
Ronald melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya. Mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan mereka ke puncak Bogor.
Dengan rasa sedikit kesal, Ronald dengan buru-buru membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Karena hari itu juga Ronald akan membawa Marissa menemui kedua orang tua Marissa.
"Ayo!"ucap Ronald sambil menarik tangan Marissa setelah Ronald selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
"Kemana?"
"Loh, kok malah bertanya? bukannya sudah saya katakan, kita akan berangkat sekarang juga menemui kedua orang tua kamu."
"Jangan ngaco Mas!"
"Siapa yang ngaco? Mas serius!"ucap Ronald menarik tangan Marissa yang duduk di sofa apartemen milik.
" Bagaimana Marisa bisa pulang sekarang, Mas pikir perjalanan ke puncak itu dekat?
"Saya tahu perjalanan menuju puncak Bogor memakan waktu kurang lebih empat jam perjalanan. Belum ke ujung dunia juga kan!"
"Ah, terserah Mas aja deh. Pusing Marissa melihat tingkah Mas."
"Bukan kamu yang pusing melihat tingkah Mas, tapi mas yang pusing melihat sikap kamu yang berubah drastis kepada Mas dan ingin memutuskan hubungan kita dengan sepihak tanpa Mas mengetahui sebabnya.
"Apa kamu tidak sayang dan cinta lagi sama mas? atau kamu sudah memiliki lelaki yang lain sehingga kamu ingin? tuduh Ronald dengan nada meninggi membuat Marissa terhenyak mendengar suara bariton dari Ronald yang selama ini belum pernah Marissa dengar sebelumnya.
Marisa sama sekali belum pernah mendengar dan melihat Ronald ketika marah membuat Marissa tersentak mendengar suara Ronald. tiba-tiba air bening mengalir di wajah Marisa membuat Ronal merasa bersalah dan minta maaf kepada Marissa.
"Maafkan Mas sayang, mas tidak bermaksud menyakitimu."ucap Ronald kepada Marissa membuat Marissa langsung memalingkan wajahnya dari Ronald.
"Aku mau pulang."Marisa beranjak dari tempat duduknya.
"Kita berangkat ke bogor sekarang juga."titah Ronald sambil memeluk Marisa dan terus meminta maaf kepada Marissa karena sudah membuat Marisa menangis.
Padahal Ronald sudah berjanji untuk tidak akan pernah menyakiti Marissa.
__ADS_1
"Siapa yang selama ini berjanji untuk menemui kedua orang tua aku dalam waktu dekat? Mas, kan? Tapi janji mas tidak Mas tepati. Marisa rasa Mas tidak ada keseriusan terhadap Marissa.
"Kan kamu tahu sendiri kalau Mas akhir-akhir ini sibuk banget di kantor. Semenjak Tuan Regen pergi liburan bersama Tamara ke Korea Selatan. Jadi tugas yang harus diambil alih oleh Regen, jatuh ke tangan Mas dan juga Januar. Kamu sendiri juga tahu itu Sayang!"ucap Ronald.
"Tapi ayah dan ibuku tidak mengetahui hal itu. Karena Mas sebelumnya berjanji kepada mereka Kalau Mas akan menemui mereka dalam waktu dekat sewaktu Mas berbicara di dalam telepon. Mas ada nggak sih? Kalau Mas sudah memberikan mereka pengharapan yang tak pasti dari Mas."
"Mas tahu, tadi pagi? ayah dan ibuku menghubungi Marisa dan mengatakan kalau Mas itu pembohong dan Mas itu tidak serius kepada Marissa. karena mas sudah terlanjur berjanji kepada ayah dan ibu."ucap Marissa membuat Ronald langsung terdiam. Karena
apa yang dikatakan Marissa benar adanya.
"Untuk itu mas minta maaf, karena kesibukan Mas selama ini membuat Mas lupa akan hal itu." ucap Ronald sambil memeluk Marissa.
"Jangan minta maaf sama Marissa Mas, minta maaf lah kepada ibu dan ayah di kampung." ucap Marissa.
"Apa Mas tau, karena masalah ini tadi pagi Marissa sudah menabrak mobil orang dan harus mengganti rugi dengan jumlah yang tak pantas menurut Marissa.
"Kalau masalah itu biar Mas yang tangani, berikan nomor ponselnya kepada Mas."
"Tidak perlu Mas, itu menjadi urusan Marisa saja.
"Istri???
"Belum istri, Memangnya kapan dihalalin nya? ucap Marissa.
"Besok kamu akan Mas halalin."ucap Ronald dengan singkat. Sambil menggandeng tangan Marisa keluar dari apartemennya. Karena hari ini Richard dan Marisa akan berangkat ke puncak Bogor.
"Mas, serius?"kita hari ini berangkat ke Bogor?
"Iya Mas, serius sayang."ucap Ronal sambil membuka pintu mobil miliknya agar Marisa dapat masuk dengan leluasa, di tengah-tengah perjalanan Ronald menghentikan mobilnya di sebuah supermarket untuk sekedar membeli buah tangan kepada kedua orang tua Marissa.
Dia terpaksa membeli buah tangan di tengah perjalanan karena hari sudah mepet. Di samping membeli buah tangan, Ronald juga membeli beberapa potong pakaian untuk digunakan Marissa selama berada di Bogor. Karena Marissa sama sekali tidak membawa baju ganti.
Setelah merasa cukup, Ronald dan Marissa kembali masuk ke dalam mobil melanjutkan perjalanan mereka ke Bogor.
__ADS_1
Selama kurang lebih 3 jam dalam perjalanan dari kota Jakarta menuju kawasan puncak, Ronald dan Marissa tiba di puncak. Mereka melanjutkan perjalanan ke rumah kedua orang tua Marissa.
"Sayang Apa masih jauh?
"Tidak Mas, paling sekitar 15 menit lagi kita akan sampai. Mas tinggal lurus dan belok kanan."Marisa memandu Ronal mengendarai mobilnya. Karena hari sudah malam tepatnya sudah pukul 08.00 malam. padahal Marisa belum memberitahu kalau mereka akan datang malam itu juga menemui kedua orang tuanya.
Setelah tiba di kediaman keluarga Marisa, Ronald menghentikan mobilnya tepat di halaman rumah orang tua Marissa. Membuat kedua orang tua Marissa heran melihat mobil parkir di halaman mereka.
Sebelumnya Ronald sudah menghubungi Regen Aditama dan juga Tamara untuk memberitahu kalau dirinya hari ini menemui orang tua Marissa. Regen yang masih berada di Korea, tidak mempermasalahkan itu apalagi proses operasi wajah Tamara berjalan dengan lancar dan saat ini penampilan Tamara sudah terlihat cantik. Membuat Regen merasa bahagia.
"Ini rumah kamu sayang?"tanya Ronald.
"Iya,Mas. jelek ya?"
"Enggak sayang, rumah itu jangan dinilai dari gedungnya tapi ketulusan hati orang-orang yang tinggal di dalamnya."sahut Ronald sambil mengecup wajah cantik Marissa. kemudian Ronald dan Marissa keluar dari mobil.
Terlihat sepasang suami istri paruh baya sudah keluar dari rumah melihat mobil yang terparkir di halaman rumah mereka.
"Ayah!!! ibu!!! teriak Marissa sambil berlari memeluk Ayah dan ibunya.
"Marissa, ayah dan ibu sudah sangat merindukan kamu sayang."ucap wanita paruh baya itu kepada Marissa
"Selamat malam Ayah, Ibu,"Ronald memberi salam kepada sepasang suami istri paruh baya itu.
"Selamat malam, Ayo silakan masuk Nak."ujar wanita paruh baya itu mempersilahkan Ronald masuk ke dalam rumah.
Ronald dan Marissa masuk ke dalam rumah dan kedua orang tua Marissa menjamu Marissa dan Ronald, apa adanya malam itu. karena Marissa dan Ronald tidak memberitahu kedatangan mereka sebelumnya kepada kedua orang tuanya. sehingga kedua orang tua Marissa tidak memiliki persiapan apa-apa.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN