
Nyonya Raina, baru saja mendapatkan informasi dari salah satu anak buah Regen kalau saat ini, Januar sedang dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan yang menimpanya.
Bagai petir di siang bolong. Nyonya Raina Langsung menangis histeris ketika Nyonya Raina mendapat kabar kecelakaan yang menimpa Januar. Nyonya Raina meminta kepada asisten Regen untuk segera menghantarkan dirinya ke rumah sakit.
"Mario Tolong antarkan saya ke rumah sakit. Aku ingin melihat putraku."mohon Nyonya Riana. Mario menganggukkan kepalanya sembari berjalan mendahului Nyonya Riana.
Mario duduk di bangku kemudi. Sementara Nyonya Riana memilih duduk di bangku Tengah. Setelah Mario melihat Nyonya Riana duduk dengan nyaman Mario melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit di mana Januar dirawat.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Nyonya Raina terus menangis sesungguhkan. dia tidak dapat membayangkan apa yang terjadi kepada putranya. Ada rasa bersalah di hatinya karena saat itu dia tidak merestui hubungan Januari dengan Evi sehingga Januar pergi begitu saja meninggalkan mereka.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit membelah jalanan ibukota akhirnya mobil yang dikendarai Mario memasuki area rumah sakit. Tanpa menunggu Mario membuka pintu mobil, Nyonya Riana langsung keluar dari dalam mobil kemudian berlari masuk ke dalam rumah sakit.
Mario mengejar langkah Nyonya Riana. kemudian Mario mengarahkan Nyonya Riana menuju di mana ruang ICU berada. Saat sudah tiba di sana. Nyonya Riana melihat Tuan Baskoro Regen dan Tamara sudah menunggu di sana.
"Pa, apa yang terjadi kepada Putra kita? Bagaimana kondisi Putra kita sekarang? tangis Nyonya Riana.
"Simpan Saja air matamu itu!!! tak perlu kamu menangis! semua ini gara-gara kamu!!!"teriak Tuan Baskoro menyalahkan Nyonya Riana.
Nyonya Riana terus menangis sesungguhkan dia mencoba bertanya kepada Regen dan Tamara mengenai kondisi putranya yang saat ini masih dalam kondisi kritis.
Dokter yang bertugas menangani Januar pun keluar dari ruang ISU. Setelah memperhatikan semua alat medis yang menempel di tubuh Januar berfungsi dengan sempurna.
"Suster, Bagaimana kondisi Putra saya?" tanya Nyonya Riana kepada suster dan dokter yang bertugas menangani Januar. "Maaf Nyonya Maaf tuan pasien mengalami koma." dengan terpaksa dokter itu pun memberitahu yang sebenarnya kalau saat ini Januar mengalami Koma.
"Astagfirullah! Tamara langsung mengucap ketika mendengar penuturan dari dokter yang memeriksa kondisi Januari beberapa menit yang lalu. Padahal mereka sudah berharap kondisi Januar akan semakin membaik jika sudah mendapatkan donor dari ketiga orang pemuda yang rela mendonorkan darahnya kepada Januar.
Mendengar itu Nyonya Riana semakin histeris. Ia Pun merutuki dirinya sendiri. Ia benar-benar merasa bersalah karena sikapnya yang begitu dingin terhadap Evi, saat Januar membawa Evi bertemu dengan kedua orang tuanya.
***
__ADS_1
Tiga hari sudah berlalu, kondisi Januar saat ini belum juga mengalami Tuan Baskoro benar-benar putus asa dia tidak tahu harus melakukan apa saat ini.
Regen yang selama ini membutuhkan tenaga Januar membantu dirinya di perusahaan ALC COMPANY, dia akan semakin sibuk karena Januar selaku asistennya di kantor tidak bekerja, membuat Regen mau tidak mau dia harus bekerja lembur.
Regen menghampiri Evi di ruang kerjanya. Regen meminta kepada Evi untuk menjenguk Januar di rumah sakit. Regen tahu Evi juga pasti memiliki rasa kepada Januar.
"Evi, Saya bisa bicara dengan kamu?
"Bicara apa ya, Pak?
"Maaf,ini bukan urusan kantor, tapi ini urusan yang menyangkut Adik sepupu.
"Tolonglah Evi temui Januar. Mungkin Jika kamu menemuinya,Siapa tahu kondisinya akan semakin membaik." mohon Regen agar Evi menjenguk Januari di rumah sakit, yang saat ini masih tetap berada di ruang ICU.
Evi menghela nafas panjang. "Maaf Pak sejujurnya Saya ingin sekali menjenguk Januar, tetapi Saya khawatir dengan orang tuanya yang menolak kehadiran saya. Saya tahu Om Baskoro pasti nggak keberatan jika saya menjenguk putranya,"
" Berbeda dengan Nyonya Riana dia tidak akan membiarkan aku berdekatan dengan Januar, yang jelas-jelas dia mengatakan kalau dirinya tidak Sudi memiliki menantu seperti saya."Evi memberitahu alasannya.
"Ya sudah, nanti setelah pulang dari kantor saya akan ke rumah sakit.
"Tolong jangan sampai menunggu jam pulang kantor, sekarang juga temui dia.
"Tapi saya masih bekerja apa."
"Kalau masalah pekerjaan, besok juga bisa kamu lanjutkan. Jadi saya harap kamu temui Januar sekarang juga."ujar Regen.
"Baiklah kalau begitu Pak." sahut Evi. Dengan penuh pertimbangan, Evi pun berlalu meninggalkan ALC COMPANY. Sejujurnya semenjak ia mengetahui kalau Januar mengalami kecelakaan, dia juga merasa bersalah karena.
Karna informasi yang ia dapatkan, kejadian kecelakaan itu terjadi, tidak lama setelah pertemuan mereka di restoran. Dia juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada Januar. bagaimanapun Januari itu adalah partner kerja yang baik untuknya.
__ADS_1
"Apalagi selama ini mereka menjalin kerjasama dengan baik. Kebersamaan mereka membuat keduanya semakin dekat, hingga timbul rasa cinta di hati masing-masing, Tanpa mereka sadari sendiri.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Evi tiba di parkiran rumah sakit. Berharap kali ini, dia tidak bertemu dengan Nyonya Raina. Karena dia tidak ingin nanti kedatangannya membuat suasana menjadi tidak nyaman.
Evi bertanya kepada salah satu suster yang bertugas di rumah sakit itu. Sebelumnya Regen sudah memberitahu jam besuk untuk pasien di ruang ICU itu di jam 12.00 siang, sehingga Regen ngotot untuk meminta kepada Evi segera menjenguknya siang itu.
Suster pun mengarahkan Evi ke arah ruang ICU. Saat Evi berjalan menuju ruang ICU ia tidak sengaja melihat Tuan Baskoro dan nyonya Raina duduk di depan ruang ICU sambil terus menangis. Terlihat wajah pucat Nyonya Raina. Matanya juga sembab. Mungkin karena terus menangis semenjak kejadian yang menimpa Januar.
Langkah Evi terhenti Ketika Tuan Baskoro menyadari kehadirannya di rumah sakit itu. Berjarak tidak terlalu jauh dari depan ruang ICU tempat Evi berdiri saat ini.
Evi hendak membalikkan tubuhnya untuk segera meninggalkan rumah sakit itu kembali. Karena dia melihat Nyonya Raina di sana. Tiba-tiba Tuan Baskoro berdiri dan langsung memanggil Evi, membuat langkah Evi pun terhenti.
"Evi! Panggil Tuan Baskoro sambil berjalan dengan langkah lebar menuju dimana Evi saat ini.
"Kamu di sini?
"Iii.....iya Om." jawab Evi guguk.
"Kamu Jangan gugup, Kenapa kamu pergi lagi? Apakah kamu tidak ingin melihat kondisi Januar saat ini? Tolong temui Putra saya dia pasti membutuhkanmu saat ini, saya mohon." ucap Tuan Baskoro memohon kepada Evi.
lagi lagi Evi menghela nafas panjang, sekilas netranya melirik ke arah Nyonya Raina. Tuan Baskoro menyadari pandangan Evi terhadap Nyonya Raina. Dia paham Mengapa tiba-tiba Evi menghentikan langkahnya.
Sehingga Tuan Baskoro pun meminta kepada Evi untuk tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan Nyonya Raina di sana. "Kamu tidak perlu khawatir, aku akan berbicara dengan baik-baik kepada istri Saya. Jika dia tidak mengizinkanmu bertemu dengan Putra saya. Sekali lagi saya mohon temui Januar."mohon Tuan Baskoro dengan nada suara sendu.
Hal itu membuat Evi merasa tidak tega sehingga ia pun menyetujui menemui Januar di ruang ICU. Apalagi saat ini waktunya jam besuk.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN