Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI


__ADS_3

Hari ini Regen dan Tamara kembali ke rumah utama keluarga Aditama. Sebelumnya mereka sudah meminta kepada Pak suyatno dan ibu Sumiati untuk segera menghantarkan Cia ke rumah utama keluarga Aditama.


Kini mereka sudah berada di rumah keluarga Aditama yang sudah disambut oleh Tuan Aditama dan para asisten rumah tangga yang bekerja di sana. Cia yang sudah lebih dulu tiba di sana sudah menyambut Tamara dengan penuh senyuman yang lebar.


Regen turun dari dalam mobil ketika Mario sudah menghentikan mobil mewah milik Regen pekarangan rumah. Kemudian ia membukakan pintu untuk istrinya Tamara.


Keduanya berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam rumah. Cia yang melihat Tamara dan Regen sudah tiba di teras langsung berlari memeluk Regen.


"Astagfirullah bukannya mamanya duluan di peluk malah papanya yang duluan."ucap Tamara komplain yang mampu membuat Regen langsung tertawa cengengesan.


"Itu artinya Cia lebih sayang sama Mas sayang." ucap Regen tersenyum penuh kemenangan.


"Jadi ceritanya Cia hanya sayang sama papa? tidak sayang sama Mama?"ucap Tamara protes.


Cia tertawa. "Bukan Ma, Cia juga sayang sama Mama." ucap Cia sambil mengalihkan pelukannya ke arah Tamara. Kemudian ia langsung memeluk kedua orang tuanya dengan tangan kanannya berada di bahu Regen dan tangan kirinya berada di bahu Tamara. Ketika kedua orang tuanya itu sudah berjongkok menyamakan tubuh mereka dengan putrinya.


Tuan Aditama langsung mempersilahkan anak dan menantunya masuk ke dalam rumah. Setelah beberapa menit ngobrol di ruang tamu, Tuan Aditama mempersilahkan Regen dan Tamara untuk mencicipi menu makan siang hari ini.


Terlihat berbagai macam menu makanan sudah tersedia di sana. Karena sebelumnya Tuan Aditama sudah meminta kepada asisten rumah tangga untuk menyediakan menu makanan kesukaan Regen dan juga Tamara, dibantu oleh ibu Sumiati yang sudah berada di sana, pagi-pagi sekali dengan Pak suyatno.


Ruang makan itu ramai setelah Tamara dan juga Regen pulang ke rumah. Perbincangan planning ke depan juga dibicarakan di meja makan, termasuk perjalanan bulan Madu Regen dengan Tamara yang sudah dipersiapkan oleh Tuan Aditama sebelumnya.


"Papa serius sudah mempersiapkan paket bulan madu untuk kita?" tanya Regen penuh selidik. Padahal sebelumnya Regen sudah mempersiapkannya sebelumnya, tapi dia tidak mengetahui kalau Tuan Aditama juga menyiapkannya.


"Iya, Papa sudah menyiapkan paket bulan madu untuk kalian. Kalian pergi berbulan madu dua hari lagi ke California." ujar Tuan Aditama yang mampu membuat Tamara terhenyak.


"Apa pa, ke California? Terus bagaimana dengan siapa?" Tanya Tamara sedikit komplain.

__ADS_1


"Cia sudah besar ma, dia tidak perlu dikawatirkan lagi. Kan, ada Opa Aditama dan juga nenek dan kakek yang menjaga Cia." ucap Cia membuat Tamara langsung membulatkan matanya. Entah dari mana putrinya itu belajar langsung menjawab pertanyaan Tamara. Padahal Ia membuat alasannya Cia. Agar bulan madu itu tidak perlu dilakukan.


"Iya, sayang. Kan, biasa aja setuju kalau kita bulan madu. Jadi nggak Apa apa dong, Iya kan,Putri papa yang cantik." ucap Regen ucapannya kepada Cia.


"Ini nih, Cia sudah kena virus Papanya."gerutu Tamara karena seolah-olah dia selalu membela Regen. Hal itu membuat Regen langsung tertawa cengengesan. Sementara Tamara menjadi kesal karena putrinya lebih membela Regen.


"Cia mengizinkan Papa membawa Mama pergi melakukan perjalanan bulan madu. Tapi dengan satu syarat?


"Apa itu Putri papa yang cantik? tanya Regen penasaran


"Hemmmm.... Cia ingin Papa dan Mama membawa oleh-oleh untuk Cia.


"Kalau masalah oleh oleh, kamu tidak perlu khawatir Sayang. Papa akan membawa oleh-oleh apapun yang kamu mau.


"Beneran Pa?


"Iya, sayang. Kamu jangan khawatir


"Iya, Papa janji sayang."


keduanya menautkan jari kelingkingnya, pertanda Januari menyetujui keinginan putrinya.


"Cia ingin, Papa membawa oleh-oleh dedek bayi untuk Cia. Agar Cia dapat bermain dengan adik bayi." ucap Cia yang mampu membuat orang-orang yang ada di sana langsung tertawa ngakak, tak bisa menahan tawanya masing-masing.


"Astagfirullah, putriku. Siapa yang mengajari begini ya? aku yakin ini kerjaan kamu Mas." tuduh Tamara kepada Regen.


"Loh kok mas yang disalahin? Mas saja tidak tahu syarat yang akan diberikan Cia kepada mas."ucap Regen tersenyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Padahal Regen lah yang sebelumnya mengiming-imingi Cia, kalau dirinya mengajak Tamara pergi bulan madu, dia akan memberikan oleh-oleh dedek bayi untuk Cia. Sebelum pernikahan itu berlangsung ternyata Regen sudah mencuci otak Cia, agar pro terhadapnya dan mengiming-imingi Regen akan memberikan dedek bayi untuk Cia


"Betul sayang, Opa setuju! tos dulu Sayang." ucap Tuan Aditama sambil menengadahkan telapak tangannya ke arah bocah kecil itu yang langsung disambut oleh Cia.


Ibu Sumiati dan Pak suyatno yang tidak mau kalah, mereka juga adu tos kepada Cia, Kalau mereka juga setuju kepergian Regen dan Tamara bulan madu menghadiahkan dedek bayi untuk Cia


"Astagfirullah, kalian kok kompak amat sih"gerutu Tamara


"Iya harus kompak dong Sayang, tidak mungkin tidak."sahut Regen membuat Tamara menatap Regen dengan tatapan tajam.


"Ya Allah, mimpi apa aku ini, Satu anak sendiri tidak ada yang membela aku. Ayah dan ibu juga sepertinya sependapat dengan putriku, Mas juga." gerutu Tamara.


"Hahaha.....semua orang yang ada di sana tertawa ngakak melihat ekspresi Tamara yang sudah cemberut.


"Sudah sayang, tak perlu kayak gitu. Memang oleh-oleh yang diinginkan Cia juga kita menginginkannya semua. Iya kan Bu, ayah." ucap Regen kepada Pak suyatno dan ibu Sumiati.


"Itu pasti dong Sayang, sebuah pernikahan itu kalau tidak dihadiri buah hati kurang lengkap rasanya. Jadi ibu harap kalian jangan menunda-nundanya. Usia Kalian juga tidak terlalu muda lagi. Kalian sudah sama-sama dewasa. Tentulah Tuan Aditama menginginkan cucu kandung dari kamu dan juga Regen Aditama. Jadi ibu mohon kepadamu Sayang, jangan menunda-nunda kehamilan lagi,"


"Jika Allah berkehendak, Kenapa tidak?kamu harus menerimanya. Jangan kamu ingat masa lalu yang begitu kelam. Sekarang songsong masa depan kamu untuk bahagia. Ibu yakin anak Regen pasti dapat membahagiakan kamu. Kebahagiaan yang belum kamu dapatkan di pernikahan Kamu Yang pertama bersama Alven,"


" Begitu juga dengan Nak Regen, Ibu juga yakin bisa membahagiakan kamu. Jangan mengingat masa lalu yang begitu berat, ketika kegagalan pernikahan anak Regen dengan Bianca. Bedanya Nak Regen belum memiliki keturunan dari Bianca. Sementara Tamara memiliki Cia dari Alven. Ibu yakin, dan percaya kalian sudah sama-sama dewasa untuk menyikapi segala masalah,"


" Jadi Jika ada masalah, lebih baik dibicarakan baik-baik jangan terbawa emosi. Ingat, Nak kamu Putri Ibu satu-satunya. Berikan yang terbaik untuk keluarga Aditama. Jadilah menantu yang baik untuk Tuan Aditama dan keluarga. Begitu juga berikan yang terbaik selaku istri dari Regen Aditama." ujar Ibu Sumiati memberikan nasehat kepada putrinya yang langsung dibalas anggukan dari Tamara.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2