Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 143. DUKA YANG MENDALAM


__ADS_3

Di tempat lain, tepatnya di kota Jakarta. Evi yang mengetahui musibah menimpa kedua orang tua Tamara begitu syok.


"Inilahi wa inna ilaihi rojiun!! ibu!!! Evi menjerit histeris membuat orang-orang yang berada di kantor ALC COMPANY melihat ke arah suara jeritan Evi, yang saat ini tepat berada di ruang kerja Januar.


Dia menangis histeris, Karena dia sudah menganggap kedua orang tua Tamara seperti orang tuanya sendiri.


Januar yang mendapat informasi bahwasanya, istrinya menangis his terus di ruang kerjanya langsung berlari dan keluar dari ruang meeting menghampiri Evi.


"Sayang ada apa?"tanya Januar yang sebenarnya dirinya sudah tahu mengenai musibah yang menimpa kedua orang tua Tamara.


Januar sengaja tidak memberitahu musibah yang menimpa kedua orang tua Tamara, karena Januar tidak mau kalau Evi akan kepikiran, dan itu dapat mempengaruhi janin yang ada di rahimnya. Ternyata yang ditakutinya benar-benar terjadi. Evi terus menangis setelah mendengar berita yang menimpa kedua orang tua Tamara.


"Sabar sayang, kita lebih baik berdoa semoga pak suyatno dan ibu Sumiati tidak kenapa-kenapa."ucapkan untuk menenangkan sang istri.


"Jujur sama aku Mas, sebenarnya kamu sudah tahu kan musibah ini?"tuduh Evi, karena dirinya sudah curiga kalau Januar menutupi musibah yang terjadi terhadap kedua orang tua Tamara.


"Maafkan Mas sayang, mas tidak berniat untuk menutupinya dari kamu. tetapi aku tidak mau kalau kamu kepikiran dan ucap Januar sembari memberikan kecupan hangat di kening Evi. orang-orang yang di sana pun bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga Evi sampai menangis misterius.


"Maaf Pak Januar kalah boleh tahu, Ada apa kok ibu sampai menangis misteri seperti itu? tanya salah satu staf yang bekerja di kantor ALC COMPANY.


"Maaf, kalau kalian jadi terganggu kerjanya. ucap Januar kemudian Januar pun menceritakan kejadian yang sebenarnya yang menimpa mertua dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


Semua yang berada di sana, memanjatkan doa meminta agar kedua orang tua Tamara selamat dalam menjalankan operasi yang dilakukan oleh tim Dokter akibat kebakaran yang dialami mereka.


"Kasihan Ibu Sumiati dan Pak suyatno. mereka sosok orang tua yang baik dan bijaksana."gumam salah satu staf yang bekerja di kantor ALC COMPANY. Setelah Evi sedikit tenang, Januar mau nonton TV untuk istirahat di ruang kerja Januar, kebetulan di ruangan itu tempat istirahat.

__ADS_1


Sementara, Pak suyatno yang sedang dioperasi oleh tim Dokter pun kondisinya semakin melemah. sehingga tim Dokter sangat kuatir Kalau Pak suyatno tidak bisa bertahan pasca operasi. Semua tim dokter dan perawat yang bertugas menangani Pak suyatno, terus saja berusaha untuk menyelamatkan nyawa Pak suyatno.


Tambahan tenaga ahli untuk menangani Pak Suyatno maupun dilakukan untuk menyelamatkan nyawa mertua dari pengusaha kaya raya ALC COMPANY. tetapi Tuhan berkehendak lain, hingga sang pencipta memanggil Pak suyatno. tim Dokter menyesalkan mereka tidak berhasil menyelamatkan Pak suyatno.


Mendengar Pak suyatno tidak ada lagi, Tamara langsung pingsan. Begitu juga dengan ibu Sumiati yang saat ini masih dalam kondisi yang masih lemah dan masih menjalani perawatan. Tamara merasa tidak sanggup kalau sampai kehilangan Pak suyatno.


"kakek!!! Teriak dia histeris karena dirinya belum percaya kalau sang kakek sudah pergi secepat itu. Cia yang mendengar sang kakek sudah dipanggil sang pencipta, membuat bocah kecil yang berusia hampir 6 tahun itu langsung menangis.


"Sayang!!! Panggil Regen Kendari menepuk-nepuk wajah sang istri. berharap istrinya sadar. Karena Tamara tak kunjung sadar, Regen memutuskan untuk membawa Tamara ke ruang UGD agar diperiksa oleh dokter ahli.


"Dokter!! dokter!!!"Panggil regency sembari menggendong tubuh istrinya yang saat ini kondisinya semakin lemah.


"Dokter, Tolong istri saya. istri saya pingsan setelah mendengar ayah mertua saya telah meninggal pasca tutur Regen Aditama kepada dokter yang bertugas di ruang UGD.


Sedangkan Cia dan baby Andika, saat ini sedang bersama kedua baby sitter yang sengaja ikut Bersama sang majikan untuk menjaga anak-anak majikan mereka.


"Suster, Bagaimana keadaan istri saya?"Spanyol Regen menggebu-gebu karena dirinya sangat khawatir dengan kendaraan istrinya.


"Kondisi istri anda baik-baik saja. mungkin istri anda terlalu syok, mendengar kabar duka itu sehingga dirinya langsung jatuh pingsan. Jadi lebih baik setelah istri anda sadar, lebih baik kasih pengertian kepadanya dan hibur dia. "ujar sang dokter yang menangani Tamara saat ini.


"Baik dokter," sahut Regen sembari lembut wajah istrinya.


"Sayang, kamu yang kuat ya demi aku Dan anak-anak Kita."ujar regent kepada sang istri.


Setelah kondisi Tamara sudah membaik, jenazah Pak suyatno akan disemayamkan.

__ADS_1


"Sayang, papa!!! bisa kan tangis Tamara sambil bangkit dari tempat tidurnya. dia juga meminta kepada Regen agar menghantarkannya untuk melihat Pak suyatno yang terakhir kalinya.


"Mas, Aku mau melihat ayah."tangis Tamara. agar suaminya mengizinkannya melihat jenazah Pak suyatno untuk yang terakhir kali.


"Iya, kita akan ke sana, tapi kamu harus janji kamu harus kuat."ujar Regen agar istrinya kuat telah menghadapi musibah yang dialami oleh keluarganya.


"Mas, Ayah sudah ninggalin aku sekarang. Ibu juga kondisinya Saat ini masih sangat lemah. Apa salahku? Kenapa musibah ini harus terjadi kepada ayah dan ibu."tangis Tamara membuat hati Regen sebagai tertusuk duri tajam. dia juga tidak sanggup melihat istrinya terus menangis.


"Kamu Yang kuat Sayang, kamu masih ada aku, masih ada papa dan anak-anak kita juga. kita doakan ibu akan baik-baik saja."ucap Regen untuk menguatkan istrinya.


Kemudian Tamara dan Regen langsung menuju tempat Pak suyatno disemayamkan.


"Ayah, Kenapa ayah tega ninggalin Tamara. Tamara kangen ayah, ayah bilang waktu di dalam sambungan telepon Ayah ingin kalau Tamara membawa cucu ayah dekat kampung halaman. Tetapi kenapa harus disaat seperti ini, cucu ayah harus datang ke tempat kelahiran mamanya. Apa salah Tamara ayah!!! tangis Tamara kembali pecah.


Tamara terus menangis sambil menabur bunga di makam Pak suyatno. Sementara Ibu Sumiati tidak dapat melihat suaminya untuk terakhir kalinya. Karena kondisinya Saat ini semakin melemah, saat ini giliran Ibu Sumiati yang harus dipindahkan kembali ke ruang ICU. Karena setelah mendengarkan kabar kepergian Pak suyatno, kondisi Ibu Sumiati semakin drop.


Setelah jenazah Pak suyatno di kebumikan, Tamara ingin melihat kondisi rumah mereka yang sudah hangus terbakar. Dia melihat puing-puing rumah mereka yang terbakar hingga merenggut nyawa ayahnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2