
Setelah selesai sarapan pagi, Regen berniat ingin segera berangkat ke kantor. Sebelumnya dia sudah berbicara langsung kepada Tamara Kalau hari ini dia akan pergi ke kantor untuk memantau perkembangan perusahaan ALC COMPANY. Mengingat beberapa minggu belakangan ini, Regen tidak pernah menginjakkan kakinya ke kantor.
Regen mempercayakan perusahaan kepada Januar dan juga Evi.
"Sayang, Mas berangkat dulu ya. "Regen berpamitan kepada Tamara.
"Ayo Putri papa yang cantik pamitan sama Mama. Nanti kalau kita kelamaan berangkat bisa-bisa kamu terlambat."ujar Regen pada Putri cantiknya.
Cia langsung berpamitan kepada Tamara dan mencium punggung tangan Tamara takzim. Kemudian Cia mendekati Tuan Aditama, yang saat ini sedang duduk di ruang keluarga.
"Opa, Cia berangkat sekolah dulu, ya."ucap Cia sambil mencium punggung tangan Tuan Aditama takzim. Tuan Aditama mengembangkan senyumnya menatap bocah kecil itu Yang menyapanya dengan ramah.
"Iya, cucu Oppo yang cantik. Kamu baik-baik di sekolah belajar dengan sungguh-sungguh, dan jangan berantam bersama temannya ya. Jadilah teman yang baik untuk teman-temanmu. Agar kamu disayangi banyak orang dan belajar yang rajin ya sayang." ujar Tuan Aditama.
"Iya Opa," sahut Cia sambil mengembangkan senyumnya. Tamara menghantarkan Putri dan suaminya sampai masuk ke dalam mobil.
"Hati-hati ya Mas." ujar Tamara kepada Regen.
"Mas pamit ya, sayang." sahut Regen kembali sambil memberikan kecupan hangat di kening istrinya. Regen dan Cia masuk ke dalam mobil.
Mario yang sudah melihat Regen dan Cia sudah duduk dengan nyaman di jok penumpang, sudah mulai menghidupkan mesin mobil yang ia kedelai dan sudah siap untuk melanjutkannya ke arah jalan raya menuju kantor ALC COMPANY.
Sepeninggalan Regen dan Cia, Tamara kembali masuk ke dalam rumah. Saat ini dia bingung harus melakukan apa. Apalagi Regen sudah tidak memperbolehkan Tamara membuka warung es boba miliknya, semenjak Regen menikah dengan Tamara.
__ADS_1
Kini Tamara sudah berada di dalam kamar, dia bingung harus melakukan apa."Daripada aku bingung di kamar seperti ini nggak tahu mau ngapain, Lebih baik aku membenahi dan membersihkan tanaman yang ada di taman." gumam Tamara sembari langsung keluar dari dalam kamarnya.
Tamara melihat tanaman bunga yang ada di taman rumah mewah milik Tuan Aditama sudah mulai layu karena kurang mendapatkan perawatan. Untuk menyibukkan dirinya, Tamara kembali membersihkan bunga-bunga dan memotong dedaunan yang sudah mengering, agar tanaman bunga yang tertanam di taman rumah utama keluarga Aditama semakin indah dan tertata rapi.
Sementara di tempat lain, sepanjang perjalanan menuju sekolah Cia, Ia terus ngobrol dengan Regen. Regen benar-benar bahagia karena dia begitu dekat dengannya Tak ada di antara mereka jarak sama sekali. hubungan keduanya layaknya ayah dan anak kandung.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit membelah jalanan ibukota, mobil yang dikendarai oleh Mario tiba di gerbang sekolah Cia.
Regen langsung membuka pintu mobil dan turun menggendong Cia berjalan masuk ke area sekolah. Dan Regen menghantarkan Cia sampai ke ruang kelas.
Ibu Sabrina selaku wali kelas Cia mengerutkan keningnya. "Cia kamu diantar sama siapa? tanya ibu Sabrina yang selama ini tidak pernah melihat Cia diantar seorang pria, karena selama ini yang menghantarkan Cia adalah Tamara.
"Oh iya Ibu guru, perkenalkan Ini papanya Cia Papa Regen."ucap Cia memperkenalkan Regen kepada Ibu Sabrina. Ibu Sabrina memberi salam kepada pria tampan bertubuh kekar itu.
Setelah memastikan Cia sudah duduk dengan nyaman di kursi belajarnya, Regen berpamitan kepada putrinya. Lalu memberikan kecupan hangat di kening Cia. Begitu juga dengan Cia memberikan kecupan di wajah tampan Regen.
"Papa jangan lama-lama pulang dari kantor ya, Cia kangen papa nanti."ucap Cia mengingatkan Regen agar tidak terlalu lama pulang dari kantor.
"Iya Putri papa yang cantik, Papa tidak akan lama pulang dari kantor. Papa juga akan merindukan kamu dan juga Mama kamu sayang." sahut Regen sambil mengelus rambut bocah kecil itu.
Kemudian Regen pun berlalu dari ruang kelas dan berpamitan kepada Ibu Sabrina. Ibu Sabrina menatap langkah Regen sampai tubuh Regen menghilang dari pandangannya.
"Ya ampun, tampan banget sih itu cowok, sayangnya dia sudah suami orang, dan punya anak. Kalau tidak aduh entah bagaimana caranya aku pasti akan berusaha mendapatkannya." gumam Ibu Sabrina.
__ADS_1
Sementara Mario yang melihat Regen sudah kembali ke dalam mobil langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju ALC COMPANY. Tampak Regen tersenyum ketika mendengar celotehan putrinya yang mengatakan dia akan merindukan ayahnya.
"Tuan Kenapa senyum-senyum sendiri?"Mario memberanikan diri bertanya kepada sang Bos. Karena ia tahu sepertinya bos saat ini sedang bahagia.
"Apa kamu tahu, Saya sangat bahagia saat ini. Aku memiliki istri yang begitu perhatian kepadaku dan keluargaku, yang selama ini tidak aku dapatkan dari mantan istriku Bianca. Bukan Hanya istriku yang menyayangiku, bahkan Putri kecil dia sudah menganggapku seperti ayah kandungnya sendiri. Cia benar-benar menyayangiku dengan tulus." sahut Regen yang mampu membuat Mario mengembangkan senyumnya. Karena Mario tau betul bagaimana selama ini sikap yang terhadap Regen sebelum perpisahan di antara Regen dan Bianca terjadi.
"Alhamdulillah Tuan, perceraian Tuan dengan non Bianca, mungkin itu jalannya Allah menunjukkan jodoh yang tepat kepada Tuan. mungkin non Tamara yang lebih tepat menjadi jodoh Tuan menurut Allah." ucap Mario kepada Regen.
"Iya, di balik semua kekecewaan yang aku alami, ternyata ada rencana Allah yang lebih baik. Seperti yang saya rasakan saat ini. Aku benar-benar bahagia mendapatkan wanita seperti Tamara. Wanita solehah dan juga menyayangi keluarga." Regen memuji segala apa yang dilakukan Tamara kepada Mario dan Mario pun memang merasakan itu semua. karena selama ini Tamara memang bersikap baik dan tidak pernah angkuh kepada siapapun berbicara. Dan bertutur bahasa juga sopan dan ramah.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit dari sekolah Cia, menuju ALC COMPANY, akhirnya mobil yang dikendarai Mario sudah memasuki area parkiran kantor ALC.
Setelah Mario memarkirkan mobil, Mario langsung keluar dan membukakan pintu mobil untuk Regen. Regen keluar dengan wibawanya berjalan masuk ke dalam kantor dan diikuti oleh Mario. Regen dan Mario masuk ke lift khusus petinju perusahaan, menuju lantai di mana selama ini ruang kerja Regen sebagai CEO sekaligus pemilik perusahaan.
Regen masuk ke ruang kerjanya, menatap ruang kerjanya tidak ada yang berubah tapi masih tertata rapi dan bersih. Sementara Januar yang mengetahui kehadiran di kantor ia langsung bangkit berdiri dari tempat duduknya menuju ruang kerja sang Bos. Ia benar-benar bersyukur akhirnya bos masuk kembali untukmu melakukan tugasnya seperti semula. Itu artinya tugas Januar saat ini sudah semakin ringan. Sama halnya seperti Evi.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS
__ADS_1