Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA


__ADS_3

"Wah...Wah.... sepertinya lagi bahagia nih, Ada apa sih? apa yang kalian tertawakan? saya jadi penasaran."ucap Regen Aditama yang tiba-tiba berada di antara Januar dan juga Ronald membuat Januar dan Ronald terkejut melihat kehadiran reagen Aditama di sana.


"Nggak Bos, biasalah kalau para pria yang baru menikah."ucap Ronald sambel tertawa cengengesan.


"Pasti kalian membahas pelayanan istri kamu di ranjang bukan? tebak Regen Aditama membuat keduanya langsung tertawa ngakak.


"Bos tahu aja apa yang kita bicarakan nih. Januar telat masuk kantor, karena menggempur istrinya sampai pagi."ucap Ronaldo sekolah dirinya mengetahui kalau Januar pagi itu menggempur Evi.


Januar tertunduk malu. Karena apa yang dikatakan oleh Ronaldo benar-benar adanya. Januar terlambat bekerja karena menggempur Evi di pagi hari. Padahal sore dan malam itu, Januar dan Evi sudah bercinta terlebih dahulu sebelum mereka istirahat.


Mereka pun tertawa ngakak, ketika mendengar cerita dari Januar yang tak ada puas-puasnya mendapat pelayanan dari sang istri. Regen hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang asisten.


"Sudah, lebih baik kalian kerjakan pekerjaan kalian sekarang juga. Bagaimana perkembangan perusahaan apa semuanya baik-baik saja?"tanya Regen Aditama kepada Januar dan Ronald.


"Alhamdulillah proyek semuanya berjalan dengan lancar Pak Bos. walau awalnya ada sedikit kendala. Tapi sudah bisa ditangani dan proyek itu berjalan sesuai yang kita rencanakan."ucap Januar dan Ronald memberitahu kepada Regen Aditama kalau proyek yang mereka jalankan saat ini sudah berjalan dengan lancar.


Setelah selesai bercanda gurau, ketiganya pun kembali ke ruang kerja masing-masing. Regen Aditama sengaja mampir ke kantor ALC COMPANY untuk memantau perkembangan ALC COMPANY sebelum dirinya berangkat ke Korea. Untuk melakukan perjalanan liburan sembari melakukan pengobatan di wajah Tamara yang terluka sayatan akibat perbuatan.


***


Ronald dan Januar telah usai menyelesaikan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai wakil Regen Aditama di perusahaan ALC COMPANY. mereka selalu membawa berkas jika pekerjaannya tidak selesai dari kantor.


Kali ini keduanya harus sama sama bekerja sama. Karena Regen hari ini akan segera berangkat ke Korea. Mereka tidak ingin membuat, sang big boss kecewa terhadap cara kerja mereka


Kini keluarga kecil Regen Aditama akan segera berlalu menuju Korea. Dengan menggunakan jet pribadi milik keluarga Aditama, mereka meninggalkan kota Jakarta menuju Bandara internasional Incheon yang merupakan bandara terbesar di Korea Selatan.

__ADS_1


Setelah mereka tiba, di bandara Incheon. mereka langsung bertolak menuju kota Seoul dan langsung menuju salah satu hotel yang sudah di booking oleh Regen Aditama sebelumnya melalui online.


Regen Aditama sengaja membawa Tamara berwisata di negara ini, karena sekaligus ingin melakukan perawatan kecantikan untuk istrinya agar bekas luka yang dimiliki Tamara di wajahnya akibat perbuatan Clarissa, dapat sembuh seperti semula. Sesuai dengan janji Regen Aditama sebelumnya kepada Tamara.


Kini Tamara sudah berada di rumah sakit Kangbuk Samsung Seoul dan Tamara akan segera melakukan operasi di rumah sakit ini. ketika Regen Aditama menemui dokter ahli di bidangnya. Tampak Tamara sedikit ragu untuk melakukan tindakan operasi, takut operasinya tidak berhasil yang membuat dirinya menjadi semakin tidak percaya diri.


Tetapi Regen Aditama menyakinkan sang istri, kalau operasinya pasti akan berhasil sehingga Tamara pun akhirnya setuju untuk menjalani operasinya.


Beberapa jam sudah berlalu, operasi di wajah Tamara sudah berhasil dilakukan. Kini wajah Tamara sudah dibalut dengan perban dan langsung dibawa ke ruang rawat inap.


Sementara, dia saat ini yang baru datang ke rumah sakit ini yang ditemani oleh babysitter yang selama ini menjaga kedua anak Tamara selama beberapa bulan belakangan ini.


Tampak Cia mengembangkan senyumnya, sambil menghampiri Tamara. Dia pun memanjatkan doa agar operasinya itu berhasil membuat wajah Tamara kembali pulih.


Regen Aditama juga melakukan hal yang sama. Dia juga berdoa berharap operasinya dapat memulihkan wajah Tamara kembali.


Sementara di tempat lain, di sebuah lapas terdengar seorang suara teriakan dari seorang wanita yang meminta kepada petugas lapas untuk segera membebaskannya.


"lepaskan saya!!!


"lepaskan saya!!!


Teriak wanita itu meminta kepada petugas yang berjaga di lapas agar segera membebaskannya dari balik jeruji besi.


"Heh! diam!!

__ADS_1


"Berisik banget! Apa kamu tidak lihat saya sedang istirahat?!! ucap seorang wanita berwajah sangar yang satu sel dengan Clarissa. Tetapi Clarissa tak kunjung diam dia terus berteriak-teriak agar segera dilepaskan.


Alih-alih dilepaskan, wanita berwajah sangar itu yang dikenal sebagai ketua di sel itu langsung menjabat rambut Clarissa. membuat Clarissa meringis kesakitan. Dia berusaha untuk memberontak, tapi tenaganya kalah kuat dari wanita bertubuh besar dan berwajah sangar itu.


Beberapa kali tonjokan diberikan oleh wanita itu kepada wajah Clarissa. Hingga wajah Clarissa terlihat lebam dan membiru. tapi sepertinya petugas lapas itu membiarkan Clarissa dipukul oleh wanita yang satu sel dengannya. Tak peduli kalau Clarissa dipukul oleh sesama narapidana yang ada di sana.


Keesokan harinya, Alven datang menjenguk Clarissa. Dia juga kesal terhadap wanita itu karena dirinya tidak berhasil melakukan rencana yang sudah matang mereka susun.


Saat Clarissa melihat Alven mendatanginya, dia tersenyum. Berharap Alven dapat membebaskannya dari balik jeruji besi. Tetapi bukan pembebasan yang diterima oleh Clarissa. Bahkan Alven menyalahkan Clarissa atas kegagalan mereka melakukan rencana.


"Kak tolong lepaskan aku dari sini! Aku tidak ingin berada di sini lama-lama. aku menderita."mohon Clarissa agar Alven segera membebaskannya.


"Aku harus berbuat apa, kamu sendiri mengetahui kalau aku saat ini tidak memiliki pemasukan. Kalau kita menyewa pengacara, ujung-ujungnya duit yang akan berbicara."ucap Alven kepada Clarissa dengan entengnya.


"Tolonglah Kak, Aku tidak ingin lama-lama berada di sini. Minta tolong aja kepada Mama Mungkin Mama dapat membantuku bebas dari sini. Dulu saja Kakak bisa bebas."ucap Clarissa berharap Alven bersedia berbicara kepada kedua orang tuanya. Untuk menyewa pengacara agar menyelesaikan kasus yang sedang dijalani oleh Clarissa.


Alven menghela nafas panjang. "Aku akan mencoba berbicara kepada Mama, tapi aku tidak janji kalau aku berhasil membujuk Mama untuk membebaskan kamu."ucap Januar sembari langsung berpamitan kepada Clarissa meninggalkan Clarissa begitu saja di balik jeruji besi.


"Kak aku tidak mau di sini!! teriak Clarissa kembali memanggil Alven. Alven pergi tanpa menoleh ke arah Clarissa sedikitpun. membuat Clarissa mencebik kesal. Padahal dia masuk ke balik jeruji besi karena berniat membantu sang kakak melampiaskan dendamnya kepada Tamara dan juga Regen. tapi apa balasan dari sang kakak yang ia sangat sayangi, bahkan Dia seolah tidak peduli kepada Clarissa yang saat ini keadaannya benar-benar mengenaskan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2