Jodoh Ke Dua

Jodoh Ke Dua
BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN


__ADS_3

Cia benar-benar bahagia melihat kepulangan Tamara dan juga Regen. Setelah berada di ruang tamu, Tuan Aditama meminta kepada salah satu asisten rumah tangga untuk segera membuatkan minuman segar kepada Tamara Regen Januari dan juga Evi.


"Papa Regen, tentunya Papa tidak lupakan membawa oleh-oleh untuk Cia."Cia menagih oleh-oleh dari Tamara dan juga Regen.


"Kamu jangan khawatir sayang, Mama dan Papa membawa oleh-oleh yang banyak untuk Cia."sahut Tamara sambil meminta kepada Evi untuk segera mendekatkan koper yang dipegang Evi sebelumnya.


Kemudian Tamara mengeluarkan beberapa souvenir yang ia beli khusus untuk Cia kemudian dia juga mengambil souvenir khusus untuk Tuan Aditama.


"Papa Regen, tentunya Papa sudah ingat kan kalau janji Papa akan memberikan oleh-oleh yang begitu berarti, yaitu dedek bayi? sekarang Cia menagihnya."


Mendengarkan itu Tamara langsung membulatkan matanya. Ia menatap ke arah Regen dengan tatapan tajam.


"Apa yang Mas janjikan kepada putri kita Mas?" tanya Tamara setengah berbisik. Tapi masih bisa didengar oleh Tuan Aditama.


"Kamu tenang saja sayang, Papa sudah membawakan oleh-oleh dedek bayi untuk kamu. Saat ini dedek bayinya masih berada di dalam perut Mama kamu."ucap Regen dengan enteng. Mata Tamara semakin membulat ketika mendengar jawaban Regen yang begitu enteng keluar dari bibirnya.


"Apakah papa serius?


"Papa serius sayang tapi kamu harus lebih bersabar dulu karena prosesnya masih panjang."sahut Regen membuat Tamara geleng-geleng kepala. Entah apa yang dibicarakan oleh Putri kecilnya dengan suaminya.


Sementara Tuan Aditama, Januar, dan Evi hanya tari Kekeh


"Mas, jangan memberikan janji yang tak pasti untuk anak kecil. Nanti Cia terus akan menagihnya."


"Makanya sayang, kita harus lebih bekerja keras agar permintaan Cia segera terkabulkan." sahut Regen dengan enteng, setengah berbisik di telinga Tamara.


Evi dan Januar terus terkekeh melihat tingkah Tamara dan juga Regen yang saat ini kewalahan memenuhi janji Putri mereka.


****


Hari sudah berlalu. Evi dan Januar pun berpamitan untuk kembali ke kediaman masing-masing. Saat ini Cia juga sudah terlihat mengantuk setelah selesai menyantap menu makan malam.

__ADS_1


Tamara menemani Cia di kamar sebelum Cia tertidur pulas. Tamara membacakan dongeng, dia berharap Cia dapat tidur dengan pulas. Sekitar lima belas menit kemudian menemani Cia di kamarnya, Akhirnya Cia pun tertidur pulas. Regen menghampiri sang istri.


"Sayang Putri kita sudah tidur? tanya Regen berbisik.


Tamara menganggukkan kepalanya. Pelan-pelan Tamara turun dari ranjang, agar tidak membangunkan Cia dari tidurnya.


Regen langsung menggendong Tamara masuk ke dalam kamarnya. Tanpa peduli dengan tatapan asisten rumah tangga yang kebetulan berada di lantai atas, untuk memastikan jendela sudah tertutup rapat.


"Mas, turunin Tamara! Tamara bisa jalan sendiri tidak perlu digendong seperti ini."gerutu Tamara tapi Regen seolah tak peduli.


Regen menggendong Tamara sampai tiba di dalam kamar yang selama ini ditempati Regen seorang diri. Tetapi sekarang sudah tidak sendiri lagi, sudah ada Tamara yang akan menemani tidurnya.


Regen langsung membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur yang berukuran king size itu.


"Sayang, aku sangat bahagia sekali. Mulai hari ini, aku tidak akan tidur sendiri lagi di kamar ini. Sudah ada kamu untuk menemani kesunyianku . Terima kasih sayang, kamu sudah bersedia menjadi pendamping hidupku. Aku ingin membuat kamu bahagia selamanya." ucap Regen sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta.


"Terima kasih juga Mas, kamu sudah menerima segala kekurangan Tamara. Jujur di status Tamara yang sudah janda, Mas masih menerima Tamara menjadi pendamping hidup Mas. Padahal bukan tidak banyak wanita-wanita cantik yang masih gadis bersedia menerima Mas menjadi pendamping hidupnya. Tapi aku bersyukur Aku adalah wanita yang sangat beruntung memiliki suami sebaik dan setampan Mas." ucap Tamara langsung memeluk suaminya yang berbaring di sampingnya.


Kecupan itu semakin mendalam, Tamara larut dalam keheningan malam. Dia menikmati kecupan yang diberikan oleh sang suami.


Tamara sudah mulai membalas kecupan yang diberikan oleh Regen. Merasa mendapat perlawanan dari sang istri, Regen semakin mendekapkan tubuhnya dan mengeratkan pelukannya.


Kini Regen sudah mulai memperdalam kecupan hingga ke jenjang leher milik sang istri. Keduanya yang sudah sama-sama berpengalaman dan haus akan belaian, kini keduanya larut dalam suasana malam.


Desiran yang hebat kian membuncah di tubuh Regen. Membuat dirinya semakin lihai untuk melakukan gerakan-gerakan yang mampu membuat lamaran semakin menggelinjang.


Kini Regen kembali mengecup jenjang leher sang istri, hingga membuat tanda merah di sana pertanda kepemilikannya. Tamara yang tidak mau ketinggalan, juga melakukan hal yang sama. kini tangan Regen sudah bergerilya di bagian gunung kembar milik Tamara, sementara tangan Tamara sudah menjalar ke bagian adik kecil milik sang suami.


Membuat desiran yang cukup hebat di tubuh Regen semakin membuncah. Saat ini sudah mulai membuka sehelai demi sehelai kain yang melekat di tubuh Tamara. Hingga tubuh Tamara terekspos jelas di matanya.


Tamara juga melakukan hal yang sama. Saat ini keduanya sama-sama tidak terbalut sehelai benang pun di tubuh mereka. Karena Regen tidak dapat menahan rasa yang kian membuncah di dalam dirinya, langsung menuntun istrinya melanjutkan ritual suami istri malam itu. Hingga malam panjang itu benar-benar mereka nikmati.

__ADS_1


Keduanya sama-sama merasakan bahagia. ketika rasa yang mereka rasakan saat ini sudah mencapai puncaknya. Setelah keduanya merasa puas, Regen memberikan kecupan hangat di kening sang istri. "Terima kasih sayang, Mas sangat bahagia sekali aku mencintaimu istriku yang cantik."ucap Regen dengan tulus.


Tamara mengembangkan senyumnya menatap sang suami. "Sama-sama Mas aku juga sangat mencintai kamu."sahutnya sambil membalas kecupan yang diberikan sang suami.


Kini Tamara berniat ingin ke kamar mandi, melihat istrinya ingin bangkit dan Regen sudah mengetahui kalau sang istri akan ke kamar mandi, langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi keduanya pun sama-sama membersihkan diri.


Setelah beberapa menit di dalam kamar mandi, keduanya pun keluar dan langsung menggunakan pakaian tidur yang akan mereka gunakan malam itu. Pakaian Tamara dan Regen yang berserakan di lantai, Tamara pungut dan langsung dimasukkan ke keranjang kain kotor.


"Sayang kamu benar-benar hebat malam ini. aku sangat-sangat puas ."ucap Regen sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Mas juga hebat, durasinya lama loh. Mas Memang benar-benar perkasa yang mampu membuat Tamara benar-benar puas."sahut Tamara sambel terkekeh sembari mengeringkan rambutnya.


"Mari, Mas bantu keringkan rambutnya."Regen langsung meraih hair dryer yang ada di tangan sang istri dan mengeringkan rambut sang istri setelah mereka mandi bersama.


"Sudah kering! lebih baik kita istirahat.


"Oh iya sayang, tidak apa-apa kan besok Mas ke kantor sebentar. Mas hanya mengecek laporan di kantor."Regen meminta izin kepada istrinya.


"Ya nggak apa-apa dong Mas, asalkan jaga mata dan hati kamu untuk Tamara."sahut Tamara sambil kembali memeluk suaminya.


"Kamu tenang saja sayang, Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan permata secantik kamu."sahut Regen sambil mengelus wajah cantik istrinya.


Kini keduanya kembali berbaring di atas tempat tidur. Regen mendekap tubuh istrinya. tangan kekarnya menjadi bantal untuk sang istri. Entah karena faktor kelelahan kini Tamara sudah tertidur pulas mengarungi alam mimpinya. Dan tidak Berapa lama lagi Regen pun tertidur pulas mengikuti sang istri. Keduanya benar-benar mengarungi alam mimpinya masing-masing.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS"

__ADS_1


BAGI SIAPA YANG AKAN MAMPIR KE KARYA BARU EMAK, AKAN ADA GIVEAWAY TGL 6 JULI BAGI BAGI PULSA BAGI PENDUKUNG EMAK YANG PALING AKTIF


__ADS_2