
Dua hari kemudian. Regen Aditama dan Tamara akan segera berangkat pergi berbulan madu.
Terlihat sang asisten Mario sudah menunggu keduanya di ruang tamu. "Apa semuanya sudah siap sayang?"tanya Regen sambil memperhatikan koper yang sudah dipersiapkan oleh Tamara.
"Sudah Mas, Sepertinya kita sudah bisa berangkat. Nggak enak juga membuat asisten kamu terlalu lama menunggu kita."sahut Tamara sambil menyeret kopernya keluar dari kamar.
"Sini sayang, Mas aja yang mengangkat kopernya." ucap Regen sembari meraih koper dari tangan Tamara . Kemudian keduanya berjalan menuruni anak tangga.
"Bagaimana, Apa kalian sudah siap berangkat? tanya Tuan Aditama dan Pak suyatno. Regen mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya.
Kali ini sang asisten Mario pun langsung menaikkan barang bawaan Regen dan Tamara ke dalam mobil. Berniat mereka akan segera berangkat ke bandara tujuan Bandara San Diego. Kota yang belum pernah dijalani oleh Tamara.
Regan berpamitan kepada Tuan Aditama, Pak suyatno, Ibu Sumiati dan terkhusus kepada putri yang paling ia sayangi yaitu Cia. Cia yang selalu memberikan dukungan penuh kepada Regen. Untuk mendapatkan hati seorang Tamara.
"Ayah ibu, Pa kami pamit ya." ucap Regen sambil memberi salam kepada Tuan Aditama, Pak suyatno, dan ibu Sumiati.
"Iya nak, kalian hati-hati di sana. Jangan lupa pesan ibu, membawa oleh-oleh yang begitu berarti buat Cia dan juga kita semua yang ada di sini." ucap Ibu Sumiati kepada Regen yang dapat didengar oleh Tamara dan juga Regen.
Tamara Hanya menatap Ibu Sumiati, Pak suyatno, dan Tuan Aditama dengan tatapan penuh arti. lalu ia mengembangkan senyumnya. Sejujurnya Tamara begitu bahagia mendapatkan kado terindah dari Tuan Aditama berupa paket perjalanan bulan madu California.
Hal itu membuat Tamara merasa bahagia. tidak pernah terpikir olehnya Tamara dapat pergi sampai ke San Diego California. Negara yang yang ingin Ia jalani selama ini. Karena ia selalu melihat foto-foto tempat wisata yang ada di California begitu indah di pandang mata.
"Apalagi ketika Tamara menonton film Hollywood yang syutingnya berada di San Diego, membuat sosok Tamara memiliki impian untuk pergi menikmati tempat wisata yang ada di California.
Kini pasangan suami istri itu sudah berada di bandara menuju jet pribadi yang sudah disediakan oleh Tuan Aditama. Ya untuk kali ini, perjalanan mereka pasti akan membuat Tamara bahagia. "Sayang apa kamu bahagia kita pergi bulan madu? tanya Regen kepada Tamara.
"Iya dong, Mas. Tamara bahagia sekali. Tamara tidak menyangka dapat bulan madu bersama Mas ke kota yang menjadi impian Tamara selama ini." sahut Tamara sambil berjalan bergandengan tangan bersama Regen. Mereka masuk ke dalam jet pribadi setelah mendapatkan izin terbang dari pihak bandara.
Pilot, Copilot dan pramugari mempersilahkan Regen dan Tamara masuk ke dalam jet pribadi Tuan Aditama, agar mereka segera berangkat meninggalkan Bandara Soekarno Hatta. Beberapa menit kemudian, pesawat meninggalkan bandara Soekarno Hatta menuju bandara San Diego California.
Di dalam jet pribadi milik Tuan Aditama, Tamara begitu takjub dengan kemewahan dan fasilitas yang ada dalam jet pribadi itu.
"Mas,sebanyak apa sih harta papa? kok sampai memiliki jet pribadi?" tanya Tamara kepada suaminya.
__ADS_1
Walaupun Tamara lama bekerja di perusahaan ALC COMPANY, tetapi Tamara belum mengetahui sebanyak apa harta kekayaan Ayah mertuanya itu, yang akan diwariskan kepada Regen Aditama suaminya sendiri.
"Memangnya kenapa sayang?"
"Heran saja Mas, Papa memiliki jet pribadi. semua ini pasti harganya sangat fantastis." ucap Tamara sambil terus menelisik seisi ruangan jet pribadi milik Ayah mertuanya.
"Jadi selama ini kamu meragukan suami kamu ini, kalau suami kamu ini tidak dapat membahagiakan kamu dan juga Cia?" tanya Regen sambil terus mengelus rambut Tamara yang terurai panjang.
"Tidak Mas, Tamara tidak pernah kok meragukan kemampuan suami Tamara." sahut Tamara sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya.
Sedangkan Tuan Aditama, Pak suyatno Ibu Sumiati, dan Cia berharap Regen dan Tamara akan membawa kabar gembira ketika mereka pulang dari perjalanan bulan madu mereka.
"Mudah-mudahan setelah pulang dari liburan bulan madu mereka membawa kabar bahagia untuk kita ya."ucap Ibu Sumiati kepada Pak suyatno yang dapat didengar oleh Tuan Aditama.
"Iya bu, saya juga mengharapkan demikian Ucap pak suyatno. Kemudian Tuan Aditama juga mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh pak suyatno sebelumnya
Ketika Regen dan Tamara tiba di bandara San Diego yang lokasinya berada di kota San Diego California. Setelah melakukan perjalanan beberapa jam perjalanan, terlihat Tamara dan Regen sudah turun dari jet pribadi milik Tuan Aditama.
Terlihat Tamara bingung dengan lokasi yang ada. "Mas kita sekarang benar-benar berada di bandara sepertinya begitu. Ini persis seperti ada di TV yang aku tonton di salah satu film Hollywood, Katanya di San Diego." ucap Tamara sembari memperhatikan Di mana lokasi mereka saat ini.
Berarti dari awal Mas sudah mengetahui tujuan kita pergi bulan madu ke sini.
Regen menggelengkan kepalanya. Mas juga tidak mengetahui kalau Papi memberikan hadiah perjalanan bulan madu kita ke negara ini. Mas mengetahuinya ketika pramugari yang mengatakan kepada mas, lalu Mas juga melihat itu." ucap Regen sembari menunjukkan nama bandara terpampang besar di atas gedung.
Tamara Hanya nyengir. Ya, memang benar belum memperhatikan nama bandara yang ia injak. Kali ini ada rona bahagia di hati Tamara. ternyata Ia benar-benar ada di negara yang ia impikan semenjak kecil.
Sering menonton di layar kaca film-film Hollywood yang menayangkan syuting filmnya berada di California, membuat Tamara memiliki impian untuk melakukan perjalanan ke sana, kelak ia sudah berhasil. Sekarang impiannya kenyataan. Entah dari mana Tuan Aditama mengetahui kalau Tamara ingin sekali melakukan perjalanan ke sana.
"Yang pasti Tamara belum pernah menceritakan kepada Tuan Aditama mengenai keinginannya sejak kecil. Tapi sekarang Tamara benar-benar bahagia. Ia pun langsung memeluk suaminya.
"Thank you dear for everything you have done for me you have provided such a beautiful honeymoon trip at this time for us."ucap Tamara kepada suaminya sambil langsung memeluk suaminya.
Regen pun meraih tubuh istrinya kepelukannya. Lalu mereka berjalan keluar dari bandara. Di sana mereka sudah ditunggu seseorang yang sudah diperintahkan oleh Tuan Aditama untuk menemani keduanya melakukan perjalanan bulan madu selama berada di negara itu.
__ADS_1
Sejujurnya Regen sudah pernah beberapa kali ke negara ini. Tetapi Tuan Aditama belum pernah memberitahu kepada Regen kalau di negara ini Tuan Aditama memiliki hotel yang cukup mewah. Ketika mereka sudah disambut dengan seseorang, Regen sedikit bingung.
"Orang yang menyambut dirinya berasal dari negaranya sendiri. "Maaf Kak Regen Aditama kita langsung ke mana saat ini?" tanya seseorang yang bukan asing buat Regen. Ya lelaki yang menjemput Regen dan Tamara di bandara merupakan sepupu dari hubungan keluarga Tuan Aditama dengan almarhumah adiknya.
Bukannya papa sudah memberitahu perjalanan yang akan kami jalani?
"Sudah Kak, tetapi saya ingin bertanya kepada kakak, Apakah kita langsung istirahat dulu atau langsung melakukan perjalanan wisata?" tanya seorang pria sang adik sepupu.
"Sepertinya antarkan kami langsung ke penginapan. Besok saja melakukan perjalanan wisatanya. Karena kami sudah merasa lelah setelah melakukan perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta yang begitu jauh.
Pria itu mengangguk paham. Ia pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju hotel tempat Regen dan Tamara menginap. Tentunya setelah memastikan barang bawaan Tamara dan Regen sudah berada di dalam mobil.
Tak menunggu lama, mereka tiba di salah satu Hotel ternama di negara impian Tamara.
"Mas, kita beneran menginap di sini?
"Memangnya kenapa sayang?
"Ini kan Hotel lokasi syuting yang di film-film Hollywood yang sering Tamara tonton.
Lagi lagi Regen tertawa ngakak mendengar istrinya menonton film. Regen mengira Tamara menyukai drama Korea seperti wanita-wanita lainnya. Ternyata istrinya tidak! justru lebih menyukai film Hollywood dibandingkan drama Korea yang lagi ramai diperbincangkan di sosial media.
"Mas, kok tertawa sih?"
"Mas tidak suka nonton film Hollywood?" Regen mengerikan bahunya, membuat Tamara bingung suaminya menyukai atau tidak.
"Jika mas tidak menyukai film Hollywood, tidak apa-apa kan sekali-sekali Tamara menontonnya." ucap Tamara membuat Regen nyengir.
Ketika mereka sudah berada di dalam hotel, terlihat beberapa pegawai dan manajer yang bertugas di sana memberi hormat kepada Regen Aditama dan juga Tamara. Begitu juga dengan pria yang menjemput Tamara dan Regen. Ya, selama ini pria itu yang mengelola Hotel itu, walaupun pemiliknya Tuan Aditama.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN