Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 145. TAMAT


__ADS_3

Kini kondisi Ibu Sumiati sudah semakin membaik, setelah Regen dan Tamara membawa Ibu Sumiati ke kota Jakarta dan menjalani pengobatan di sana.


Saat ini Regen dan Tamara memilih untuk meminta kepada Ibu Sumiati untuk tetap tinggal bersama mereka.


Tamara, Cia dan juga keluarga besar Aditama merasa bahagia. Karena Ibu Sumiati sudah diperbolehkan dokter untuk dirawat di rumah saja. Karena Ibu Sumiati hanya butuh pemulihan saja.


Sementara Januar dan Evi, tinggal menunggu kehadiran buah hati mereka. Setelah dokter memastikan kalau saat ini Evi benar-benar hamil.


Januar pun terlihat lebih posesif kepada Evi, semenjak Evi mengandung buah hati mereka. Nyonya Raina dan Tuan Baskoro juga merasa bahagia. Karena sudah tidak lama lagi mereka akan segera, memiliki cucu dari pasangan Putra tunggalnya Januari dan Evi.


"Mas, aku bosan di rumah. Aku ke rumah Kak, Tamara ya."mohon Evi di dalam sambungan telepon seluler saat suaminya masih berada di kantor.


"Ya udah, tidak apa-apa. Tapi kamu harus diantar sopir."ucap Januar memperbolehkan Evi dengan catatan harus diantarkan oleh subur langsung ke rumah utama keluarga Aditama.


"Nggak apa-apa mas aku bisa sendiri kok, aku bisa naik taksi online."


"Jangan membantah, kamu pergi diantar sopir saja."ujar Januar yang tak dapat dibantah oleh Evi.


"Ya sudah terserah, Mas aja. Evi juga sudah kangen melihat Cia dan juga baby Andika."ucap Evi memberitahu.


Setelah suaminya memberikan izin kepada Evi, Evi langsung berlalu menuju rumah utama keluarga Aditama.


Sekitar dua puluh menit kemudian, Evi tiba di rumah utama keluarga Aditama. Dia menghampiri Tamara dan Ibu Sumiati yang sedang duduk di gazebo.


"Assalamualaikum! Sapa Evi sambil memberikan salam kepada ibu Sumiati dan Tamara yang sedang bersantai di gazebo. Disana ada Cia dan baby Andika juga.


"Waalaikumsalam! sahut Tamara dan ibu Sumiati, begitu juga dengan Cia.


"Wah, Tante Evi datang." ucap Cia kegirangan.

__ADS_1


"Wah, ponakan Tante yang cantik sudah gede dan punya adik, berarti Kakak Cia sudah semakin mandiri dong." ucap Evi sambil duduk di Gazebo.


***


Beberapa bulan kemudian, usia kandungan Evi sudah genap sembilan bulan. Kini Evi sudah berada di ruang bersalin. Januar dengan setia menemani sang istri juga tetap berada di samping Evi.


"Sudah bukaan dua Bu." ucap perawat yang baru saja memeriksa Jalan lahir.


"Berapa lama lagi?"tanya Januar yang tangannya sesekali diremas oleh Evi, saat wanita itu menyalurkan rasa sakitnya saat kontraksi itu datang.


"Mungkin sekitar dua jam atau tiga jam lagi. tapi tergantung bayi di dalam perut, bisa lebih cepat atau lebih lambat."


"Mas.... sakit banget." rengek Evi.


Januar bingung, karena ini merupakan pengalaman pertamanya menemani seorang wanita melahirkan.


"Sabar sayang,"Hanya itu yang bisa diucapkan pada istrinya. tangannya mengusap peluh yang ingin meluncur di pelipis istrinya.


"Mas, nanti misal anak kita yang lahir ini perempuan, Mas harus sayang sama dia ya."


"Kok kamu ngomong begitu sayang? meskipun Mas menginginkan anak laki-laki, tapi mas akan tetap menyayanginya karena dia adalah darah daging Mas."


Beberapa jam kemudian, bukaan sudah lengkap. Perawat selalu memindahkan Evi ke ruang bersalin. Januar pun mengikuti istrinya ke ruangan itu, sebab dia ingin mendampingi istrinya saat melahirkan.


Kedua kaki Evi lalu diletakkan pada tempat dudukan kaki yang ada di ranjang itu. posisinya sekarang dalam keadaan sudah siap ingin mengejan. Tangan kirinya memegang pagar kecil yang ada di pinggiran ranjang. Sedangkan tangan kanannya memegang lengan suaminya


Setelah siap dengan posisinya, dokter lalu memberitahukan Evi untuk mengatur nafas dan mengejan.


Evi yang belum berpengalaman kurang memahaminya. Tapi Evi berusaha melakukan instruksi dari dokter

__ADS_1


"Aaaaa ....!!!"Evi berteriak. nafasnya ngos-ngosan, buliran keringat sebesar butiran jagung keluar di keningnya. Januar dengan sigap mengelap keringat tersebut. lalu mengecup kening sang istri.


"Semangat sayang... yang kuat ya."Januar memberi semangat untuk istrinya.


Setelah tiga kali mengejan, Evi akhirnya berhasil mengeluarkan bayi dalam perutnya.


"Oekkk....oekk...oekkk..."bayi itu menangis kencang.


"Selamat ya, Bapak dan Ibu, jenis kelamin bayinya laki-laki."ucap dokter itu


"Alhamdulillah...."ucap Januar dan Evi sambil tersenyum senang.


Beberapa saat kemudian Evi dan bayinya keluar dari ruangan itu. Karena akan dipindahkan ke ruang rawat inap. Di luar ruangan, Nyonya Raina , Tuan Baskoro Sudah beberapa jam yang lalu menunggu. Mereka lalu mendekat ke arah Evi dan Januar Kemudian melangkah sejajar dengan Januar yang saat ini sedang menggendong putranya. Berjalan menuju ruang rawat inap.


"Mama dan Papa sangat bahagia. Karena Mama sudah menjadi Oma dan papa sudah menjadi Opa."ucap Nyonya Raina.


"Terimakasih ya sayang, kamu sudah memberikan kebahagiaan di keluarga besar kita." ucap nyonya Raina sambil menggenggam tangan Evi. Karna rasa syukur nyonya Raina yang sudah menyandang panggilan Oma. Begitu juga dengan Tuan Baskoro mengucapkan terima kasih kepada Evi.


Sementara pasangan Ronald dan Marissa juga merasa bahagia, setelah mendengar kabar kehamilan Marisa.


 Kini keluarga Tamara dan Regen juga merasa bahagia setelah dokter memastikan kalau Ibu Sumiati sudah sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula.


Tuan Aditama saat ini memilih untuk pensiun total dari dunia bisnis . Dia ingin menghabiskan waktunya di usia senja ini, bersantai menikmati kebersamaannya dengan sang cucu. Yang membuatnya tidak merasa bosan berada di rumah.


Sementara Alven harus mendekam di penjara, karna terbukti bersalah dalam kasus mucikari prostitusi online. Saat ini bukan hanya Clarissa yang mendekam di penjara. Tetapi kakaknya Alven juga.


Tamat.


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih πŸ™πŸ’“πŸ™

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH πŸ™πŸ’“


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG BARU AKAN TERBIT TGL 7 AGUSTUS DAN LANGSUNG GRAZY UP


__ADS_2