
Januar Mendengar pembicaraan antara Alven dengan anak buahnya. Hal itu membuat Januar semakin kesal dan geram. Ingin rasanya pria itu mengobrak-abrik tempat itu dan langsung menghabisi nyawa Alven. Tapi dia masih berpikir panjang. Akal sehatnya masih bekerja, sehingga ia tidak melakukan itu.
Sedangkan Bimo berjalan melalui pintu belakang. Mencoba mencari celah untuk menyelamatkan Cia. Saat Januar berjalan, secara tidak sengaja Januar menjatuhkan sesuatu membuat perhatian Alven dan anak buahnya teralihkan dan mereka curiga ada yang mengintai tempat mereka.
Bimo saat ini sudah berusaha membuka pintu belakang, Tapi rencananya keburu diketahui anak buah Alven. "penyusup Bos! teriak anak buah Alven membuat Alven langsung berlari menghampiri anak buahnya yang saat ini sudah beradu fisik bersama dengan Bimo.
Saat Alven menghampiri anak buahnya di sana, Januar berusaha masuk dan membuka kamar di mana keberadaan Cia saat ini. Tapi sayangnya pintu kamar itu dikunci rapat oleh Alven. Membuat Januar mau tidak mau mendobrak pintu itu, hingga suara pintu terbuka pun terdengar jelas di telinga Alven dan anak buahnya. Membuat mereka pun langsung berlari menuju kamar di mana keberadaan Cia berada.
Alven begitu terhenyak melihat keberadaan Januar di sana, sudah memeluk Cia yang saat ini tidak sadarkan diri. "Lepaskan putri saya! Jangan pernah ikut campur dalam urusan pribadi saya Januar! Dia putri saya! saya berhak atas Cia."teriak Alven tidak terima kalau dia saat ini berada di pelukan Januari.
Terlihat adu fisik antara Bimo dan anak buah Alven terjadi. Mendengar suara teriakan itu mengalihkan atensi Jeremy dan juga Riko yang juga berada di lokasi itu, sehingga mereka pun mempercepat langkah mereka untuk menghampiri rumah dimana asal suara itu. Hingga Jeremy dan Riko pun tiba. Aduh fisik antara anak buah Alven dengan anak buah Januar pun semakin sengit.
Januar yang tak kunjung melepaskan Cia dari pelukannya, membuat emosi Alven membabi buta. Ia seolah melupakan persahabatan mereka mulai mereka duduk di bangku SMA. dia berusaha merebut Cia dari pelukan Januar. Tetapi Januar berusaha untuk melindungi Cia dari pria brengsek seperti Alven.
Regen yang sudah mendapatkan pesan dari Riko, langsung datang bersama Tamara dan juga beberapa anak buahnya. Regen yang sudah dilanda amarah karena melihat kondisi Cia saat ini sebegitu lemah dan tidak sadarkan diri, membuat amarahnya tidak terkendali.
Regan langsung menghajar habis-habisan Alven. Sekalipun Cia bukan darah dagingnya tapi dia begitu menyayangi bocah kecil itu. Tidak seperti Alven yang tega menyakiti fisik putrinya demi keinginannya sendiri.
"Terlihat adu berisik antara Regen dan Alven membuat Tamara khawatir akan kondisi Regen saat ini. Dia tidak ingin orang yang dia sayangi terluka. Dari pengorbanan yang dilakukan Regen untuk putrinya, membuat Tamara semakin memantapkan hatinya menikah dengan Regen. Padahal awalnya Tamara ada keraguan.
__ADS_1
Saat ini Cia sudah berada diperlukan Tamara, sementara Januar memberikan pelajaran kepada Alven dan juga anak buahnya. Setelah Alven dan beberapa anak buahnya dilumpuhkan oleh anak buah Januar dan juga anak buah Regen, Regen meminta Januar untuk segera mengurus Alven dan anak buahnya dan berniat untuk menjebloskan pria brengsek itu ke penjara.
Sementara Tamara berjalan dengan cepat menggendong putrinya diikuti oleh Regen takut terjadi sesuatu kepada putrinya. Mereka pun langsung melarikan Cia ke klinik terdekat yang ada di kawasan puncak Bogor.
Setelah mereka tiba di sebuah rumah sakit kecil yang ada di puncak Bogor, Tamara langsung meminta kepada dokter dan suster untuk menolong putrinya saat ini.
Saat ini Cia sudah diperiksa oleh dokter dan suster. Dokter menemukan ada kekerasan fisik di tubuh Cia. Dan selain itu juga dia mengalami dehidrasi sehingga Cia jatuh pingsan. Mendengar penuturan dari dokter itu Tamara menangis histeris. Tak menyangka Alven yang merupakan ayah kandungnya sendiri sanggup menyakiti putrinya.
"Lakukan yang terbaik untuk putri saya dokter, Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada putri saya. Tolong dokter, mohon Tamara Regen yang melihat kondisi Tamara saat ini sedang terpuruk. Ia menghampiri Tamara dan meraih tubuh Tamara kepelukannya untuk memberikan kekuatan kepada calon istrinya itu.
"Mas bagaimana ini? Apa Cia akan baik-baik saja?" tangis Tamara.
Setelah memberikan pertolongan pertama kepada Cia, dokter meminta kepada mereka agar Cia dirawat inap. Tapi mereka merasa mereka tidak mungkin mengidap di kawasan puncak Bogor. Sehingga Regen meminta kepada dokter untuk merujuk Cia ke rumah sakit yang ada di kota Jakarta. Tak tanggung-tanggung Regen juga meminta kepada dokter untuk mendampingi Cia selama di dalam perjalanan. Tak peduli berapapun biaya yang akan dikeluarkan olehnya, Yang penting Cia baik-baik saja.
Saat ini mobil ambulans yang akan membawa Cia ke rumah sakit yang ada Jakarta sudah disiapkan. Kini Cia sudah berada di dalam ambulans didampingi oleh Tamara dan juga Regen.
Sementara mobil yang dikendarai Mario, mengikuti mobil ambulans itu dari belakang. Begitu juga dengan mobil yang dikendarai oleh anak buah. Tapi bedanya di sana ada Alven dan beberapa anak buahnya. Rencananya mereka akan segera dilaporkan ke kantor polisi atas tindakan penganiayaan dan penculikan.
Selama beberapa jam di dalam perjalanan, Mereka pun tiba di rumah sakit Di mana rumah sakit rujukan yang dituju oleh dokter sebelumnya. Regen meminta kepada pihak rumah sakit untuk menempatkan Cia berada di ruang VVIP. Pihak Rumah sakit yang sudah mengetahui Regen siapa, mereka pun langsung menjalankan perintah dari Regen.
__ADS_1
Januar, dan Alven begitu juga dengan anak buah Alven sudah berada di kantor polisi. Januar pun meminta kepada pihak kepolisian untuk menghukum Alven seberat-beratnya sesuai dengan kesalahan yang ia lakukan.
Pihak kepolisian langsung memproses kasus itu, saat ini Alven dan anak buahnya berada di tahanan kepolisian. Sementara saat Cia masih berbaring lemah di atas branker yang disediakan oleh pihak rumah sakit. Tamara terus menangis tak henti-hentinya sebelum putrinya membuka matanya.
Tuan Aditama yang mengetahui kabar itu pun marah besar. Tak menyangka Alven yang merupakan teman lama putranya mampu melakukan hal brengsek seperti itu. Tuan Aditama langsung meminta kepada sopirnya menghantarkan dirinya ke rumah sakit untuk melihat kondisi Cia saat ini. Pria yang sudah ubanan itu memang, begitu menyayangi Cia sudah menganggap Cia seperti cucu kandungnya sendiri.
Sementara di tempat lain, Pak suyatno dan ibu Sumiati yang sudah mendapat kabar Kalau saat ini Cia sudah ditemukan, Mereka pun bernafas lega. Tetapi Pak suyatno masih mengkhawatirkan kondisi cucunya mengingat Tamara mengatakan kalau cucu mereka saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Ibu Sumiati yang mendapatkan kabar itu, meminta kepada suaminya agar saat itu juga mereka berniat pergi melihat kondisi Cia di rumah sakit.
Pak suyatno dan ibu Sumiati pun menyusul Tamara ke rumah sakit dengan menggunakan taksi yang sudah dipesan oleh tetangga, berhubung Pak suyatno tidak mengetahui bagaimana caranya memesan taksi online.
Sepanjang perjalanan Ibu Sumiati terus menangis. Apalagi setelah mengetahui kalau yang menculik dan menyakiti cucunya itu ternyata ayah kandung cucunya sendiri mantan menantu Pak suyatno dan ibu Sumiati.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN