Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI


__ADS_3

Karena tak kunjung mendapat respon dari Nyonya Raina, Evi merasa tidak enak hati berada di sana. Ia Melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. Teh, yang sudah dihidangkan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Baskoro, sepertinya Evi sulit untuk meneguknya.


Tuan Baskoro kembali menatap istrinya. Berharap Nyonya Raina memberi komentar. Tapi sepertinya Nyonya Raina masih tetap diam saja.


Tiba-tiba saja suara ponsel milik Evi terdengar jelas di telinganya. Ia melihat nomor ponsel yang menghubungi dirinya tidak ada terdaftar di layar ponselnya.


Evi mengerutkan keningnya. Dia berpamitan kepada Tuan Baskoro, Nyonya Raina dan juga Januar untuk mengangkat telepon selulernya karena sudah beberapa kali berdering.


Evi menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Ia terhenyak ketika mendengar suara tangis seseorang dari ujung telepon yang menghubungi dirinya.


"Evi, tolong! teriak seseorang dari ujung telepon. Hal itu membuat Evi benar-benar terkejut mendengar suara teriakan minta tolong dari ujung telepon.


"Astagfirullah! Kamu dimana sekarang?"tanya Evi


"Saat ini aku sedang berada di depan ruang UGD.


"Katakan, di rumah sakit mana? tanya Evi panik ketika mendengar Robinson saat ini mengalami kecelakaan.


"Kamu tenang saja, jangan panik. Aku akan segera ke sana."sahut Evi sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya ketika ia sudah mengetahui di rumah sakit mana Robinson saat ini dirawat.


"Maaf tante, Om, Pak Januar. Saya harus segera pergi. Ada telepon darurat."ucap Evi memberitahu kepada Nyonya Raina dan juga Tuan Baskoro.


"Kamu mau ke mana?


"Ke rumah sakit."


"Biar aku antar."


"Tidak perlu, aku sudah pesan ojek online. dan sepertinya ojek onlinenya sudah ada di depan gerbang. Maaf, kalau aku harus segera pergi."ucap Evi sambil memberi salam kepada Tuan Baskoro dan nyonya Raina.


Nyonya Raina mengulurkan tangannya tetapi pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Evi berlalu dari sana, tanpa peduli pandangan Nyonya Raina yang seolah menatap dirinya rendah.


Sementara Januar berusaha mengejar langkah Evi, tapi Januar kalah cepat dari Evi. Evi sudah lebih dulu menaiki ojek online yang sudah menunggu di depan gerbang.


Januar berniat ingin mengejar Evi. Tapi Nyonya Raina menahannya. "Januar! kamu mau ke mana?"teriak Nyonya Raina ketika melihat Januar hendak memasuki mobilnya.


"Aku ingin mengejar Evi! semua ini gara-gara Mama! Januar benar-benar kecewa akan sikap Mama terhadap Evi."ucap Januar menjadi kesal.


"Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu Januar, wanita itu tidak pantas menjadi pendamping hidupmu. Apa kata orang nanti jika orang-orang mengetahui kalau wanita yang akan menjadi pendamping hidupmu hanyalah seorang anak yatim piatu. Apalagi dia hanya karyawan biasa di ALC COMPANY. Nyonya Raina memberikan komentar.


Hal itu membuat Tuan Baskoro menggelengkan kepala. Tuan Baskoro juga kecewa akan sikap istrinya.


"Mama! Pekik Tuan Baskoro ketika mendengar ucapan Nyonya Raina kepada putranya.


"Apaan sih Papa, kan! sudah Mama katakan kalau wanita itu tidak pantas bersanding dengan Putra kita."hardik Nyonya Raina.


"Kalau Evi tidak pantas bersanding dengan Januar, terus menurut mama siapa yang pantas bersanding dengan Januar? putri teman Mama itu? yang tahunya hanya shopping dan shopping? atau Mama ingin Putra Mana tidak akan pernah menikah untuk selamanya?"ucap Januar membuat Nyonya Raina menata putranya dengan tatapan tajam.


"Pokoknya sampai kapanpun Mama tidak akan merestui hubungan kalian. Dia tidak pantas menjadi pendamping hidupmu, titik!" Mama tidak butuh komentar Papa. Yang melahirkan Januar itu adalah Mama. Jadi Mama yang mengetahui wanita yang mana yang pantas menjadi pendamping hidup Januar dan yang tidak."ucap Nyonya Raina sambil berjalan memasuki kamar meninggalkan Januar dan Tuan Baskoro begitu saja.


Januar mengacak rambutnya. Dia kesal akan sikap Nyonya Raina yang tidak memberikan restu untuk Januar dan juga Evi.


Karena sangat kesal dengan Nyonya Raina, Januar berlalu meninggalkan rumah utama keluarga Baskoro. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kali ini Januar benar-benar kecewa kepada Mamanya.


Januar membanting setir mobil yang ia kendarai. Wanita yang sangat ia cintai pergi meninggalkan dirinya tanpa memberi tahu tujuannya ke mana. Semua itu tidak luput karena sikap dari Nyonya Raina terhadap Evi.


Sementara di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah sakit terlihat Evi berjalan buru-buru ketika dirinya sudah turun dari ojek online. tujuannya saat ini langsung ke ruang UGD.


Saat Evi sudah tiba di ruang UGD, dia sudah melihat Robinson ditangani oleh dokter. Luka yang ada di tubuh Robinson akibat kecelakaan yang dialami sudah dijahit oleh dokter. Tetapi saat ini Robinson belum juga sadarkan diri. Kemudian ia menghampiri seorang pria yang menghubungi Evi beberapa menit yang lalu, yang memberitahu Robinson mengalami kecelakaan.


"Maaf Mas, Kok bisa Robinson mengalami kecelakaan, tolong cerita kronologisnya bagaimana?"tanya Evi kepada seorang pria yang membawa Robinson ke rumah sakit.

__ADS_1


"Saya juga tidak tahu Mbak Evi, Bagaimana ceritanya. Ketika dia keluar dari rumah, rencananya ia ingin menghampiri Mbak ke apartemen,tak Berapa lama ketika keluar dari rumah, seseorang memanggil saya dan mengatakan kalau Robinson mengalami kecelakaan. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Paling sekitar Lima puluh meter." ucap pria itu memberitahu.


Setelah dokter selesai menjahit luka yang dialami Robinson, dokter menganjurkan kepada Evi, agar Robinson saat ini harus dirawat di rumah sakit. Evi pun menyetujui anjuran sang dokter.


"Maaf Mbak, tapi akhir-akhir ini sepertinya Robinson memiliki masalah, tapi aku juga tidak mengetahuinya.


"Masalah apa, ya?


"Saya tidak tahu persis. Tapi sepertinya dia lagi mengalami banyak masalah."sahut pria itu memberitahu.


"Astagfirullah! Robinson, Kamu adalah saudaraku satu-satunya di kota ini. Hanya kamu sepupu yang aku miliki. Tetapi kenapa kamu tidak pernah bercerita kepadaku Jika kamu memiliki masalah."Evi bermonolog sendiri sambil menatap wajah Robinson yang terdapat beberapa luka di kening dan di bagian dagu Robinson.


Terlihat juga di bagian tangan dan kaki ada beberapa jahitan. Luka yang dialami Robinson juga lumayan parah. Dokter juga menganjurkan agar di lakukan CT scan. Takut ada luka di dalam. Apalagi Setelah tiba di rumah sakit Robinson tak kunjung sadar.


Sementara di tempat lain, Regen yang sudah membaca pesan Whatsapp yang dikirimkan oleh Januar mencebik kesal mendengar sikap Nyonya Raina kepada Evi.


"Ada apa mas? Kenapa wajah Mas berubah seperti itu? jelek tahu."ucap Tamara sembari menghampiri suaminya duduk di sofa.


"Januar sudah memperkenalkan Evi kepada kedua orang tuanya. Tapi sepertinya Tante Raina tidak merestui hubungan keduanya. Mas tidak tahu pasti Apa alasannya Tante Raina tidak merestui hubungan mereka.


"Kok bisa Mas? Evi orangnya baik. Dia juga wanita salehah."


"Iya, makanya itu mas akan mencoba berbicara kepada Tante Raina. Mencoba memberikan pandangan agar pikiran Nyonya Raina tidak semata-mata hanya memikirkan reputasi keluarga, dan menilai orang dari segi ekonomi dan jabatan. Mas justru heran mendengar sikap Tante Raina. Padahal dulunya juga Tante Raina berasal dari keluarga biasa-biasa saja." Regen memberitahu sang istri.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2