Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 38. MISI KEDUA


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Regen langsung membersihkan diri. Dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tamara dan Cia. Padahal Regen berjanji sorenya dia akan jemput Cia dan Tamara. Tapi entah mengapa Pagi ini dia semangat ingin segera berangkat ke kantor.


Jam sudah menunjukkan pukul 06.30 Regen keluar dari kamar menuruni anak tangga. Dia belum melihat keberadaan Tuan Aditama di ruang makan.


Terlihat asisten rumah tangga juga baru saja menghidangkan sarapan pagi disana. Bahkan belum rangkum keseluruhan.


Melihat Regen sudah menuruni anak tangga, para asisten rumah tangga kocar-kacir segera mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk sarapan pagi.


Regen langsung duduk di kursi meja makan. bersiap untuk menyantap sarapan pagi yang masih belum terhidang semuanya disana.


"Tuan, Kok pagi sekali hari ini? tanya salah satu asisten rumah tangga yang bertugas menyiapkan sarapan pagi untuk Tuan Aditama dan juga Regen.


Regen melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Ia Melihat jarum jam masih menunjukkan pukul 06.40 menit. Regen mengembangkan senyumnya.


Karena terlalu bersemangat,Ia pun sampai tidak melihat jarum jam yang masih terlalu pagi dirinya berangkat ke kantor. Biasanya dia berangkat paling sekitar pukul 07.30. Tapi saat ini Regen ingin cepat-cepat segera tiba di kantor dan menyelesaikan tugasnya.


Agar sore harinya dia dapat lebih cepat pulang untuk menjemput Tamara dan Cia. Tuan Aditama yang baru keluar dari kamarnya mengerutkan keningnya. Melihat putranya sudah terlihat rapi duduk di kursi meja makan.


Tuan Aditama duduk tepat di hadapan putranya. "Tumben kamu sudah rapi dan sudah berada di sini, biasanya Papa yang selalu menunggu kamu. Apa kamu ada meeting pagi ini juga? tanya Tuan Aditama penuh selidik.


"Tidak pa, hanya saja Regen ingin cepat-cepat ke kantor dan menyelesaikan tugas Regen hari ini. Agar lebih cepat siap, dan lebih cepat juga menjemput Tamara dan Cia.


Tuan Aditama menyungingKan senyum mendengar nama Tamara disebut oleh putranya. Itu berarti Regen sudah mulai jatuh cinta kepada wanita yang diharapkan oleh Tuan Aditama menjadi menantunya.


"Kamu serius mau membawa Tamara ke rumah sore ini? tanya Tuan Aditama tidak percaya begitu saja apa yang diucapkan oleh putranya.


"Memangnya di wajah Regen terlihat ada kebohongan ya, Pa? sahut Regen


Tuan Aditama menggelengkan kepala, itu artinya tidak ada di wajah Regen kebohongan.


"Ya sudah, lebih baik kita langsung sarapan. mudah-mudahan pekerjaan kamu di kantor lancar dan cepat kamu kerjakan. Agar lebih cepat juga calon menantu Papa datang ke rumah. Papa sudah tidak kesabaran lagi bertemu dengan Cia. Mungkin kalau ada Cia Papa tidak akan merasa bosan di rumah.


Asam urat Papa juga tidak akan kambuh, karena terus tertawa bersama Cia, si gadis kecil yang mampu membuat Papa tertawa dan membuat papa bahagia." ucap Tuan Aditama, membayangkan Bagaimana dirinya bermain dengan bocah kecil itu. Apalagi Cia memanggilnya dengan panggilan Opa. Tuan Aditama menyukai Cia yang langsung begitu dekat dengannya tanpa ada jarak.


Baginya Cia itu sudah ia anggap seperti cucunya sendiri. Semenjak dia memanggilnya dengan panggilan Opa.


Setelah selesai sarapan pagi, Regen langsung berpamitan kepada Tuan Aditama.


Mario yang sudah datang menjemput Regen pun langsung menghampiri Regen. "Tuan mobil sudah siap." ucapnya sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1



visual Regen


"Ya sudah, kita berangkat sekarang, aku akan menghubungi Januar agar Januar juga lebih cepat datang ke kantor." ucap Regen sambil masuk ke dalam mobil miliknya.


Mario memastikan Regen duduk dengan nyaman, barulah Mario menyalakan mobil mewah milik sang bos yang dikendarai oleh Mario.


"Langsung ke kantor!" perintah Regen


"Baik Tuan!" sahut Mario lalu Mario langsung melajukan mobilnya ke arah kantor Aditama group.


Sepanjang perjalanan menuju kantor, bayangan Tamara yang menari nari di pikiran Regen. Membuat pria itu, senyum senyum sendiri di dalam mobil. Bahkan ia kembali membuka media sosial milik Tamara dilayar ponselnya dan menatap foto foto Tamara. hal itu menarik perhatian Mario. Ia mengetahui kalau bosnya itu saat ini sedang kasmaran dengan wanita yang bernama Tamara



Visual Tamara


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh menit membelah jalanan ibukota yang lumayan macet, akhirnya mobil yang dikendarai Mario pun tiba di Aditama group.


Petugas keamanan yang berjaga di sana pun langsung memberi hormat kepada Regen yang baru tiba di kantor.


Saat Regen memasuki ruang kerjanya, Evi mengetuk pintu.


"Tok....


"Tok....


"Tok.....


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Regen.


"Masuk! Regen mempersilahkan seseorang yang mengetuk ruang kerjanya pintu untuk masuk ke ruang kerjanya. Ia mengira yang mengetuk pintu itu atau salah satu office boy yang ingin menghantarkan minuman.


Tapi setelah Regen mendongakkan kepalanya, ia terhenyak melihat evi yang datang menghampiri dirinya.


"Ada apa pagi-pagi sekali kamu datang ke ruang kerjaku? tanya Regen kepada Evi punuh selidik.


Evi hanya nyengir kuda.

__ADS_1


"Kenapa hanya nyengir? katakan Mengapa kamu pagi-pagi sekali datang ke ruangan saya?"


Dengan gugup, Evi pun mengutarakan maksud dan tujuannya. Meminta kepada Regen, untuk mengobati luka hati Tamara. membuat Regen menggelengkan kepala lalu ia pun tersenyum.


Melihat respon dari Regen, Evi menjadi bingung.


"Tidak perlu raut wajahmu bingung seperti itu. tanpa kamu ajari, saya mengetahui apa yang harus aku lakukan. saya juga mengetahui bagaimana rasa sakit yang dirasakan oleh Tamara atas penghianatan Alven. Kamu tenang saja, tidak akan lama lagi Tamara akan menggapai kebahagiaannya."ucap Regen penuh dengan keyakinan


"Bapak serius?


"Iya, saya serius!


"Janji? Evi kembali meminta kepada Regen agar berjanji untuk membuat Tamara bahagia.


"Evi! apa selama ini saya pernah berbohong? tanya Regen yang sudah tanpa kesal kepada Evi yang tidak percaya kepadanya.


"Hehehe... tidak sih Pak," ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tiba-tiba saja pintu terbuka tanpa diketuk terlebih dahulu.


Sosok Januar masuk ke ruang kerja Regen. "Kalian berdua ini ada apa sih, kok tiba-tiba saja pagi-pagi begini sudah mengganggu saya bekerja?hardik Regen


Evi kembali cengengesan, lalu melirik ke arah Januar. "Tujuan Kami, sama pak." sahut Evi seolah-olah dia mengetahui Apa tujuan Januar masuk ke ruang kerja Regen.


"Memangnya kamu tahu apa tujuan saya datang ke sini?


"Iya tahu lah, seperti misi kedua kita."bisik Evi yang masih dapat didengar oleh Regen.


"Kok kamu tahu?


"Iya tahulah. Pergerakan kamu terlalu lambat, jadi aku ambil alih duluan." bisik Evi. lagi lagi Regen menggelengkan kepala melihat tingkah kedua karyawan yang ada di hadapannya.


Walaupun keduanya terpaut usia yang jauh berbeda, tapi mereka seperti sepemikiran. Bahkan Regen menduga di antara keduanya ada hubungan khusus.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2