
Acara pernikahan Marissa dan Ronaldo berjalan dengan lancar. Begitu banyak tamu undangan yang menghadiri acara pernikahan itu termasuk dari kalangan bisnis dan para karyawan ALC COMPANY.
Setelah acara pernikahan Ronald dan Marissa sudah selesai, terlihat para tamu undangan sudah banyak yang berpulangan. sehingga keluarga besar Aditama dan juga keluarga Ronald juga berniat untuk pulang ke rumah masing-masing.
Sementara Ronald dan Marissa menginap di hotel tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan. karena sebelumnya Rossa sudah memesan kamar khusus untuk Marissa dan Ronald yang sudah didesain khusus untuk malam pengantin Ronald dan Marissa.
Marissa sudah terlihat kelelahan ia pun meminta kepada Ronald agar mereka segera istirahat. mengingat aktivitas mereka satu hari ini cukup melelahkan, berdiri menyalami para tamu undangan yang datang berbondong-bondong untuk sekedar mengucap selamat kepada kedua mempelai.
"Mas, kaki Marissa sepertinya sudah pegal kita lebih baik istirahat. dan badan Marissa juga sudah lengket."ucap Marissa memohon kepada sang suami yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi suaminya.
"Ya, sudah. Kalau begitu kita langsung istirahat saja. sepertinya Mas juga sudah gerah memakai pakaian formal seperti ini."ucap Ronald sembari mengembangkan senyumnya.
Setelah sampai di kamar yang sudah dipesan oleh Rossa, Ronald dan Marissa pun sangat terkejut melihat desain dan juga bunga-bunga mawar merah dan putih yang ditata rapi di sana.
"Mas, semua Mas yang lakuin ini untuk Marissa?"tanya Marisa tidak percaya bahwasanya suaminya seromantis itu.
"Iya, sayang. apa kamu menyukainya?"tanya Ronald kepada Marissa.
"Iya, Mas. Marissa suka sekali."sahut Marissa sambil langsung memeluk dan mencium bibir ranum sang suami.
Hal itu membuat Ronald semakin gemas kepada sang istri. tetapi Marisa langsung meninggalkan Ronald yang masih berdiri di dekat ranjang khusus untuk mereka berdua.
Marissa memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu. karena Marissa merasa badannya sedikit lengket dan gerah.
Marissa masuk ke kamar mandi, yang disusul dengan Ronald yang tak permisi langsung masuk begitu saja mengikuti sang istri dari belakang. membuat Marissa sangat terkejut.
"Loh, Mas Kenapa masuk?"Marisa kan mau mandi."gerutu Marissa kepada sang suami.
"Ya, sudah. kan bisa mandi bareng."ucap Ronald kepada Marisa tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Aduh, Mas. yang ada kita bukan mandi. Mas pasti minta yang bukan-bukan nanti. cepat keluar!! Marissa mau mandi."titah Marisa meminta agar sang suami meninggalkannya sendirian di kamar mandi. dia ingin lebih leluasa melakukan ritual mandinya tanpa gangguan dari suaminya.
Karena mata Marissa sudah melotot ke arah Ronald, sehingga Ronald pun mengalah dan langsung keluar dari kamar mandi itu. setelah Ronald keluar dari kamar mandi, Marissa melakukan ritual mandinya.
Sekitar 15 menit kemudian, Marissa bergulat dalam kamar mandi Ia pun menyelesaikan ritual mandinya. Marisa lupa membawa baju ganti ke dalam kamar mandi. Sehingga mau tidak mau dia terpaksa harus keluar dengan hanya menggunakan handuk kecil yang dililitkan di tubuhnya.
"Astaga, aku jadi lupa bawa baju ganti ke kamar mandi. Semua ini gara-gara Ronald."gumam Marissa menyalahkan Ronald sehingga dia lupa membawa baju ganti ke kamar mandi.
Dengan terpaksa, Marissa keluar dengan menggunakan handuk kecil yang dililitkan di tubuhnya, dia melihat tidak ada Ronald di sana.
"Kemana dia?"gumam Marissa. tanpa dia sadari kalau rona sudah ada di belakangnya.
Ronald langsung memeluk Marisa dari belakang. sehingga Marisa sangat terkejut karena Ronald tidak tiba-tiba memeluknya.
"Astaga, Mas. Mas buat Marissa terkejut aja."gerutu Marissa. tetapi Ronald tidak memperdulikan ocehan sang istri. Justru Ronald semakin menjahili istrinya.
"Mas, jangan dulu. lebih baik Mas mandi gih, badan Mas sudah bau."gerutu Marissa sambil mengendus tubuh Ronald langsung menjemput hidungnya pakai jari tangannya.
Merasa kurang percaya diri, karena sang istri mengatakan dirinya bau, sehingga Ronald langsung melepaskan pelukannya dan masuk ke kamar mandi.
Sementara Marissa yang sudah merasa menang karena berhasil menjahili suaminya, tertawa kecil dan berniat memakai baju tidur yang sudah disediakan oleh Ronal. Tetapi ketika dia Melihat baju yang ada hanya baju lingrey yang cukup tipis.
"Hahh!! baju apaan ini? sudah seperti saringan kelapa."gerutu Marissa dalam hati sambil kembali mencari pakaian yang lain. tetapi sialnya tidak ada pakaian yang lain di sana. Dia hanya melihat dalaman dan lingrai seksi yang ada di sana.
Dengan terpaksa, Marissa harus memakainya daripada hanya menggunakan handuk kecil yang iritkan di tubuhnya.
Sementara Ronald yang sudah selesai melakukan ritual mandinya, dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. sehingga dada bidang milik Ronald terlihat jelas di mata Marisa.
"Alhamdulillah, segar."gumam Ronald sambil berjalan menghampiri Marissa.
__ADS_1
Ronald yang melihat istrinya memakai lingerie yang sudah disediakan sebelumnya, ia mengembangkan senyumnya.
"Cantik banget kamu sayang memakai baju ini."Puji Ronaldo sambil memeluk dan mencium bibir Marissa.
"Pasti ini ulah Mas kan? mengganti pakaianku dengan saringan kelapa ini."gerutu Marissa menuduh suaminya yang mengganti pakaiannya.
"Kamu terlihat seksi memakai pakaian ini sayang. Mas suka banget."jawab Ronald jujur kepada istrinya. Bahwasanya dirinya senang melihat istrinya memakai lingrai yang ia sediakan sebelumnya.
Tetapi karena Ronald merasa sudah tidak tahan lagi ingin langsung melahap istrinya, Ronald pun langsung meraih tubuh Marisa kepelukannya. Ronald mengecup bibir manis Marissa perlahan kecupan itu semakin mendalam.
Marisa semakin menikmati sikap manis Ronald terhadapnya. Perlahan ia membalas kecupan yang dilakukan suaminya. Marissa membuka mulutnya, agar Ronald dapat leluasa memainkan lidahnya di rongga mulut Marisa.
Dengan sikap Ronald pun memainkan lidahnya di rongga mulut Marissa. merasa Marissa kekurangan oksigen, Ia Pun melepaskan pagutannya. setelah ia rasa Marissa sudah mengeruk oksigen yang cukup, ia kembali mengecup bibir manis Marissa.
Ronald menonton Marissa ke atas ranjang yang berukuran king size yang berada di kamar hotel presiden suite yang disewa khusus untuk mereka berdua.
kemudian Ronald langsung membuka lingerie yang dikenakan Marissa. Dia melepaskan handuk yang dililitkan di pinggangnya. sehingga adik kecil milik Mak Ronal terlihat jelas di mata Marisa. Begitu juga dengan Marissa seluruh bagian tubuh Marisa terlihat jelas di mata Ronald.
Hal itu membuat adik kecil milik Ronald langsung elang sang depan. dia kembali mengecup bagian gunung kembar milik Marissa membuat tanda merah di sana pertanda kepemilikannya.
Perlahan kecepatan itu semakin mendalam, Begitu juga dengan Marissa. dia sudah merasakan sensasi yang sangat luar biasa. sensasi dari kecupan yang dilakukan oleh sang suami. merasa mendapat respon dari sang istri Ronald pun meminta haknya sebagai seorang suami.
"Sayang, Mas boleh minta hak mas sebagai seorang suami?"tanya Ronald kepada Marissa untuk meminta persetujuan dari istrinya. Melakukan apa yang menjadi hak suami terhadap istri.
Marissa tidak mau menjadi istri durhaka. Dia paham agama dan dia juga paham tugasnya sebagai seorang istri. Marissa menganggukkan kepala sembari tersenyum ke arah sang suami. Pertanda Marissa setuju dan mengizinkan suaminya melakukan haknya sebagai seorang suami.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN