sudah membuatkan secangkir kopi yang enak untuk saya." ucap Ronald kepada Marissa. Marissa hanya menganggukkan kepalanya, lalu berjalan keluar dari ruang kerja Ronal.
Jam makan siang telah tiba. Clarissa menghampiri Regen ke ruang kerjanya. Tetapi tidak menemukan sosok yang ia cari disana. "Kemana Regen?" tanyanya dalam hati. Ia tidak mengetahui kalau Regen pulang ke rumah untuk sekedar bertemu dengan wanita yang sangat ia cintai.
"Cari siapa Mbak?" tanya Marissa pura-pura Ingin Lebih dekat Dengan Clarissa.
__ADS_1
"Regen dimana ya?" Tanya Clarissa penuh selidik
"Regen?
"Pak Regen lebih tepatnya!"ralat Marissa. kalau berbicara itu yang sopan. Anda siapa sehingga Anda menyebut nama pak Regen tanpa ada panggilan Pak? sedangkan Pak Januar dan saya selaku saudara dekat Kak Regen saja memanggil Pak kepada Kak Regen. Apalagi kamu!"dasar tidak memiliki etika!" gerutu Marissa.
"Eh diam!! mulut kamu! siapa kamu sok-sokan menggurui aku? kamu tidak tahu saya ini sekretaris Regen. Saya orang berpendidikan, bukan seperti kamu yang kamu pegang hanya itu-itu saja." ejek Clarissa membuat Marissa langsung tertawa ngakak mendengar ejekan dari Clarissa.
Apa?
"Kamu orang berpendidikan?
" Kamu memang orang berpendidikan, tapi kok cara berbicara Kamu seperti tidak berpendidikan tuh. Bahkan lebih layak seperti preman pasar."ucap Marissa sambil menatap Clarissa dengan tatapan sinis.
"Awas kamu ya. Saya akan laporkan kamu ke bagian HRD, agar kamu segera dipecat dari kantor ini. Dan kamu jadi pengangguran." ancam Clarissa.
Bukan malah takut, tapi Marissa justru meminta kepada Clarissa agar segera melaporkannya kepada HRD, dan bahkan Marissa meminta agar Clarissa melaporkan Marissa kepada Regen.
"Silakan lapor ke HRD, dan sekalian saja kepada Pak Regen. Saya tidak takut." ucap Marissa membuat Clarissa semakin kesal.
"Awas kamu, ya! Aku akan membuat kamu terusir dari sini." ancam Clarissa kepada Marissa. Marissa hanya tertawa ngakak mendengar ancaman.
"Silakan berusaha membuatku terusir dari sini. Saya tidak peduli. Atau nanti justru terbalik, kamu yang akan terusir dari kantor ini." sambung Marissa. Setelah itu Marissa berjalan meninggalkan Clarissa disana.
Marissa berniat makan siang di kantin dekat kantor. Tetapi ketika Marissa ingin melangkahkan kakinya keluar dari kantor, ia terhenyak melihat Ronald sudah berada di hadapannya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN