Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 55. MELAMAR


__ADS_3

Keesokan harinya, Cia sudah diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter. Tentunya setelah dokter memeriksa dan memastikan kalau kondisi Cia sudah membaik.


Tamara bersyukur, Cia sudah sembuh dan Tamara dapat kembali beraktivitas seperti semula. Selama dua hari Cia tidak masuk sekolah.


Regen memperketat penjagaan untuk Tamara dan Cia. Semenjak Regen mendengar dan melihat rekaman video yang dikirimkan oleh Januar kepadanya. Kwatir kalau Alven berbuat nekad kepada Cia dan juga Tamara.


Bahkan Regen menugaskan dua orang bodyguard menjaga Cia dan Tamara secara diam diam. Tanpa di ketahui oleh Tamara dan Cia. Tak ada seorangpun yang mengetahui kedua bodyguard itu menjaga Tamara dan Cia kemanapun Tamara dan Cia pergi.


Hari ini Tuan Aditama dan Regen ingin langsung melamar Tamara secara resmi. Januar sudah mengatur perjalanan sang bos berangkat ke Sumatra pagi ini, tanpa sepengetahuan Tamara.


"Bagaimana apa kamu sudah siap?" tanya tuan Aditama yang melihat Regen sudah terlihat rapi


"Siap pa," sahutnya. Kemudian kedua pria berbeda generasi itu berjalan memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh Mario.


Mario membuka pintu mobil untuk sang bos.


"Silahkan Tuan." ucap Mario


Regan dan Tuan Aditama memasuki mobil yang akan menghantarkan mereka ke Bandara. Semuanya sudah dipersiapkan oleh Januar dan Evi.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih empat puluh menit membelah jalanan ibukota, Regen dan Tuan Aditama sudah tiba di Bandara dan telah memasuki ruang tunggu keberangkatan.


Tak Menunggu lama, setelah pihak informasi kalau pesawat Tujuan Kualanamu Akan segera berangkat, Tuan Aditama dan juga Regen menaiki pesawat tujuan Bandara Kualanamu.


"Kenapa kita harus naik pesawat komersil? tanya Tuan Aditama kepada Regen. Padahal jet pribadi milik Tuan Aditama sudah dipersiapkan oleh Tuan Aditama untuk keberangkatan mereka ke bandara Kualanamu menuju rumah kedua orang tua yang ada di kota Medan.


Sesuai dengan yang direncanakan oleh Januar dan juga Tuan Aditama. Tapi ketika Januar memberitahu kepada Regen, kalau perjalanan mereka menuju bandara Kualanamu dengan menggunakan jet pribadi, Regen menolak.


****


"Benar ini rumahnya ya, pa?" tanya Regen ketika melihat alamat yang dikirimkan oleh Januar kepada Regen.


"Sepertinya iya, tapi kok terlihat sepi ya? ucap Tuan Aditama.

__ADS_1


Mario yang ikut serta ke kota Medan membuka pintu mobil untuk sang Bos.


"Assalamualaikum!!! teriak Mario berharap ada yang menyahut dan dalam rumah.


"Assalamualaikum!!! kembali Mario berteriak. seorang wanita paruh baya membuka pintu rumah dengan lebar. Melihat Siapa yang datang bertamu ke rumah sederhana milik mereka.


"Waalaikumsalam!! sahut Ibu Sumiati yang baru keluar dari rumah. Ia memperhatikan beberapa orang yang ada di depan rumahnya.


"Maaf mau cari siapa ya?


"Begini Bu, Apa benar ini rumah Pak suyatno dan ibu Sumiati orang tua Tamara?"


"Iya benar, saya ibu Sumiati." sahut ibu Sumiati sambil mengerucutkan keningnya. Karna Ibu Sumiati sama sekali tidak mengenal Tuan Aditama dan juga Regen.


"Ada apa ya mencari saya?"


"Maaf Bu, kalau boleh kita bicara di dalam, boleh?


"Oh, silahkan. Mari masuk." Ibu Sumiati mempersilahkan Tuan aditama, Regen dan juga Mario masuk ke rumah.


Regen dan Tuan Aditama memberikan salam kepada Pak Suyatno dan Ibu Sumiati.


"Saya Aditama dan ini putra saya Regen Aditama."ucap Tuan Aditama.


Pak Suyatno mempersilahkan Tuan Aditama dan Regen duduk.


"Begini Pak, ibu. Tujuan kami datang kemari, berniat untuk melamar putri bapak dan Ibu.


"Melamar?


"Maksudnya pak?


"Regen putra saya mencintai Tamara putri bapak dan ibu. Jadi maksud dan tujuan kami datang dari Jakarta ke rumah bapak ini. Berniat untuk melamar putri bapak untuk jadi pendamping hidup Putra saya." ucap Tuan Aditama.

__ADS_1


Pak Suyatno dan ibu Sumiati terhenyak mendengar kalau orang yang baru mereka kenal, berniat melamar Putri mereka.


"Maaf pak, bukan kami menolak lamaran ini. Tapi ada baiknya terlebih dahulu bertanya kepada putri kami." ucap pak Suyatno.


"Tidak apa apa pak, silahkan."ucap Tuan Aditama. Kemudian Pak Suyatno meraih ponsel yang berada di samping televisi. Kemudian mencari nomor kontak Tamara dan langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan video call tersambung kepada Tamara.


Ketika sambungan telepon seluler itu tersambung, terlihat wajah Tamara yang terpampang jelas di layar ponsel Pak suyatno. Kemudian Pak suyatno pun berbicara langsung kepada Tamara dan bertanya apa benar Regen benar-benar memiliki hubungan dengan Tamara . Tamara terhenyak ketika mendengar Kalau Tuan Aditama dan juga Regen berada di rumah kedua orang tuanya.


Bahkan Pak suyatno memberitahu kepada Tamara kalau saat ini Tuan Aditama dan Regen melamarnya secara resmi.


Pak suyatno mengarahkan kamera ponselnya ke arah Regen dan juga Tuan Aditama, barulah Tamara yakin kalau yang ada di rumah kedua orang tuanya itu benar-benar Tuan Aditama dan juga Regen.


Tamara membenarkan kalau Tamara mengenal dan mengakui kalau Mereka sama sama saling mencinta.


"Jadi bagaimana nak?


"Bagaimana apanya ayah?"


"Ya lamaran nak Regen." sahut Pak Suyatno


"Kalau Ayah dan ibu merestui, ya Tamara ngikut ayah." sahut Tamara dari ujung telepon.


Regen dan Tuan Aditama mengembangkan senyumnya mendengar jawaban Tamara .


"Ya susah, nanti kita lanjutkan ngomong-nya, Ayah tutup dulu." ucap pak Suyatno.


kemudian pak Suyatno kembali duduk bersama calon besan dan menantunya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2