
Di tempat lain, terlihat Clarissa berusaha untuk mencari ide untuk menghancurkan keluarga Januar dan juga Tamara. Entah dendam apa yang dimiliki Clarissa sehingga dirinya berusaha terus mencari ide Bagaimana cara agar hubungan rumah tangga Tamara dan Regen hancur berantakan.
"Alven menghampiri Clarissa. "Clarissa ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada kamu "
"Memangnya Kakak mau nanya apa kepada Clarissa?" tanya Clarissa penasaran.
"Tolong jujur sama Kakak, ada hubungan apa kamu dengan Rohana?" ucapnya membuat Clarissa mengerutkan keningnya.
"Maksud kakak, apa?
"Sepertinya Rohana menyembunyikan sesuatu kepada kakak, seperti yang kamu katakan sebelumnya, Kalau Rohana itu merupakan teman satu kerjamu saat berada di san diego. Siapa tahu kalian memiliki rahasia yang tidak aku ketahui." ucap Alven menebak apa yang terjadi antara Rohana dan juga Clarissa
"Kakak ada-ada saja, tidak mungkin ada hubungan apa-apa aku dengan Rohana Karena dia hanya teman satu kerja Rohana. Kakak Tenang saja, tapi lebih baik Kakak berhati-hati. Jangan terlalu percaya kepada setiap orang.
"Bagaimana dengan rencana kamu, apa yang kamu sudah menjalankan rencana B yang kamu katakan itu? Tanya Alven kepada Clarissa.
__ADS_1
"Kakak Tenang saja, serahkan semua ini kepadaku. Aku akan tetap membuat keluarga Regen dan Tamara hancur berantakan, sama seperti rencana kita sebelumnya.
"Sekalipun Kakak sudah move on dari Tamara, tetapi aku tidak akan terima penghinaan yang dilakukan terhadap kakak." ucap Clarissa meyakinkan Alven kalau dirinya akan berhasil menghancurkan hubungan rumah tangga Regen dan juga Tamara.
Padahal dia tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya, kalau yang bersalah bukanlah Tamara melainkan kakak kandungnya sendiri.
Clarissa belum mengetahui kalau Tamara dan Regen benar-benar bijak dalam menghadapi masalah. Ia belum mengetahui siapa sosok Tamara sebenarnya apalagi karena Tamara terlahir dari desa dan rakyat kecil.
Bahkan Clarissa dan Alven selalu menamai Tanda adalah rakyat jelata tetapi Tamara tidak pernah mempermasalahkan Siapa yang mengatakannya, kalau dirinya merupakan rakyat jelata. Karena itu tidak penting baginya.
" Opa, kalau mama hamil, itu berarti tidak akan lama lagi dia akan memiliki adik, ya? tanya Cia tiba-tiba kepada Tuan Aditama membuat Tuan Aditama tertawa cengengesan.
"Iya Sayang." sahut Tuan Aditama.
"Horeeee....berarti dia tidak akan main hanya sama Opa saja. Tapi sama dedek bayi." ucap Cia bersorak kegirangan ketika mendengar kabar tentang kehamilan Tamara.
__ADS_1
Tuan Aditama pun tidak kalah bahagianya dari cia mendengar kabar kehamilan menantunya itu, kabar yang selama ini dinanti-nantikan oleh Tuan Aditama.
Tamara yang melihat putrinya bersorak kegirangan mengerutkan keningnya. Kemudian ,Ia pun menghampiri Cia dan Tuan Aditama yang sedang bermain Lego di ruang tengah.
"Ada apa Pa? kok sepertinya Cia bahagia sekali sampai dia loncat-loncat bersorak kegirangan?" tanya Tamara sedikit keharaman.
"Tidak apa-apa, nak. Cuman ketika dia bertanya kepada papa, kalau kamu itu sudah hamil berarti dia sudah tidak akan lama lagi akan segera memiliki adik. Dan Cia akan memiliki teman untuk bermain selain opanya sendiri."sahut Tuan Aditama lalu Tamara pun mengembangkan senyumnya. Itu berarti putrinya itu juga sangat menginginkan seorang adik yang dapat menemaninya bermain.
"Masya Allah ternyata bukan hanya aku saja yang begitu bahagia mendengar kabar bahagia ini."
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN