Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN


__ADS_3

Keesokan harinya. Regen sengaja pulang lebih Awal. Karena Regen mendapatkan telepon dari Tuan Aditama. Tuan Aditama meminta Regen untuk segera pulang. Karna sore ini juga, mereka akan kerumah Tamara.


Mengingat siang itu pak Suyatno menghubungi Tuan Aditama, kalau saat ini mereka sedang berada di kota Jakarta. Dan pak Suyatno ingin berbicara langsung dengan Tuan Aditama dan juga Regen perihal lamaran mereka beberapa hari yang lalu.


Saat mobil yang ditumpangi Regen memasuki pekarangan rumah utama keluarga Aditama, terlihat Tuan Aditama sudah rapi dan siap berangkat menuju rumah yang selama ini ditempati Tamara dengan Cia.


"Papa, sudah siap-siap?


"Iya, Papa sudah siap dari tadi."sahut Tuan Aditama. Kemudian Regen berpamitan kepada Tuan Aditama, dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Setelah itu, dia langsung berlalu masuk ke kamar mandi berniat untuk segera melakukan ritual mandinya.


Regen sengaja mempersingkat waktu mandi hari ini, dia tidak mau Tuan Aditama terlalu lama menunggunya. Apalagi saat ini Regen ingin sekali bertemu dengan wanita yang sangat ia cintai.


Setelah selesai melakukan ritual mandinya Regen keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Kemudian ia langsung masuk ke walk in closed, untuk berganti pakaian. Setelah penampilannya sudah terlihat rapi dan tampan. Regen langsung keluar dari kamar menghampiri Tuan Aditama yang sudah menunggu di teras.


Saat Regen sudah berada di teras, Mario sudah bersiap dingin menghantarkan sang Bos menuju rumah sederhana milik Tamara.


"Silakan Tuan!" ucap Mario mempersilahkan Tuan Aditama dan Regen masuk ke dalam mobil setelah ia membuka pintu mobil.


Tuan Aditama masuk di bangku penumpang diikuti dengan Regen. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit tepatnya pukul tujuh malam, mobil yang dikendarai Mario tiba di rumah sederhana milik Tamara.


Awalnya Tuan Aditama mengusulkan agar mereka bertemu di sebuah restoran, tapi Pak suyatno menolak. Ia meminta kepada calon besannya datang langsung ke rumah sederhana yang ditempati oleh Tamara.


Tampak ada senyum sumringah terpampang jelas di wajah Regen. Ia seolah tidak sabaran lagi ingin segera bertemu dengan Tamara dan juga Cia. Setelah beberapa hari belakangan ini mereka jarang bertemu.


Mereka hanya berkomunikasi melalui pesan WhatsApp ataupun video call saja, mengingat Regen sangat sibuk Setelah kepulangannya dari Medan melamar Tamara.


"Assalamualaikum!" Sapa Tuan Aditama saat sudah berada di teras rumah sederhana milik Tamara.

__ADS_1


"Waalaikumsalam!"sahut Pak suyatno sambil langsung membuka pintu rumah. Pak suyatno mempersilahkan Tuan Aditama dan juga Regen masuk ke rumah dan mempersilahkannya duduk di sofa.


Sementara Tamara yang sedang sibuk di dapur untuk mempersiapkan makan malam, belum mengetahui kehadiran Tuan Aditama dan Regen di rumah. Tapi setelah mendengar suara teriakan Cia yang memanggil Papa kepada Regen, Tamara langsung terhenyak melihat Regen dan Tuan Aditama sudah berada di ruang tamu.


Tamara memilih untuk menata makan malam di atas meja. Makanan sederhana itu tentunya setelah menu makanan yang akan dihidangkannya sudah selesai ia masak.


Kemudian setelah sudah tertata rapi, Tamara menghampiri Tuan Aditama dan juga Regen.


"Sudah lama, Mas?


"Nggak kok sayang, baru aja." sahut Regen sambil mengembangkan senyumnya.


Tamara Melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Kalau begitu, Ini sudah waktunya makan malam. lebih baik kita langsung makan saja dulu, kebetulan tadi Cia sudah mengeluh lapar dan ingin makan malam segera."ujar Tamara yang langsung dibalas anggukan dari Pak suyatno.


Saat semuanya sudah duduk di kursi meja, makan dengan telaten Tamara melayani Regen, Tuan Aditama, dan juga kedua orang tuanya. Cia yang sudah mandiri terlihat makan dengan lahap. Tanpa harus disuapi oleh Tamara lagi.


"Wah, makanannya enak sekali, jarang sekali Saya memakan makanan seperti ini. Masakan sederhana, tapi mengunggah selera."puji Tuan Aditama. Padahal Tamara Hanya memasak, ikan gembung sambalado, lalu ayam rica-rica. Dilengkapi dengan sayur tumis kangkung, dan juga capcay kesukaan Cia.


Tuan Aditama makan dengan lahap, Begitu juga dengan Regen. Makan malam kali ini benar-benar dinikmati oleh kedua keluarga itu membuat suasana terlihat damai. Seperti memiliki keluarga yang utuh.


Drama makan malam telah usai, kini mereka sudah berada di ruang tamu. Sementara itu Tamara sibuk membersihkan piring bekas makan mereka.


Tak lupa setelah selesai makan, Cia selalu meminta Regen untuk bermain dengannya. Regen memenuhi keinginan Cia. Tapi entah karena Cia terlalu capek bermain hari ini, sehingga beberapa kali Cia terlihat sudah menguap. Itu artinya dia sudah mengantuk.


Regen meminta kepada Cia untuk berbaring di sofa. Terlihat kepala Cia berada di paha Regen, seolah-olah Cia membuat paha Regen itu sebagai bantal. Sambil ngobrol bersama mengenai rencana pernikahan Regen dan Tamara, Regen mengelus rambut bocah kecil itu. Hingga Via benar-benar tertidur pulas. Semua apa yang dilakukan Regen, tidak luput dari perhatian Pak suyatno dan ibu Sumiati. Ada kebahagiaan tersendiri di hati Pak Suyatno dan ibu Sumiati ketika melihat ketulusan Regen yang menyayangi Cia.

__ADS_1


Saat Tamara sudah selesai mencuci piring, Ia kembali menghampiri kedua orang tuanya, Regen, dan juga Tuan Aditama di ruang tamu. Tamara terhenyak melihat putrinya sudah tertidur pulas di atas sofa yang kepalanya berbantalkan paha Regen.


"Astaga! Mas Sepertinya Cia sudah tertidur pulas." ucap Tamara sambil berniat menggendong Cia. Tapi tangan Regen menolaknya.


"Biar aku saja."ucap Regen sambil pelan-pelan meraih tubuh Cia kepelukannya, agar Cia tidak terbangun. Kemudian ia membawa Cia masuk ke dalam kamar bocah kecil itu.


Pelan-pelan Regen membaringkan putrinya. Ia mengelus dan mengecup pucuk kepala bocah kecil itu. Kemudian ia keluar setelah memastikan dia kembali tertidur pulas.


Tampak Tuan Aditama mengembangkan senyumnya melihat putranya begitu telaten mengurus Cia. "Jadi menurut saya, karena putra-putri kita sudah sama-sama saling mencintai, lebih baik pernikahan mereka kita percepat saja. Untuk apa menunda-nunda waktu. Nanti yang ada timbul fitnah di hubungan mereka." ucap Tuan Aditama kepada Pak suyatno dan ibu Sumiati. Yang langsung disetujui oleh Pak suyatno.


Akhirnya mereka pun sepakat pernikahan Tamara dengan Regen akan dilaksanakan dua minggu ke depan. Memang waktu yang sangat mepet. Tapi itu permintaan Regen sendiri.


"Apa tidak terlalu cepat Pak?karena persiapan pernikahan tidak seperti semudah yang kita bayangkan." Ucap pak suyatno kepada Tuan Aditama


"Kalau masalah persiapan pernikahan, Ayah tidak perlu khawatir. Semua sudah disiapkan oleh asisten Regen."ucap Regen kepada Pak suyatno.


"Maksudnya gimana ya? Ayah kurang paham!


"Maksud saya, sebenarnya rencana pernikahan ini sudah lama Regen rencanakan. Sehingga sebelum pernikahan dilaksanakan sudah Regen persiapkan segalanya. Mulai dari gedung resepsi, catering, bahkan butik penyedia gaun pengantin untuk mempelai wanita sudah bersiap untuk melakukan fitting baju. Begitu juga dengan sang fotografer yang untuk melakukan foto prewedding semuanya sudah rangkum,"


"Wedding organizer sudah mempersiapkan segalanya. Hanya kesiapan Tamara saja yang ditunggu saat ini." ucap Regen memberitahu Membuat pak Suyatno dan ibu Sumiati benar-benar terkejut. Mereka tidak menyangka pria yang akan menjadi menantunya itu sudah jauh-jauh hari sebelumnya mempersiapkan untuk acara pernikahannya dengan Putri mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2