Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 80. TELEPON DARI CIA


__ADS_3

"Mas tempatnya indah banget ya, jujur Tamara menyukainya." ucap Tamara kepada Regen. Karena begitu takjub melihat pemandangan indah yang ada di sana. Kebetulan pasangan suami istri itu pergi berwisata ke daerah yang lokasinya lumayan jauh dari hotel mereka menginap saat ini.


Tetapi perjalanan sejauh itu bukan masalah untuk keduanya. Karena terbayar sudah dengan melihat pemandangan yang indah di sana. Tempat wisata yang ada di San Diego menawarkan banyak sekali keindahan alam dan pemandangan yang sangat menakjubkan.


Kali ini Tamara dan Regen melakukan perjalanan ke balboa park , SeaWorld San Diego, La Jolla cove. Keindahan alam dan fasilitas yang disuguhkan di sana memanjakan mata Regen dan Tamara.


Hal itu membuat Tamara dan Regen benar-benar merasakan keindahan alam semesta ciptaan Tuan. Apalagi liburan kali ini Regen sudah tidak pergi sendiri lagi. Kini Bersama sang istri yang sangat ia cintai. membuat perjalanan mereka semakin berwarna.


Ketika Tamara dan regen melakukan perjalanan di SeaWorld San Diego, keindahan yang ajaib membuat keduanya benar-benar bersyukur mendapatkan paket liburan bulan madu yang dipilihkan oleh Tuan Aditama.


"Mas, jujur Tamara sangat bahagia. Ternyata Papa sangat pintar memilih tempat wisata liburan bulan madu untuk kita. Ini sesuai dengan impian Tamara." ucap Tamara kepada Regen sambil langsung memeluk suaminya. Padahal saat pernikahannya dengan Alven, dia benar-benar tidak pernah meminta sesuatu kepada Alven, tetapi Alven tidak pernah merasa bersyukur memiliki istri sebaik Tamara yang tidak banyak menuntut darinya.


Ketika mereka sudah menikmati keindahan yang ada di sana kini mereka melanjutkan perjalanan lagi balboa park. Di sana juga tidak kalah indahnya dari Seaworld.


Kali ini Tamara dan Regen benar-benar menikmati perjalanan mereka.


"Mas, kira-kira setelah kita selesai melakukan perjalanan di kota San Diego kita bisa nggak melanjutkan perjalanan ke San Fransisco? tanya Tamara kepada Regen.


"Tentu dong sayang." sahut Regen sembari langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis Tamara. Setelah beristirahat di kamar hotel yang lokasinya tidak terlalu jauh dari seaworld, keesokan paginya mereka berangkat menuju San Fransisco. Dibantu dengan tour guide yang selalu membantu perjalanan mereka selama berada di California, untuk melancarkan komunikasi mereka di sana.


Kali ini mereka sudah berada di pulau Alcatraz. Pulau ini merupakan sebuah pulau kecil. Tetapi keindahan alam yang disuguhkan di sana membuat orang-orang begitu terpukau dan terpesona.


Tamara benar-benar tidak menyangka dirinya dapat melakukan perjalanan ke California."Ya Allah aku bersyukur memiliki suami dan ayah mertua yang begitu baik kepadaku." gumam Tamara sembari menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.


Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Regen terdengar jelas di telinga Tamara. Padahal mereka baru tiba di kamar hotel. Regen melirik ponselnya untuk melihat Siapa yang menghubungi dirinya kali ini. Ternyata di sana nomor ponsel Tuan Aditama yang tertera di layar ponsel.


Regen langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tuan Aditama.

__ADS_1


"Selamat malam Pak." sahut Regen dalam sambungan telepon selulernya.


"Selamat siang, di sini." sahut Tuan Aditama sambil terkekeh.


"Bagaimana kabar kalian di sana, apa kalian baik-baik saja dan bagaimana perjalanan liburan bulan madu kalian? tanya Tuan Aditama penuh selidik.


"Pa, kalau bertanya itu satu-satu dong. Kalau begini, kan Regen bisa bingung jawabnya yang mana duluan."gerutu Regen yang mampu membuat Tuan Aditama ikut terkekeh. Sementara Cia sudah tidak sabaran ingin meraih ponsel yang ada di tangan Tuan Aditama, agar dirinya dapat berbicara langsung dengan Regen Aditama dan juga Tamara.


"Ya sudah, Jawab satu satu aja kok repot." gerutu Tuan Aditama.


"Yang pasti kami baik-baik saja di sini pa, dan perjalanan wisata nya begitu menyenangkan. Terima kasih sudah memberikan paket wisata bulan madu di California yang merupakan tempat yang indah kami jalani." ucap Regen kepada Tuan Aditama.


"Bagaimana dengan tanggapan menantuku, apa dia juga menyukai tempatnya?


"Alhamdulillah, Tamara juga menyukai paket wisata yang Papa berikan kepada kami. Terima kasih ya Pa, Papa sudah memberikan kado yang begitu indah untuk pernikahan Regen dan Tamara." ucap regen.


"Loh, Cia ada di situ Pa?" tanya Regen


"Iya Cia tinggal bersama Papa di sini. sementara nenek dan kakeknya sudah kembali ke Medan, katanya ada pekerjaan yang penting yang harus segera mereka selesaikan di kota Medan." ucap Tuan Aditama memberitahu.


"Terus apa Cia cengeng?" tanya Regen emang khawatirkan Cia


"Tidak kok, Cia anak yang baik. Cia anak yang pintar. Bahkan setelah ada dia di sini hari-hari Papa semakin berwarna. Papa sudah tidak merasakan kesepian lagi di rumah sebesar ini." ucap Tuan Aditama memberitahu.


Kemudian Tuan Aditama pun memberikan ponselnya kepada Cia. lalu ia pun langsung meraih ponsel itu.


"Halo assalamualaikum Papa Regen, Apa kabarnya?" tanya Cia di dalam sambungan telepon seluler.

__ADS_1


"Alhamdulillah kabar Papa Baik Sayang, bagaimana dengan Cia? apa Cia baik-baik saja di sana? jangan cengeng ya sayang Nanti papa akan bawakan oleh-oleh yang diminta oleh Cia." janji Regen.


"Cia baik-baik saja di sini Pa, tapi Papa harus janji membawa dedek bayi oleh-oleh untuk Cia."


Tamara yang tidak mau kalah kepada Regen ingin berbicara dengan putrinya. Ia langsung merampas ponsel dari tangan Regen.


"Astagfirullah Sayang, nggak usah merampas kayak gitu. Kamu juga bisa berbicara langsung dengan Putri kita." ucap Regen terhenyak melihat Tamara yang langsung merampas ponselnya dari tangannya.


"Oh, jadi begitu ya. Putri Mama nggak mencari Mamanya lagi? sekarang yang dicari papanya doang?" gerutu Tamara yang merasa komplain karena Cia langsung berbicara dengan Regen Aditama, sementara dirinya tidak ditanyakan oleh Cia.


"Bukan begitu Ma, Tapi kalau Papa baik-baik saja, Mama pasti baik-baik saja. Karena Cia yakin Papa pasti menjaga Mama dengan baik." ucap Cia bijak yang mampu membuat Tamara menggelengkan kepala. Entah dari mana putri kecilnya itu tahu berbicara dewasa seperti itu. Padahal usianya masih tergolong balita.


"Iya, tetap saja kamu pasti lebih sayang sama Papa Regen. Kamu sudah tidak sayang lagi sama Mama."


Memang siapa yang bilang Cia tidak sayang sama Mama? asal Mama tahu, Cia sangat sayang sama Mama. Makanya Cia menitipkan Mama sama Papa Regen. Karena apa? Cia tahu papa Regen mampu menjaga Mama dan membahagiakan Mama kelak." ucap Cia sok dewasa. Membuat Tuan Aditama hanya geleng-geleng kepala mendengar kata-kata yang keluar dari mulut bocah kecil itu.


"Astagfirullah, ini Anak siapa sih sudah berbicara seperti orang dewasa." ucap Tamara yang dapat didengar Tuan Aditama dari ujung telepon.


Itulah bedanya Cia. Dia berbicara di luar nalar seorang anak kecil yang masih tergolong balita.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2