Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 72. MERASA BAHAGIA


__ADS_3

Tamara ingin sekali melihat respon Regen ketika Tamara melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Regen kepada Tamara.


"Kamu serius sayang?"melakukan ini kepada mas? tanya Regen kepada Tamara sambil menatap Tamara dengan tatapan penuh tanya. Ia seolah tidak percaya mendapat kecupan hangat dari istrinya yang secara tiba-tiba.


"Tamara serius Mas!"lakukanlah Tapi tolong melakukannya dengan lembut."ujar Tamara sambil mengembangkan senyumnya menatap suaminya dengan tatapan penuh arti.


"Kamu tenang saja sayang, Mas akan melakukannya dengan selembut mungkin." sahut Regen sambil langsung mengecup bibir manis Tamara.


Perlahan kejutan itu turun ke bawah mulai dari gunung kembar milik Tamara sampai ke bagian sensitif Tamara.


Entah siapa yang memulai, Tamara sudah tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya. Hingga lekuk tubuh Tamara terlihat jelas di mata Regen.


"Wah, benar-benar indah Sayang." bisik Regen tepat di telinga Tamara.


"Malu Mas!"


"Ngapain malu sayang? Mas kan suami kamu."bisik Regen.


Ketika Tamara melihat tubuh Regen tidak menggunakan sehelai benang pun. Membuat lekuk tubuh Regen terlihat jelas di mata Tamara. Dan dada bidang Regen membuat Tamara semakin terpesona.


Tubuh sixpack milik Regen dapat menghipnotis Tamara. Regen menuntun tangan Tamara untuk menaikkan adik kecilnya yang sudah mulai lancang depan.


Tamara pun melakukan Seperti hal yang diminta suaminya. Berharap suaminya merasa puas dengan pelayanan yang dilakukan Tamara. Sebagai istri,.Tamara menuruti Apa keinginan suaminya. Berharap suaminya tidak merasa kecewa dengan pelayanan Tamara, walaupun Tamara Sudah lama tidak melakukan hal itu.


Ketika Tamara memainkan adik kecil milik Regen, membuat Regen merasakan sensasi yang sangat luar biasa. suara nakal Regen terdengar jelas di telinga Tamara setelah mendapat gerakan lembut dari tangan Tamara. Hal itu membuatku Regen bagai terbang ke langit ketujuh.


Merasa dirinya sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, Regen menuntun Tamara naik di atas tempat tidur yang berukuran king size, yang disediakan oleh pihak hotel tempat mereka menginap.


Kemudian Regen meminta persetujuan kepada istrinya.


"Sayang, bisa ya kita mulai?" tanya Regen kepada istrinya.


Tamara Hanya menganggukkan kepalanya. Pertanda dirinya setuju akan permintaan sang suami.


Regen mulai memasukkan adik kecilnya ke gua milik Tamara. Walaupun ini bukan yang pertama sekali bagi keduanya tapi sepertinya Regen juga sedikit mengalami kesulitan.


Ketika Regen sudah membobol tembok pertahanan milik sang istri. Ia mengembangkan senyumnya lalu ia pun mempercepat gerakannya. Merasa kurang puas dengan dirinya di atas tubuh Tamara, Ia pun menuntun Tamara agar Tamara yang memimpin permainan.


Kemudian Tamara pun berada di atas tubuh suaminya. Tamara dan Regen mulai melancarkan aksinya, agar memberikan pelayanan yang berkesan kepada sang suami. Membuat Regen benar-benar menikmati demi gerakkan yang dilakukan oleh sang istri.


Kemudian Regen pun merubah posisi Tamara menjadi di bawah. Ia kembali memimpin permainan. Dan kembali memasukkan adik kecilnya yang sudah sedari tadi ingin mengeluarkan keringatnya di bagian gua milik Tamara.


Suara nakal keduanya yang kian membuncah terdengar jelas di telinga keduanya, hingga keduanya sama-sama menikmati permainan malam itu.

__ADS_1


Ketika Regen dan Tamara sudah sama-sama merasakan mencapai puncaknya. Regen langsung mencium kening Tamara dan mengucapkan "Thank you my wife and I love you." ucap Regen kepada Tamara.


"I love you too my husband." sahut Tamara sambil mengembangkan senyumnya kepada suaminya. Pertanda Ia juga menikmati apa yang mereka lakukan malam itu. Hingga Regen dan Tamara pun tertidur pulas tanpa memakai pakaian hanya dibalut dengan selimut yang ada di atas ranjang.


****


Pagi hari yang cerah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Malam itu tidur wanita yang baru saja sah menjadi menantu keluarga Aditama mulai bergeliat.


"Huyammm...


Tamara menggerak-gerakan tubuhnya untuk menggerakkan otot-ototnya. Setelah aktivitas semalam bersama suaminya yang cukup menguras tenaga.


Apalagi suaminya begitu perkasa hingga permainan malam itu pun sampai berjam-jam. Membuat tubuh Tamara terasa remuk. Ketika wanita cantik itu menyadari kalau dirinya tidur tanpa menggunakan sehelai benang pun, ia pun terhenyak bukan kepalang


Astaga! gumam Tamara sambil langsung menutup tubuhnya dengan selimut. Apalagi ketika Tamara melihat lelaki yang baru saja menikahinya tidur bersamanya di satu ranjang yang sama. Membuat Tamara sedikit gugup. Seolah dirinya tak percaya kalau malam itu Tamara sudah menyatu dengan lelaki yang ada di sampingnya.


"Ada apa Sayang?


Tamara tidak langsung menjawab pertanyaan Regen. Ia memilih untuk diam dan menundukkan kepalanya. Sambil membenahi selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Agar Regen tidak melihat tubuh polos milik Tamara.


Regen mengembangkan senyumnya melihat tingkah istrinya yang seolah tidak percaya, kalau dirinya sudah sah menjadi Tamara Regen Aditama. Ia bingung dengan apa yang terjadi kepada dirinya sendiri.


Tamara ingin berlalu ke kamar mandi.


Regen mengembangkan senyumnya. Ia tahu betul kalau saat ini istrinya Pasti sangat kelelahan. Apalagi Tamara malam itu benar-benar memuaskan dirinya. Membuat Regen benar-benar tidak tega melihat istrinya yang menahan rasa pegal di tubuhnya.


Regen yang mengetahui itu pun langsung menggendong tubuhmu istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


"Mas, nggak usah digendong aku bisa sendiri."


"Sudah, Jangan membantah. Nanti habis mandi Mas akan pijat kamu, agar sedikit rasa pegal di tubuh kamu menghilang."


Tamara langsung mengguyur tubuhnya yang sudah terasa pegal agar segera selesai melakukan ritual mandinya. Mengingat kedua mempelai itu belum sarapan pagi. Padahal Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi.


Biasanya setiap pagi Tamara sarapan bersama dia pukul 07.30 pagi karena Tamara harus segera membuka warung es Boba miliknya sesudah dirinya menghantarkan Cia ke sekolah.


Regen pun tidak ingin ketinggalan. Dia langsung mengguyur tubuhnya. Sesekali ia membantu Tamara untuk menggosok tubuh istrinya. Terlihat pasangan yang sangat romantis membuat hati Regen benar-benar bahagia saat ini.


Regen ingin sekali menahan Tamara berada di kamar mandi. Tetapi ketika Regen mendengar keluhan Tamara merasakan rasa pegal yang di bagian tubuhnya, membuat Regen mengurungkan niatnya dan langsung menyelesaikan ritual mandinya bersama dengan Tamara.


Setelah kurang lebih 30 menit di dalam kamar mandi, pasangan kedua makhluk Tuhan yang sedang dimabuk asmara itu pun menyelesaikan ritual mandinya.


Tamara keluar dengan menggunakan kimono yang sudah disediakan sebelumnya Sementara Regen keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.

__ADS_1


"Baru terasa segar." ucap Regen kepada Tamara dibalas senyuman dari Tamara.


"Terima kasih sayang atas semuanya yang sudah kita lalui malam ini." ucap Regen sembari langsung memberikan kecupan hangat di wajah cantik Tamara.


Tamara hanya tersenyum sesekali ia menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.


"Mas kita pagi ini pulang ke rumah?


"Kenapa sayang?


"Aku malu Mas?"


"Kenapa malu?


Papa melihat bekas jejak yang kamu berikan di leherku." ucap Tamara dengan nada manja.


"Kamu jangan khawatir Sayang, kalau kamu belum ingin pulang, ya sudah kita nginap di sini saja beberapa hari ini. Lagian Mas masih cuti juga kan!" ucap Regen sambil meraih tubuh istrinya ke pelukannya


"Kamu lebih baik duduk deh."ujar Regen meminta kepada Tamara agar Tamara duduk di atas ranjang. Kemudian Regen mengambil sesuatu untuk Ia oleskan ke tubuh Tamara, Dan memijatnya. Berharap rasa pegal yang dirasakan oleh Tamara berkurang.


"Bagaimana Sayang? Apa masih terasa pegal?" tanya Regen ketika Regen sudah memijat-meja tubuh Tamara.


"Sedikit lumayan Mas, tapi masih sakit. Tetapi tidak seperti sebelumnya." sahut Tamara.


"Kamu tenang saja, sebentar lagi pegalnya akan hilang." ucap Regen. Kemudian Regen langsung berniat memesan menu makanan sarapan pagi ke kamar yang mereka tempati. karena ia tahu kalau Tamara tidak mungkin keluar untuk sarapan pagi.


"Mau kemana, Mas?


"Mas hanya ingin memesan sarapan pagi pagi ini untuk kita sayang, kamu pasti lapar kan?"


Tamara menganggukkan kepalanya. Regen berlalu dari kamar, tentunya setelah menggunakan baju ganti yang sudah disediakan oleh asistennya sebelumnya .


Begitu juga dengan Tamara ya langsung menggunakan baju ganti yang sudah disediakan oleh asisten, yang dari awal sudah direncanakan oleh Regen dan asistennya. Agar malam pertama regen dan Tamara terkesan indah.


Tuan Aditama juga ingin segera memiliki cucu kandung dari putranya, di usianya yang sudah menginjak kurang lebih 70 tahun. Begitu juga dengan Pak suyatno dan ibu Sumiati mereka juga menginginkan hal yang sama agar Cia segera memiliki adik.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2