Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU


__ADS_3

Tamara terhenyak melihat para karyawan karyawati yang bekerja di hotel tempat mereka menginap menunduk hormat kepada Regen dan Tamara.


"Mas Kenapa kita disambut seperti? sudah seperti raja dan ratu saja."tanya Tamara bingung. Regen memilih untuk tidak menjawab. Ia meminta seorang office boy untuk membawa barang bawaan Tamara dan regent ke kamar yang sudah di desain sedemikian rupa, layaknya kamar pasangan pengantin baru yang sedang mengadakan bulan madu.


Kamar itu dikhususkan tempat, jika Tuan Aditama melakukan perjalanan di California. Tamara dan Regen mengikuti crypton berjalan masuk ke dalam lift.


"Kak Regen, Berapa lama tinggal di sini?" Regen menggelengkan kepalanya.


"Kakak belum tahu, nanti kakak berkonsultasi dulu sama istri Kakak. Jika istri Kakak merasa nyaman di sini, mungkin kami akan lebih lama melakukan perjalanan wisata di negara ini." sahut Regen kepada adik sepupunya.


Di kamar yang ukurannya sangat luas itu terlihat Tamara merasa diperlakukan seperti ratu. "Sayang ini beneran kita akan menginap di kamar yang indah dan mewah ini?"tanya Tamara untuk pertama kalinya dirinya memanggil sayang kepada Regen. Karena dia belum percaya begitu saja.


"Maaf kakak ipar, memang ini kamar kakak ipar dengan Kak Regen selama berada di kota ini. Ini biasanya kamar ditempati oleh Tuan Aditama dengan almarhumah tante."


"Kakak ipar?


"Tante? maksudnya apa ini mas?


Regen menghela nafas. "Maaf ya, Sayang sudah dari tadi Mas belum memperkenalkan crypton kepada kamu. Crypton ini merupakan adik sepupu Mas. Dia anak dari adik mami putranya tante Alina."sahut Regen memberitahu kepada sang istri.


"Oh, pantesan crypton memanggilku kakak ipar dan mirip sekali dengan Tante Alina ." sahut Tamara.


"Jangan katakan kalau hotel ini milik adik ipar." Tamara mencoba menebak.


crypton mengembangkan senyumnya.


"Hotel ini bukan milik aku kakak ipar. Aku hanya mengelolanya saja. Lebih tepatnya hotel ini milik Paman Aditama. Yang saat ini sudah beralih nama menjadi atas nama Regen Aditama."


Tamara menatap Regen. Seolah dirinya meminta penjelasan dari suaminya. Tetapi Regen hanya mengerikan bahunya.


"Ih, Mas sejak tadi Tamara tanya terus bilangnya tidak mengetahui. Gimana sih?" gerutu Tamara lalu Crypton berpamitan kepada sepasang suami istri itu, yang belum lama melakukan pesta pernikahan di tanah air.


"Aku pamit kakak ipar, Kak Regen. Nikmati bulan madu kalian."ucap Crypton sambil langsung berlalu meninggalkan Tamara dan Regen di kamar yang sudah dipersiapkan khusus untuk pasangan yang mengadakan perjalanan bulan madu itu.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu sangat bahagia di sini? tanya Regen kepada sang istri.


"Tentu Tamara merasa sangat bahagia Mas. ini salah satu impian Tamara."sahut Tamara sambil mengembangkan senyumnya.


"Mas, tubuh Tamara sudah lengket dan gerah Tamara mandi ya."ucap Tamara sambil berlalu mengambil handuk yang sudah disediakan oleh pihak hotel.


Regen menganggukkan kepalanya. sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. Tamara berlalu ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Ia mengira kalau Regen belum ingin melakukan ritual mandinya. Tetapi dia salah, justru Regen yang sudah lebih dulu berada di dalam kamar mandi tanpa menutup pintu kamar mandi.


"Astaga Mas! ngagetin Tamara saja."gerutu Tamara. Ia melihat suaminya sudah bertelanjang dada di sana.


"Mas keluar deh, Tamara mau mandi nih."Celetuk Tamara.


"Memangnya Siapa yang melarang kamu mandi Sayang? kan Mas sudah menyuruh kamu tadi mandi."ucap Regen tanpa merasa bersalah


"Memang tidak ada yang melarang Mas. tetapi dengan adanya Mas di dalam kamar mandi ini, Bagaimana mungkin Tamara bisa mandi."gerutu Tamara sambil menggaruk kepala yang tak gatal.


"Memangnya kenapa kalau mandi bareng sayang?


"Yang ada malah tidak jadi mandi mas."sahut Tamara. Tetapi Regen justru masa bodoh, bahkan dengan tidak ada rasa malu, ia langsung mengunci pintu kamar mandi dan membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.


"Astaga!!! Mas gila apa? teriak Tamara


"Kok gila?


"Pakai handuk kamu, Mas. Tamara keluar aja deh, Mas saja yang mandi duluan."ucap Tamara sambil berlalu ingin meninggalkan Regen di dalam kamar mandi.


Dengan sigap, Regen langsung meraih tubuh istrinya kepelukannya. "Mau kemana Sayang?


"Keluar! Terus mau kemana lagi? ucap Tamara sambil memonyongkan bibirnya.


"Jangan seperti itu, melihat bibir kamu seperti itu, membuat Mas semakin gemes sayang nanti kamu langsung Mas lahap."ucap Regen sambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir Tamara. Perlahan kecupan itu semakin mendalam.


Regen langsung melahap bibir manis Tamara. Tamara Hanya terpaku mendapat serangan tiba-tiba dari sang suami. Hingga Tamara pun merasakan desiran yang cukup hebat di tubuhnya. Perlahan demi perlahan kecupan itu beralih ke jenjang leher Tamara. Hingga desiran hebat tubuh Tamara kian membuncah. Pakaian yang melekat di tubuh Tamara kini sudah berada di lantai. Entah bagaimana caranya Regen dapat menanggalkan itu semua

__ADS_1


Tamara sudah tidak dapat memberontak.Ia memilih pasrah dan menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan sang suami. Hingga Tamara sudah mulai mengeluarkan suara nakalnya. Hal itu membuat Regen semakin melancarkan aksinya.


Regen kembali mengecup bibir manis Tamara. Perlahan kecupan itu turun ke bawah hingga jenjang leher milik Tamara. Tangan Regen sudah mulai bergerilya di bagian gunung kembar milik Tamara. Hingga suara nakal Tamara kian membuncah.


"Mas....!


"Iya sayang, bersuara lah, tidak perlu malu. ini aku suami kamu."bisik Regen di telinga Tamara sambil terus tangannya bergerilya di bagian gunung kembar milik Tamara. Sesekali dia yang memberikan kecupan hangat di sana. Dan membuat tanda merah di bagian gunung kembar milik Tamara pertanda kepemilikannya.


"Mas ..!


"Iya sayang...."


Regen semakin melancarkan aksinya. hingga Tamara memberanikan diri memberikan kecupan hangat di dada bidang sang suami dan membuat tanda merah di sana, pertanda kepemilikannya. Tangan Tamara sudah mulai memainkan adik kecil suaminya.


Hingga Regen merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Suara nakalnya yang membuat Tamara semakin melancarkan aksinya. "come on baby."suara nakal Regen terdengar jelas di telinga Tamara. Tamara terus memainkan jemarinya di bagian adik kecil memiliki Regen. Hingga Regen tidak dapat menahan suara nakal yang kian membuncah.


Regen langsung menunggangi Tamara dan memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai yang terdalam milik Tamara. Membuat Tamara merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Keperkasaan sang suami dapat dirasakan oleh Tamara. Dia benar-benar menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh sang suami.


"Kamu merasakan yang luar biasa sayang?"bisik Regen tepat di telinga Tamara. Tamara menganggukkan kepalanya. Ia kembali mengeluarkan suara nakalnya membuat Regen semakin memperdalam gerakannya.


Hingga keduanya benar-benar merasakan nikmatnya surga dunia. Regen pun akhirnya mencapai puncaknya. Gaya yang sangat luar biasa. "Kamu sangat pintar sayang, Mas sangat bahagia sekali." ucap Regen memberikan pelukannya kepada Tamara


"Thanks my wife and I love you." ucap Regen.


"I love you too my husband." sahutnya. keduanya langsung melakukan ritual mandinya, karena tubuh mereka sudah kelelahan dengan cepat pasangan suami istri itu menyelesaikan ritual mandinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN "DI BULLY KARNA OBESITAS"

__ADS_1


AKAN ADA GIVEAWAY AWAY BAGI SIAPA YANG MEMBERIKAN DUKUNGAN DI KARYA SAYA DBKO"


__ADS_2